Sabtu, 29 Mei 2021

Pengingat.

 Bismillah..

Setengah tahun sudah, kembali menjejakkan kaki di Timur Indonesia. Terasa, tetapi tak harus berputus asa. Allah punya skenario yang tak hanya cerita, tapi penuh dengan makna.

Jauh dari keluarga, rindu masakan mama, bahkan dengan kawan pun lama tak bersua. Tapi, itu bukan  alasan untuk terus mengeluh, terpuruk, merasa tidak adil, bahkan perasaan lain yang tidak seharusnya. Allah baik, memberi kesempatan untuk kami mengabdikan diri, tanpa tapi. Selama Ridho Allah menjadi tujuan, setiap urusan pasti ada alasan dan jalan, kan? *senyum


Wahai diri...

Jangan terus marah. jika lelah, istirahat. lalu, bangkitlah. ketika Allah memutuskan, maka tak ada satu perkara pun yang luput dari perhatian-Nya. Termasuk, kita.

Peran baru, amanah pun baru, yang puooolnya masyaAllah bikin terharu. Ndak papa, semoga lelah terus menjadi Lillah. Semoga setiap bulir keringat, menjadi pahala di akhirat. Aamiin Allahumma Aamiin.




Sorong, 28 Ramadhan 1442 H / 11 Mei 2021

Salam.


Kamis, 09 Juli 2020

Pulang

Pulang..
Sebuah kata yang sangat berarti untuk kami para anak rantau. Sebuah kata yang selalu dinanti setiap waktu. Sebuah kata yang tidak peduli seberapa memusingkannya keadaan saat itu, akan selalu bahagia seketika dengan mendengar pun hanya memikirkannya. Banyak hal yang harus dilalui dan diperjuangakan hanya untuk kata yang begitu bermakna ini.
Kadang, ketika rasa lelah melanda, kata ini akan menghapus semua letih yang terasa. Kata yang akan menghadirkan senyuman dan mengganti kerutan di kening. Kata yang akan menghadirkan senyuman bahkan di tengah air mata.

Pulang..
Sebuah kata yang mengajarkan kami anak rantau untuk menghargai waktu sesempit apapun itu. Kata yang berhasil mengajarkan arti bersyukur ditengah kesempatan, pun kesempitan. Kata yang lagi-lagi mengajarkan seberapa berartinya keluarga.

Pulang..
Aku ingin pulang, memangkas jarak, menuntaskan rindu.


Minggu, 24 Maret 2019

Terima Kasih, Diri :)

"Berterima kasihlah kepada dirimu sendiri, ia yang selama ini sudah berjuang, berlelah, bertahan, terhadap semua kekhawatiran, ketakutan, dan segala bentuk ketidakpastian. Ia yang sudah terbiasa belajar, meski tak kunjung bisa. Ia yang sudah terbiasa mendengar, meski masih keras kepala. Ia yang sudah mau melakukan segala sesuatu yang kamu pikirkan. Berterima kasihlah kepada dirimu sendiri, yang sudah bisa memaafkan dan menerima, bahwa dirimu, memang layak untuk kamu cintai. Tak pernah terpikir lagi untuk menjadi 'orang lain'." - Kurniawan Gunadi

Kadang, kita berlomba menjadi 'orang lain' agar sesuai dengan kemauan orang, agar disenangi, agar mendapatkan perhatian, bahkan mendapatkan pengakuan. Padahal dengan begitu sama saja membohongi diri, mendzolimi diri, tanpa benar-benar menjalani arah dan tujuan yang sesungguhnya.

Pun, Saya begitu.

Terima kasih diri, sudah terus belajar sabar dan ikhlas, walau susah payah dan masih belum maksimal. Terima kasih sudah belajar menerima keadaan, walau harus melewati hal-hal sulit. Terima kasih sudah selalu pulih, walau harus tersakiti berulang kali. 

Bukankah pengharapan sejati hanya pada Yang Memiliki Hati?
Jangan terus-terusan sakit, jangan enggan untuk bangkit.
Jangan ingin terus berbalik, karena diri ini berhak mendapatkan yang lebih baik.


Terima kasih diri sudah mampu melangkah sampai saat ini, semoga sampai nanti.




Kamis, 10 Mei 2018

Saya.........menikah?



Bismillah.

Berawal dari pertanyaan, “Kamu kapan lulusnya, Nind?” mengalirlah obrolan tentang salah satu fase hidup yang sedang ‘hits’ di kalangan manusia-manusia muda. Pun dalam lingkaran pertemanan saya.

Me ni kah. Satu kata yang sedang marak diperbincangkan, pun baperisasi tentang hal ini semakin tak terkendali. Dimulai dari intagram, twitter, dan segala media sosial. Menikah bukan fenomena aneh kan? Tapi, ketika rangkaian kata “menikah muda” atau “menikah dini” mulai banyak berseliwaran, pro kontra pun disana sini bermunculan. 

