Minggu, 02 Desember 2018

Esok untuk Latifa Widiannisa


bismillah..
selamat tanggal 2 Desember (-biasa doi nyebut DUDE), Beh.
semoga sisa umurnya berkah dan bermanfaat. makin tua makin dewasa dan makin shaliha, ceria terus ya!
jangan labil-labil yaa, hihi
banyakin dzikir sama ibadahnya ya. jangan lupa masih ada amanah untuk ummat dan masyarakat ya sayang.
sampai jumpa di kesempatan selanjutnya ya. kita terus belajar dan berproses bareng.
semoga keistiqomahan selalu menyertai Bebeh dimanapun dan kapanpun.

lovemissyou, Bebeh kesayangaaaaaaaan

Beh, banyak orang mendo'akan 'bahagia selalu ya', tapi itu gak mungkin. Allah itu akan cobaan terus ka buat hamba-Nya. dan hidup itu pasti ada susah dan sedihnya. tapi apapun itu, semoga Bebeh terus dilapngkan dadanya, ditipiskan bahkan bisa menghabiskan egonya. bukankah semakin tinggi ujian seseorang dan bisa melewatinya, Allah akan menaikkan derajatnya?

Beh...
ESOK, kekecewan dan kesedihan hari ini membuat kita tersenyum. tersenym karena kita mengerti dan memahami mengapa kesedihan dan kekecewaan itu harus kita alami dari hari ini. kita bersyukur bahwa apa yang terjadi hari ini mengantarkan kita kepada kebahagian yang hakiki.
ESOK, segala penolakan yang kita terima membuat kita tersenyum. tersenyum karena kita menyadari bahwa penolakan ini membuat kita menemukan apa yang sejatinya untuk kita. kita menemukan ketulusan yang kita cari susah payah hari ini.
ESOK, segala pengorbanan kita membuat kita lega karena tiada yang sia-sia dari sebuah perjuangan. kita menyadari bahwa apa yang sedang kita korbankan hari ini, entah itu waktu, tenaga, bahkan perasaan, seluruhnya tergantikan dengan sesuatu yang tak terduga. dan itu membuat kta merasa pengorbanan ini terasa sangan berharga.
ESOK, kita telah sampai pada jawaban dari pertanyaan-pertanyaan hidup kita hari ini: Menjadi apa nanti? siapa pendamping hidup kita? berapa anak kita? kerja dimana? tinggal dimana? dan segala pertanyaan yang membuat kita resak. kita memahami bahwa keresahan itu membuat doa-doa kita lebih memilii kekuatan, lebih tulus, dan lebih berserah.
ESOK, apa yang terjadi dalam hidup kita hari ini akan kita pahami esok hari. terus melangkah, mesti melelahkan, meski menyita perasaan. tujuan itu tidak akan kemana-mana. jangan berhenti, nanti tidak sampai.

-Esok, Kurniawan Gunadi. dalam bukunya yang berjudul Lautan Langit.

udahan ya, sampe sini dulu tulisannya.
selamat mengaamiinkan segala doa terbaik ya beh. peluk hangat cium kasih sejuta rindu.
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Beh.
^_^

Kamis, 10 Mei 2018

Saya.........menikah?



Bismillah.

Berawal dari pertanyaan, “Kamu kapan lulusnya, Nind?” mengalirlah obrolan tentang salah satu fase hidup yang sedang ‘hits’ di kalangan manusia-manusia muda. Pun dalam lingkaran pertemanan saya.

Me ni kah. Satu kata yang sedang marak diperbincangkan, pun baperisasi tentang hal ini semakin tak terkendali. Dimulai dari intagram, twitter, dan segala media sosial. Menikah bukan fenomena aneh kan? Tapi, ketika rangkaian kata “menikah muda” atau “menikah dini” mulai banyak berseliwaran, pro kontra pun disana sini bermunculan. 

