Pulang...
Sebuah kata yang begitu berarti untuk kami para anak rantau. Tak terkecuali untukku. Aku termasuk salah satu yang beruntung karena bisa merasakan pulang sebelum waktunya. Aku izin empat hari untuk pulang. Aku termasuk orang yang beruntung walau hanya sehari semalam merasakan rumah. Merasakan keluargaku. Dibanding teman-temanku se-Indonesia lainnya. Tak ada alasanku untuk tak mensyukurinya kan? Alhamdulillah wa syukurillah
Terlebih aku bisa merasakan pantai. Sebuah tempat yang terlalu membuatku jatuh cinta. Tempat yang selalu kurindukan setiap berada disini. Tempat yang selalu kuandaikan ada di dekatku. Tempat yang selalu bisa memahami apa yang sedang kurasakan. Terima kasih untuk seseorang yang menemaniku menikmati pantai. Terimakasih untuk dua orang jelek yang menemaniku menikmati sunset terakhir di Lombok di tahun ini (semoga tidak).
Dan tepat seminggu setelah pantai itu, kini aku sedang benar-benar merindukannya lagi. Pasirnya. debur ombaknya. Anginnya yang menyapa lembut. Warnanya, dan suasana yang ada disana. Pantai..
Smanti..
Detik ini, tepat saat tulisan ini dibuat, aku sedang rindu smanti. Sedang rindu masjidnya. Dan aku sedang mendengarkan alunan syahdu sholat maghrib berjamaah di Masjid Nurul Huda nya.
Terimakasih untuk semua orang yang sudah membuat sehariku di Lombok menjadi begitu berkesan. Buat kalian dua kakak jelek, makasi banget. Buat adek-adek smanti, yang asemnya kebangetan, baru juga nyampe langsung ditarik buat flashmob, tapi itu seru banget. Makasih yaa. Dan makasi juga buat yang bantuin streamingan sholat maghrib dan isya’ di Masjid Nurul Huda. Sampai jumpa di kesempatan selanjutnya.
Salam rindu.