Tak bisa dipungkiri, dua istilah yang tadi itu mempengaruhi gaya hidup masa kini. Bahkan sudah banyak yang mengambil langkah ini di bangku sekolah. Yap, bangku sekolah dalam arti sebenarnya. Padahal, Negara pun sudah mengatur tentang hal ini (re: umur). Tapi, saya gak nyalahin mereka yang sudah melakukan hal tersebut, pun tidak memihak. Karena itu adalah pilihan mereka.

Dan, menurut saya, pernikahan dini itu bukan tentang umur. Tapi tentang kesiapan. Lahir maupun batin.

Apa tujuanmu? Kemana arah pelayaranmu? Allah kah? Atau hanya mengkuti trend?
Niat awalmu? Lillah? Atau hanya ingin dipandang ‘wah’?
Sudah dekatkah kamu dengan Sang Pemilik Hati? Yakin kalau itu memang dari Allah beneran, bukan hanya godaan syaithan?
Sudah habiskah ego-mu? Atau malah semua yang kamu ingini harus kamu miliki?
Sudahkah kamu memiliki kesabaran yang luar biasa luas dengan stok mengalah yang tak juga kalah jumlah?
Sudah siapkah untuk hidup dengan orang asing?
Sudah siapkah untuk membagi hidupmu yang nyaman itu dengan orang yang bukan siapa-siapa? Bahkan bisa jadi, orang tersebut kamu kenal hanya dalam hitungan jam.

Untuk perempuan, sudah siapkah untuk memindahkan surga dari bawah telapak kaki ibumu menjadi ke bawah telapak kaki orang asing yang kamu pilih? Sudah siapkah kamu ‘mengabdikan’ hidupmu yang berharga itu untuk kebahagiaan bersama dan meraih Surga yang dijanjikan Allah?  

Untuk laki-laki, sudah siapkah kamu menjadi nahkoda yang akan memimpin pelayaran ‘kapal’ untuk mengaruhi bahtera yang begitu luas? Tak hanya laut tenang, bahkan ada samudera yang penuh dengan badai, bisa jadi kapal yang kamu kendarai itu terombang-ambing oleh badai tadi. 

Lantas, jika sudah menikah, mau apa? Mau ngapain? 

Masih banyak lagi yang harus diyakinkan. Karena sejatinya menikah itu fitrah, sunnah, bahkan menjadi ladang untuk menyempurnakan separuh agama dan meraih Ridho Allah, kan?

Bukan bermaksud menggurui, pun saya belum menikah. Masih sangat fakir ilmu. Semua yang saya tuangkan adalah pemikiran gadis 22 tahun yang sedang berjuang membentengi diri. Dan pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah lama terbesit dalam diri ini. Bahkan sudah pernah ditanyakan pada diri sendiri. Jawabannya gimana? Berusaha mendekatkan Sang Maha Cinta agar tetap dituntun untuk setiap langkah. Kan Allah Maha Pembolakbalik hati. insyaAllah nanti ketemu jawabannya, seiring dengan semakin sering bertemu dan bermesraan dengan Allah.

Dan ketika saatnya tiba, kesiapanmu sudah bulat, rukun terpenuhi, tak ada uzur syar’i yang menghalangi, semoga langkah tersebut jadi yang terbaik. insyaAllah.

Yang saya yakini, jodoh itu datang dengan cara dan waktu yang tepat, terbaik, halal, dan diberkahi Allah. Dan ketika saya mendekatkan diri kepada Sang Maha Cinta, Allah pun akan mendatangkan orang yang ketika bersama pun saya semakin dekat dengan-Nya. Ketika saya memohon kepada Allah, pun akan ada yang meminta saya kepada Allah. Ketika saya mengingat Allah, akan ada orang yang berusa menemukan dan menjemput saya berbekal ridho Allah, dengan langkah yang insyaAllah diberkahi Allah.

Bukankah sangat indah jika ‘bahtera’ yang kamu dan dia layarkan menjadi kapal pesiar yang setiap milimeter perjalanannya mengundang kagum penduduk langit, karena selalu dinaungi Rahmat Allah?

Tenang, jangan panic, jangan risau, jangan galau.
Allah yuftah alaikum. Barakallahu fiikum wa tabarakallah.
Ada aku disini. Saudarimu, yang selalu mendo’akan hal-hal baik untukmu. Termasuk tentang orang yang akan menghalalkanmu.


Ditulis dengan sepenuh cinta dari Allah, ditemani lagu Edcoustic ft. Inteam & Suhaimi Saad - Kau Ditakdirkan Untukku. 
Untuk saudariku tercinta.
Tangerang Selatan, 24 Sya’ban 1439 H


Selasa, 09 Januari 2018

Coba Tanya Hatimu.

coba tanya hatimu sekali lagi, sebelum benar-benar memilih.
baik-baik kah? sehatkah?
ada banyak hal yang tak bisa kamu sembunyikan begitu saja. terutama bagi mereka yang begitu menyayangimu. begitu memikirkanmu. begitu mengkhawatirkanmu.
jangan hanya bersembunyi dibalik senyum palsu. 
tanpa kamu sadari, ada orang yang terluka karena senyumanmu.
ada orang yang mengkhawatirkan itu. 
ada mereka yang ingin bertanya,
"kamu baik-baik saja?"
tapi, mereka urungkan, karena takut menghapus senyumanmu, walau mereka tahu, itu palsu.

kadang, bodo amat dan tidak peduli akan omongan orang lain itu perlu.
itu baik untuk kesehatan diri. itu baik untuk kesehatan.......emm, hati. mungkin.
kamu tau kenapa?
karena, terkadang memikirkan orang lain itu bisa menambah bebanmu. bisa meragukan jalanmu. bahkan menghentikan langkahmu.
tetaplah berproses. jadilah dewasa.
jangan hanya melibatkan hati dalam setiap urusan. tapi libatkan Allah dalam setiap keputusan.