Tak bisa dipungkiri, dua istilah yang tadi itu mempengaruhi gaya hidup masa kini. Bahkan sudah banyak yang mengambil langkah ini di bangku sekolah. Yap, bangku sekolah dalam arti sebenarnya. Padahal, Negara pun sudah mengatur tentang hal ini (re: umur). Tapi, saya gak nyalahin mereka yang sudah melakukan hal tersebut, pun tidak memihak. Karena itu adalah pilihan mereka.

Dan, menurut saya, pernikahan dini itu bukan tentang umur. Tapi tentang kesiapan. Lahir maupun batin.

Apa tujuanmu? Kemana arah pelayaranmu? Allah kah? Atau hanya mengkuti trend?
Niat awalmu? Lillah? Atau hanya ingin dipandang ‘wah’?
Sudah dekatkah kamu dengan Sang Pemilik Hati? Yakin kalau itu memang dari Allah beneran, bukan hanya godaan syaithan?
Sudah habiskah ego-mu? Atau malah semua yang kamu ingini harus kamu miliki?
Sudahkah kamu memiliki kesabaran yang luar biasa luas dengan stok mengalah yang tak juga kalah jumlah?
Sudah siapkah untuk hidup dengan orang asing?
Sudah siapkah untuk membagi hidupmu yang nyaman itu dengan orang yang bukan siapa-siapa? Bahkan bisa jadi, orang tersebut kamu kenal hanya dalam hitungan jam.

Untuk perempuan, sudah siapkah untuk memindahkan surga dari bawah telapak kaki ibumu menjadi ke bawah telapak kaki orang asing yang kamu pilih? Sudah siapkah kamu ‘mengabdikan’ hidupmu yang berharga itu untuk kebahagiaan bersama dan meraih Surga yang dijanjikan Allah?  

Untuk laki-laki, sudah siapkah kamu menjadi nahkoda yang akan memimpin pelayaran ‘kapal’ untuk mengaruhi bahtera yang begitu luas? Tak hanya laut tenang, bahkan ada samudera yang penuh dengan badai, bisa jadi kapal yang kamu kendarai itu terombang-ambing oleh badai tadi. 

Lantas, jika sudah menikah, mau apa? Mau ngapain? 

Masih banyak lagi yang harus diyakinkan. Karena sejatinya menikah itu fitrah, sunnah, bahkan menjadi ladang untuk menyempurnakan separuh agama dan meraih Ridho Allah, kan?

Bukan bermaksud menggurui, pun saya belum menikah. Masih sangat fakir ilmu. Semua yang saya tuangkan adalah pemikiran gadis 22 tahun yang sedang berjuang membentengi diri. Dan pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah lama terbesit dalam diri ini. Bahkan sudah pernah ditanyakan pada diri sendiri. Jawabannya gimana? Berusaha mendekatkan Sang Maha Cinta agar tetap dituntun untuk setiap langkah. Kan Allah Maha Pembolakbalik hati. insyaAllah nanti ketemu jawabannya, seiring dengan semakin sering bertemu dan bermesraan dengan Allah.

Dan ketika saatnya tiba, kesiapanmu sudah bulat, rukun terpenuhi, tak ada uzur syar’i yang menghalangi, semoga langkah tersebut jadi yang terbaik. insyaAllah.

Yang saya yakini, jodoh itu datang dengan cara dan waktu yang tepat, terbaik, halal, dan diberkahi Allah. Dan ketika saya mendekatkan diri kepada Sang Maha Cinta, Allah pun akan mendatangkan orang yang ketika bersama pun saya semakin dekat dengan-Nya. Ketika saya memohon kepada Allah, pun akan ada yang meminta saya kepada Allah. Ketika saya mengingat Allah, akan ada orang yang berusa menemukan dan menjemput saya berbekal ridho Allah, dengan langkah yang insyaAllah diberkahi Allah.

Bukankah sangat indah jika ‘bahtera’ yang kamu dan dia layarkan menjadi kapal pesiar yang setiap milimeter perjalanannya mengundang kagum penduduk langit, karena selalu dinaungi Rahmat Allah?