Sabtu, 25 Maret 2017

Untuk malaikat-malaikat Sorong yang ditinggalkan..

bismillah..
selamat malam menjelang pagi (masih) dari kota Sorong.
383 kali fajar dan senja yang sudah dilewati. bohong besar jika hanya terlewatkan begitu saja tanpa kesan dan tanpa warna. 
rasanya tak pantas menyandingkan kata terimakasih dan maaf untuk setiap hal yang sudah dilalui. untuk setiap hal yang meninggalkan jejak, yang mengajarkan arti kebersamaan. yang lagi-lagi membuktikan bahwa keluarga bukan hanya terjalin karena darah maupun daerah. dan tak pernah lelah untuk menciptakan cerita indah.

lagi-lagi bohong jika semua terasa biasa saja, ketika waktu semakin sempit, ketika kebersamaan yang nyata perlahan sirna. ketika pagi datang, disaat itu kami kan menghilang. hanya bersama kenangan. tetapi yang jelas, bahagia kami bersama keluarga baru bukan hanya sekedar angan-angan.

bukankah sesuatu yang sudah biasa kemudian menjadi tak biasa itu perlahan menghadirkan rasa kehilangan? karena, sesuatu yang paling menakutkan dalam pertemuan adalah mengikhlaskan perpisahan. dan yang paling menakutkan dari perpisahan itu adalah mengingat kenangan. bukankah kita juga tak bisa memilih, mana cerita yang dihilangkan dan mana yang dipertahankan?

maaf jika egois, tapi sepertinya kata terimaksih itu akan tetap disandingkan dengan maaf yang sudah jelas ketidakpantasannya. 
terimakasih sudah mengajarkan bahwasejauh apapun kaki melangkah, keluarga tetaplah tempat pulang. terimakasih selalu mengajarkan bahwa tidak butuh hal besar untuk bahagia. sesederhana makan mie titi dan semanis Donat Homi.
maaf untuk setiap kata dan sikap yang tak berkenan, untuk janji yang tak terlaksana, untuk masakan yang tak jadi tersedia, dan untuk buletin yang emmmmmm............

bagaimanapun keadaan sekarang dan nanti, sejauh apapun jarak yang harus dilewati, toh perpisahan akan tetap menyakitkan, tapi do'a dan kenangan akan selalu mendekatkan.





salam sayang untuk Keluarga Besar Stasiun Meteorologi Sorong
Najma

Minggu, 25 September 2016

Kira-kira begini...

Bismillah..
Entah harus mendeskripsikan nya seperti apa, karena saya selalu dan tidak pernah menyukai kata pisah.
Sangat mudah untuk saya bergaul dengan lingkungan baru, tapi sangat susah bagi saya untuk lepas dan meninggalkan lingkungan yang nyaman dan berkesan.
Saya selalu suka pertemuan, tapi tak pernah menyukai perpisahan.
Saya selalu suka senyuman, tapi tak pernah suka tangisan.
Saya selalu suka undangan pertemuan, tapi tak pernah suka jamuan perpisahan.
Biarlah saya menikmati setiap detik yang tersisa bersama kalian, tanpa harus mengungkit dan mempertanyakan tanggal kepergian.
Bukankah yang meninggalkan dan ditinggalkan akan sama-sama merasa sakit?
jadi, kenapa harus menghitung mundur waktu yang tersisa jika masih banyak cara lain untuk menikmati kebersamaan kita?
Jalani...Nikmati...Syukuri
Sesederhana Ini
^_^

Rabu, 10 Agustus 2016

Rindu yang enggan berlalu..


Bismillah..
Entah ini tulisan keberapa yang saya posting dengan tema yang sama. Tema yang sejak saya punya blog ini termasuk tema yang selalu dengan gamblang dan gampangnya saya tulis. Smanti.
Bangunan yang terlalu banyak cerita indah tersimpan disana. Saksi bisu perjuangan saya dan mereka demi masa depan kita. Entah bagaimana kabarnya. Semoga selalu dan semakin baik-baik saja ya.
Dikehingan malam seperti ini, saya tetiba teringat akan setiap koridornya. Sudah banyak orang yang menanyakan ke saya.. apa sih yang bikin kamu selalu kangen sama smanti? Pasti temen-temen kamu kan? kalau gak ada mereka, mana mau mau di sekolah lama-lama. Iya kan?
Dan itu salah. Yang saya rindukan ya bangunannya. Masjidnya, koridornya, lapangannya, bahkan setiap jengkal bangunan ini selalu berhasil mengganggu tameng qalbu yang dibangun untuk menghalau rasa rindu. Dan menurut mereka saya gila, iya. Emangnya siapa sih yang mau sendirian di sekolah menghabiskan waktu berlama-lama tanpa ada yang menemani? Tapi, bagi saya itu hal yang wajar. Karena saya selalu dan terlalu nyaman dengan kesendirian saya di bangunan itu. Dan seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya selalu punya tempat andalan untuk menyendiri. Masjidnya, lapangannya, koridornya, atau bahkan semua sudut dari bangunan ini sudah menjadi tempat andalan untuk saya. Pagi hari saya akan memulai hari dengan berinteraksi dengan masjidnya (cukup saya dan Allah yg tau apa yg saya lakukan, he). setelah itu dilanjutkan dengan kajian pagi bersama komunitas remaja masjid sampai lima menit sebelum bel masuk kelas berbunyi.  Ketika hujan, saya dengan senang bercengkrama dengannya di lapangan tengah. Ketika panas terik, saya akan bersantai di bawah pohon yang juga ada di lapangan tengah. Ketika saya jenuh dan bosan, saya akan melangkahkan kaki menyusuri setiap koridornya. Sore hari saya akan menikmatinya di kolam ikan dekat lapangan depan. Ketika malam, saya akan duduk bersantai ditengah lapangan depan hanya untuk menyapa bintang-bintang yang selalu ramai di langit malam smanti.  Bahkan setiap mimpi dan cita-cita yang saya pikirkan, saya rencanakan, dan saya gantungkan di langit senja dan langit malam berbintang di lapangan sekolah. Dan yang paling nyaman adalah saya bisa duduk, bersimpuh, dan bersujud dihadapan Sang Pemilik Kehidupan kapanpun karena smanti punya Masjid yang luar biasa, yang selalu memberikan kenyaman tak tertandingi. Dan masih banyak yang bisa dan biasa saya lakukan dalam kesendirian saya di sekolah. Oke saya akui, setiap yang saya lakukan memang tak selalu sendirian, karena saya hampir selalu ditemani chokichoki, Cadbury, moccafloat, ataupun walls cornetto black and white. Karena smanti selalu menjadi tempat ternyaman setelah rumah.
Akhir-akhir ini banyak orang baru yang lagi-lagi menanyakan masa SMA saya. Masa dimana saya belajar banyak hal, bagaimana rasa sakitnya ketika jatuh, bagaimana kerasnya perjuangan kembali bangkit dan melanjutkan perjuangan untuk memperbaiki semuanya. Dan setelah saya kembali memikirkan semuanya, saya bisa bertahan berada di Papua untuk mengabdikan diri pada negeri ini ya karena Smanti. Pengalaman di sekolah membawa banyak perubahan di diri saya, termasuk bagaimana menyikapi orang-orang yang tentunya memiliki latar dan sikap yang berbeda-beda seperti sekarang. Bagaimana saya harus menempatkan diri dilingkungan orang-orang yang jauh lebih tua dan lebih berpengalaman tanpa terkesan menggurui. Dan bagaimana menengkan diri ketika rasa jenuh dan bosan mulai menghantui.
Dan pada akhirnya, semakin banyak dan semakin sering mereka menanyakannya, rasa rindu pada bangunan sederhana sekolah saya dulu semakin membuncah tak menentu dan tak tau kapan akan berlalu…

Jumat, 22 Juli 2016

Always Be My King 💕

ada seorang lelaki yang di hidupku. menawarkan cinta luarbiasa. bahkan gak ada kata yang bisa melukiskan rasa cintanya. aku gak bakal lupa, lelaki itu selalu mengingatku, di setiap detik perjuangannya. Lelaki yang selalu ada disetiap waktu aku membutuhnya. Yang selalu ngasi kehangatan dan kenyamanan tanpa harus diminta. Yang selalu berjuang demi orang terkasih. Yang gak peduli peluh membasahinya, gak peduli hujan ataupun panas terik, semua dilakukannya. Yang selalu berkorban demi kebahagiaanku. Yang gak pernah ngeluh dikala aku nakal. Yang selalu mengingatkan sholat, ngaji, berdo'a, makan, dan jaga kesehatan. Yang selalu membela walau aku salah. Yang selalu gengsi nangis didepanku. Yang selalu menuruti apa mauku, tanpa peduli ia harus berjuang lebih giat untuk memenuhinya. Yang selalu mau dibangunin tengah malam demi sharing hal-hal organisasi. Bahkan sampai hal sepele dan ga penting banget. Yang selalu gak mau keliatan sedih di depanku. Yang selalu nahan amarahnya, biar aku gak sakit hati padahal hatinya jauh lebih sakit. Yang selalu ngajak kencan ke kfc demi moccafloat disetiap aku bete. Yang selalu siap dengan segudang motivasinya tiap aku sedang down. lelaki yang jarang mau nelpon duluan padahal kangennya udah membuncah memenuhi hati. lelaki yang jadi inspirasi utama disetiap perjuangan. yang selalu tetep senyum didepanku, walau rasa lelah pun lelah menyapanya. dan yang paling berharga bagiku dia adalah Lelaki yang selalu siap dengan sejuta cinta, kasih sayangnya, dan gak bakal nyakitin perasaanku..

Bapak, mungkin suatu saat akan ada seseorang yang mendatangimu, berjanji akan berusaha menjaga dan menyayangiku. tapi, siapapun itu, gak akan pernah ada yang bisa menggantikan Bapak. karena Bapak akan selalu menjadi Raja dalam hidup anakmu ini, Pak.

Bapak...sekarang anak sulungmu ini hanya bisa berdo'a untuk memelukmu, berusaha megobati qalbu yang semakin membiru karena rindu. berusaha untuk tetap kuat dan tegar disetiap waktu, semoga Bapak sehat selalu...

Rabu, 13 Juli 2016

Di-php-in? Gak lah yaaa!

Makasih banget buat si adek yang udah ngasi ide buat nulis ini... *muchlove 
ada banyak hal yang gak segampang itu buat dipahami. gak semuanya bisa dilogikakan. toh, kita diciptakan bukan hanya dengan logika. tapi masih ada hati dan perasaan yang Tuhan kasi untuk kita.
Jadi, gak perlu semua hal diselesaikan dengan emosi. Kalo kita mau sedikiiit aja lebih pake hati, pasti gak bakal ada kata dendam. Ayolah, persaudaraan kita jauh lebih asik kan kalo tawa canda bahagia kita sama-sama. 
Oh iya, ekspektasi dan php. Dua hal ini yang sering banget kita denger. Jadi, ada apa sih senenernya sama dua kata yang sedang hits banget ini?
Pasti kita pernah ngerasain kan di-php-in. Dan itu rasanya gimanaa? Emm...sakit...kecewa...galau..dan yang lainnya yang bikin sengsara kan yak? *ciaaan,pukpuk 
Dan kalo udah gitu, kita bakal ngambek ke orang yang ngephpin itu. Yaelah, ini drama banget kan yak? *mukapolos
Menurut aku nih ya, sebenernya itu salah kita. Lho kok kita? Ampuuun, aku nya jangan dilempar kursi ya. Hoho
Iya, rasa di-php-in itu bakal ada kalau kita nya yang berekspektasi tinggi. Kelewat berharap. Dan parahnya kita berharapnya ke manusia. Wah, pelanggaran nih..
Kalo gak mau ngerasa kecewa dan kawan-kawannya, mendingan kita gak usah berekspektasi ajaa. Jangan berharap yang tinggi-tinggi, biar kalo jatuh gak sakit. 
Trus kalo berharap, ya jangan ke manusia. Tapi ke Tuhan ajaaa. Jauh lebih menyenangkan, menenangkan, plus gak bakal ngerasain kecewa, seriusan deh. Pecaya deh. Ciyuuus. Enelaaan. Aku ndak boong *nyengirpolos

Yuk, kita sama-sama cobain. Biar kita sama-sama bisa deket sama Tuhan yang gak bakal php-in kita, yang bakal selalu ada bareng kita. Kapanpun dan dimanapun. Percaya deh *senyummanis

Jumat, 22 Januari 2016

Obrolan Singkat Kita

B : Mas punya ini buat adek.. *senyummanis
A : "waaaah makasi banget ya, Mas. Tapi, aku boleh nanya ga, Mas?" *excited
B : "boleh dong. Monggo dek" *senyumwibawakomandan
A : "kenapa kuning Mas? Aku kan sukanya warna ungu" *manyun
B : "iya mas tau, tapi Ibu lebih suka yg warna kuning" *senyum
A : "Lha trus? Harusnya yg ini dikasi ke Ibu dong bukan kasi ke aku" *ikutansenyum
B : " ngga dong. Tetep kasi ke adek aja, biar adek bisa sayang dan lebih deket lagi sama Ibu. Dan bisa jadi Ibu buat anak-anaknya Mas nanti" *senyumtermanisyangpernahada
A : *tutupmukaspeechless

Entah ini percakapan yg level alaynya setingkat dewa atau lebih. Ketawa banget sih, malu banget dijawabin sampai segitunya.
Tapi, masih jauh. Iya. Masih sangat jauh. Dan ini cuma candaan seorang Kakak dengan Adik Kecilnya.

Hmm.. sepengetahuan saya nih yaaa,
Daripada deket nya sama yang belum halal, dan nantinya bisa jadi melebihi batas, yuk mending deketin yang Punya Hati aja.
Minta sama Sang Maha Cinta, biar yang ngejemput bisa cepetan nemuin dermaga dan segera melabuhkan pencariannya, dengan penuh keberkahan dan ke-Ridho-an-Nya.
Karena, jodoh itu apa yang kita pikirkan, apa yang kita ikhtiarkan, dan apa yang kita do'akan.
^_^

Minggu, 24 Mei 2015

Salam rindu..

Karena, rindu itu tidak terukur dari
jarak.
Tapi, karena rasa sayang serta selalu
ingin bersama. Langsung ataupun
tidak.
Dan, salah satu bagian dari kata rindu juga bahagia dalam setiap detik hari-hari ku itu...kalian. iya, kalian tiga orang yg disetiap postinganku aku selalu mengatakan tiga orang jelek yang ngangenin!
Thanks for being here, kakak-kakak jelek ♥
Dari kami. Oleh kami. Untuk kalian.
Salam rindu, hndrndy..
Yogyakarta, 22 Mei 2015
^_^

Senin, 04 Mei 2015

Anak Pantai (?)

assalamu'alaikum wr wb.
hai kalian, selamat datang di bulan Mei. semoga di bulan ini kita bisa lebih baik lagi dari sebelumnya ya. aamiin
setelah nyelesein semua kerjaan anak kost, dan tadinya mau ke kampus buat BINSIK, alias pembinaan fisik, tapi ujan dan akhirnya dibatalin ke kampusnya. nah, alhasil hari ahad ini akunya nganggur total. hehe
ini foto-foto pas liburan aku kemaren. Pulang ke Lombok dong. hehe
di edisi postingan ini, ada sahabat aku. sahabat yang udah kayak saudari sendiri. kenal deket dari jaman SMP. dan setelah maksa dia buat ngosongin jadwal, aku berhasil nyulik dia. namanya Baiq Megha Hikmah Septa Mila. aku manggilnya Ega. si akhwat yang selalu ngaku jadi soulmatenya Shinichi Kudo (apabangetdeh -_-"). gak cuma sama Ega aja, perginya juga sama dua orang yang ngintilin aku, hihi. sebut saja namanya Milimeter dan Kaitto. dua orang yang ahli banget nyulik aku dari rumah dan akhirnya ilmunya aku terapin buat nyulik Ega. hihi
ini ada pantai Pandanan, dan bukit Malimbu. jangan jatuh cinta ya. ntar malah pengen ke Lombok.
Jangan ke Lombok, ntar kalian gak mau pulang lho.. hehe
soalnya, Lombok itu sebuah Pulau yang pantas disebut sebagai serpihan surga yang jatuh ke Bumi Pertiwi
^_^



Egaaaa ({})

Pantai Pandanan..

anak ilang (?)

*cumabisasenyum

see? keren kan!

susur pantai guys :)

unguuuuuuuuuu~

culik aja lamalama, aku rapopo :D

percaya gak percaya, botol ini sampai ke kosan ku di Tangerang. namanya, Pantai dalam botol.
makasi yang udah ngasi ini ^_^

nah ini bukit malimbu..

sebut saja namanya Kaitto..

aku sama Ega. ini beneran Candid. hehe

jangan mau terjun yaaa..

ayooo pulaaang, mendung Nak. huhu

Meluncuuuuuurrrrrrrrrr. pulang ke rumah. udah ditungguin buat makan duren. hehe


NB: semua foto ini karyanya si duo penculik. Milimeter and Kaitto. thanks for amazing pictures, Kak. thanks for beautiful pictures, Bang..
^_^

Senin, 05 Januari 2015

Saat Ini...

bismillah
assalamu'alaikum wr wb

malam ini aku kembali terbangun. terpaku menatapi jam yang sampai saat ini masih belum saja menunjukkan waktu yang benar. yah, masih jam 02.49. ah yaaa, aku teringat aku baru saja terlelap sejam yang lalu. lantas, mengapa aku masih saja terbangun di tengah malam seperti ini? ada sesuatu yang sedang aku pikirkan kah? atau sedang ada sesuatu yang aku rasakan? atau ada sesuatu yang sedang mengganggu hati dan pikiranku? entahlah, lama ku terdiam berkutat dengan hati dan fikiranku saat ini, namun tak ada yang salah kurasa. hal ini bukan hanya sekali atau dua kali kurasakan. sudah terlalu sering.

dan lama ku terdiam, melirik kalender di atas meja belajar di sudut kamar kost ku.  tak terasa, sudah hampir lima bulan aku disini, di sebuah tanah yang biasa disebut Jakarta. atau lebih tepatnya, ini Tangerang. sebuah tempat dimana aku sekarang menghabiskan waktuku, melewati tiap hari-hari disini, merangkai cerita indah bersama keluarga baru. iya memang, aku bukan melanjutkan pendidikan di universitas pada umumnya. Allah mentakdirkanku untuk melanjutkan pendidikan di sebuah sekolah ikatan dinas. iya, sangat berbeda dari semua yang sebelumnya aku bayangkan. dan kehidupanku tak seperti mahasiswi lainnya, yang bisa bebas melewati semuanya. bisa melakukan apapun yang mereka mau. bisa pergi kemanapun yang ingin mereka kunjungi. tapi disini, aku dididik dan ditempa untuk menjadi seorang Taruni. semua ada aturan yang mengikat. semua diatur sedemikian hingga kehidupanku bisa 180 derajat berbeda dari mahasiswi. bahkan dari kehidupanku sebelum ini.

awalnya aku sangat tak nyaman dengan apa yang aku jalani sekarang.mengeluh? itu pasti. menyesal? sangat. ingin pulang? selalu dan terlalu.  iya, semua butuh waktu. semua butuh proses. dan alhamdulillah, kini aku mulai terbiasa dengan semua yang aku jalani disini. aku paham maksud dan tujuan dari semua aturan yang ada. bahkan, aku sangat nyaman dengan semuanya. aku belajar banyak hal dan mensyukuri semua yang kudapat disini. emang beda, terlalu berbeda. namun inilah hidup yang sekarang harus dan sedang aku jalani. 

semoga, setelah ini... aku semakin menyayangi apa yang aku punya saat ini. 
alhamdulillah ya Allah
^_^

Selasa, 23 Desember 2014

Duapuluhdua desember yang berbeda..

Halo bun,
Apa kabar?
Ah, rasanya ganjil sekali melontarkan itu. Kita satu rumah, namun jarang kutanyakan kabarmu.
Anak macam apa aku ini. Makanan yang kau sediakan di atas meja tak lantas membuatku peduli kabarmu saban hari. Maaf ya,

Bun.
Mungkin kita jarang berbicara. Saat membuka mulut pun, hanya adu argumen yang ada. Rasanya susah sekali menahan diri. Apapun yang ada di kepala, aku lontarkan semua. Begitu
terucapkan, aku hanya bisa menyesal.
Bunda mungkin sudah biasa. Menghadapi ego dan kesoktahuan anaknya. Dari dulu, pikirmu. Tidak apa-apa. Engkau tersenyum, dan tersenyum saja.

Bundaku yang cantik,
Apa aku boleh bertanya? Bagaimana bentukku saat aku keluar dari rahimmu? Aku penasaran, Ma. Hanya bisa kubayangkan sakitnya. Dari situ pikiranku melanglang: ketika 9 bulan membawaku, hal-hal ganjil apa saja yang kulakukan terhadapmu? Bagaimana perasaanmu ketika tahu rasa sakitmu sebagai ibu tak hanya kau derita saat melahirkan saja?Dari situ aku bisa mengerti, betapa sabar dirimu selama ini.

Tapi harus kuakui. Kadang memang aku heran pada sikapmu. Bunda pernah marah-marah ketika aku main ke rumah teman sampai jam 10 malam. Bunda sibuk meneleponku untuk pulang, padahal aku sudah bilang berkali-kali bahwa aku aman. Aku tahu bunda takut terjadi apa-apa denganku di jalan. 

Bun, sebenarnya ada banyak hal yang ingin kusampaikan. Tapi aku terlalu malu untuk mengatakannya langsung. Aku takut melihatmu menangis. Aku tidak tahan melihat air matamu keluar. Apalagi ketika aku harus pergi ke tempat yang jauh dari rumah. Saat aku hendak berkelana sementara, bunda membuktikan perhatian dengan mempersiapkan barang bawaan untukku. Sayangnya, terkadang aku sendiri bingung barang-barang itu harus aku apakan.
“Ini bunda siapin selimut. Bawa ya!”
“Aduh, ntar beli aja di sana. Berat tauk ma!”
Aku masih ingat itu. Aku menolak barang-barang yang sudah kau siapkan untukku. Hanya ketika mau berangkat, aku mengangkutnya ke bagasi. Dengan berat hati, dan separuh mencak-mencak tak mengerti.
Namun saat jauh, aku rindu padamu.Ah… Untunglah ada barang-barang ini. Kupeluk saja selimut yang bunda siapkan. Aku tidak jadi kedinginan.

Bun,
Bolehkah aku bertanya tentang impianmu saat muda dulu? Ketika umur 5, 10, atau seumurku, cita-cita apa yang sebenarnya bunda gantungkan? Dokterkah, layaknya anak-anak pada umumnya? Atau malah bunda punya cita-cita yang lebih unik, seperti fotografer dan penulis buku?
Maaf ya bun, karena keberadaanku, bunda harus rela mengambil apapun kesempatan berkarya yang ada, dan bekerja 2 kali lebih keras dari seharusnya.

Ya,
Aku melihatmu sebagai seorang pekerja keras. Bahkan tugas-tugas rumahan sebenarnya menyedot banyak tenaga dan waktu luang. Pagi-pagi sekali, bunda harus bangun untuk memasak sarapan. Selanjutnya, bunda harus menyiapkan peralatan sekolahku dan adik2. Bunda harus berbelanja agar di rumah ada yang bisa dimakan. Kadang, kalau aku sedang rajin aku akan berusaha membantumu semampuku. Iya, bunda banyak bertanya. Pertanyaan bunda pun sebenarnya selalu sama: “Sudah makan belum?”, “Sudah sholat?” Kalau aku menjawab “belum”, nada bicaramu langsung berubah dan sifat cerewetmu mulai keluar.

Bun, wajahmu mulai menua. Mulai ada keriput disana, membuatku sadar ragamu tidak sekuat dulu. Penyakit mulai mengerogoti tubuhmu. Aku pun pernah harus melihatmu terbaring di atas tempat tidur. Tapi kau malah tetap tersenyum dan menanyakan apa aku sudah makan.

Izinkan aku mengatakan sesuatu yang belum sempat kusampaikan langsung. Aku tidak tahu kapan kita akan berpisah. Ada saatnya, aku akan mengantarkanmu ke tempat peristirahatan terakhirmu. Atau mungkin saja bunda yang mengantarkanku. Apapun akhirnya, akan ada saat dimana kita berdua harus rela. Kapanpun itu, hanya Yang Disana yang tahu. Aku hanya ingin mengingat bahwa kita pasti kembali bertemu.

Mama, Ibu, Ibundaku…
Terima kasih sudah memutuskan memilikiku. Terima kasih sudah memperkenalkanku pada dunia. Terima kasih sudah mengajarkanku apa arti perjuangan.
Maafkan anakmu ini: yang selalu membuatmu was-was, yang selalu bertindak semrawut, yang tak cukup sering menyapu rumah…ah!
Aku hanya bisa berharap untuk terus bisa memberikan yang lebih baik lagi untukmu. Secerewet apa pun dirimu, bunda tetap wanita nomor satu bagiku.
Aku tidak bisa memilih siapa yang menjadi ibuku. Bunda pun tak tahu anak seperti apa yang akhirnya lahir dari rahimmu.  Tuhan yang mempertemukan kita.
Aku bersyukur bisa berkenalan dengan bunda. Tersenyumlah, bun.
Penggemar beratmu nomor satu,
Anakmu.








NB:
hasil begadang bareng si Mba. berhubung kami nggak kreatif jadinya hasilnya kayak buatan anak TK ya. malah lebih bagus buatan anak TK sepertinya. hehe
terimakasih untuk duapuluhduadesember tahun ini, walaupun Hari Ibu pertama di tanah rantau, tapi nggak sendiri merasakannya dan ada yang bisa dilakuin.
welcome to Ibukota, Mba
^_^

Kamis, 18 Desember 2014

Surat Untuk Sekolahku...


Tangerang Selatan, Kamis, 18 Desember 2014

Bismillah..
Assalamu’alaikum wr wb
Tak terasa, 41 tahun sudah kini umurmu. 41 tahun sudah kau mencetak kader penerus bangsa. 41 tahun sudah kau menjadi saksi kisah kami yang indah, kisah yang saat ini menjadi kenangan tak terlupakan. 41 tahun sudah kau berdiri kokoh menjadi tumpuan perjuangan menuntut ilmu.

Terlalu banyak kisah disana. Sebuah bangunan sederhana yang bernama SMA Negeri 3 Mataram. Tak seserhana bangunannya, tak sesederhana namanya. Tempat ini terlalu istimewa, begitu tertanam di lubuk hati. Terasa bangunan ini memiliki jiwa yang entah sampai saat ini masih terasa memanggil untuk diperhatikan atau hanya sekedar untuk dikunjungi. Sayang, jarak kita kini terlalu jauh.

Banyak hal yang tak bisa diungkapkan dengan kata. Banyak hal yang bisa dilakukan namun dibatasi oleh jarak. Banyak hal yang hanya bisa terpikirkan dan tersimpan rapi begitu saja. Ada rasa ingin memberontak, namun apa daya, kini semua serba terbatas. Terbatasi oleh sebuah kata yang bernama JARAK.

Beginikah rasanya? Ingin hadir diperayaan Ulang Tahun mu namun terbatasi oleh jarak?
Beginikah rasanya? Ingin ikut memeriahkan namun hanya bisa memandangi foto-foto yang diupload orang lain?
Brginikah rasanya? Ingin ada diantara mereka, namun hanya bisa mendengar cerita-cerita saja?
Beginikah rasanya? Ingin ini ingin itu namun serba terbatasi?
Apapun keadaannya, tak ada alasan yang bisa membatasiku untuk tetap mendoakanmu kan?
Mendoakanmu agar tetap jaya. Mendoakanmu agar semakin di hati. Mendoakan semua yang terbaik tentangmu kan?


walau raga ini tak sedang disisimu saat ini. walau tak hadir langsung memeriahkan peringatanmu. walau tak ikut menorehkan cerita secara langsung di tahun ini, namun di jarak kita yang berjauhan saat ini, aku akan selalu mempedulikanmu, dan berharap mereka yang saat ini sedang disisimu, mereka bisa jauh lebih memedulikanmu dari kami yang sedang berada jauh disini. peduli kami, terlalu peduli.

Terimakasih untuk setiap sudut yang menjadi kisah indah. Terimakasih untuk setiap jengkal yang menjadi saksi kenangan manis. Terlalu banyak hal yang tak bisa diungkapkan disini, cukup tersimpan rapi di hati. Sekali lagi, terimakasih smanti…

Salam rindu,

Najma
X 4
XI IPA 1
XII IPA 1