Tenang, jangan panic, jangan risau, jangan galau.
Allah yuftah alaikum. Barakallahu fiikum wa tabarakallah.
Ada aku disini. Saudarimu, yang selalu mendo’akan hal-hal baik untukmu. Termasuk tentang orang yang akan menghalalkanmu.


Ditulis dengan sepenuh cinta dari Allah, ditemani lagu Edcoustic ft. Inteam & Suhaimi Saad - Kau Ditakdirkan Untukku. 
Untuk saudariku tercinta.
Tangerang Selatan, 24 Sya’ban 1439 H


Sabtu, 25 Maret 2017

Untuk malaikat-malaikat Sorong yang ditinggalkan..

bismillah..
selamat malam menjelang pagi (masih) dari kota Sorong.
383 kali fajar dan senja yang sudah dilewati. bohong besar jika hanya terlewatkan begitu saja tanpa kesan dan tanpa warna. 
rasanya tak pantas menyandingkan kata terimakasih dan maaf untuk setiap hal yang sudah dilalui. untuk setiap hal yang meninggalkan jejak, yang mengajarkan arti kebersamaan. yang lagi-lagi membuktikan bahwa keluarga bukan hanya terjalin karena darah maupun daerah. dan tak pernah lelah untuk menciptakan cerita indah.

lagi-lagi bohong jika semua terasa biasa saja, ketika waktu semakin sempit, ketika kebersamaan yang nyata perlahan sirna. ketika pagi datang, disaat itu kami kan menghilang. hanya bersama kenangan. tetapi yang jelas, bahagia kami bersama keluarga baru bukan hanya sekedar angan-angan.

bukankah sesuatu yang sudah biasa kemudian menjadi tak biasa itu perlahan menghadirkan rasa kehilangan? karena, sesuatu yang paling menakutkan dalam pertemuan adalah mengikhlaskan perpisahan. dan yang paling menakutkan dari perpisahan itu adalah mengingat kenangan. bukankah kita juga tak bisa memilih, mana cerita yang dihilangkan dan mana yang dipertahankan?

maaf jika egois, tapi sepertinya kata terimaksih itu akan tetap disandingkan dengan maaf yang sudah jelas ketidakpantasannya. 
terimakasih sudah mengajarkan bahwasejauh apapun kaki melangkah, keluarga tetaplah tempat pulang. terimakasih selalu mengajarkan bahwa tidak butuh hal besar untuk bahagia. sesederhana makan mie titi dan semanis Donat Homi.
maaf untuk setiap kata dan sikap yang tak berkenan, untuk janji yang tak terlaksana, untuk masakan yang tak jadi tersedia, dan untuk buletin yang emmmmmm............

bagaimanapun keadaan sekarang dan nanti, sejauh apapun jarak yang harus dilewati, toh perpisahan akan tetap menyakitkan, tapi do'a dan kenangan akan selalu mendekatkan.





salam sayang untuk Keluarga Besar Stasiun Meteorologi Sorong
Najma

Kamis, 25 Juni 2015

24 Juni yang ke 19 Kalinya

bismillah. assalamu'alaikum wr wb
well, selamat tanggal 24 Juni yang ke 19 kalinya Ahmad Fadhlurrohmaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!
mungkin kalian yang baca ini bakal ngira saya ada apa-apa sama cowok ganteng satu ini. ya emang ada apa-apa sih. hehehe
eitssssssssss, nononononono. ini bukan seperti yang kalian kira dan pikirkan.
jadi dia adalah sahabat, abang, partner, adek, dokter,penasehat, saudara dan everything yang gak bisa saya tulis lagi.
dia. fadel namanya. tapi saya manggilnya Bapak.
tuh kan, pasti bakal ngira ada apa-apa lagi. nggak kok nggaaaak. si Bapak ini sudah ada yang punya kok. hehe
apa? cemburu? brokenheart? dimadu? atau apalah namanya. nggak kok, sama sekali nggaaaaaaaaak. saya kenal dia dari jaman SMP. tapi pas SMP, cuma sekedar kenal. kita beda kelas dan pergaulan kami berbeda. hehe
well, masuk ke SMA, kami kenal dari jaman kelas X. dari sebuah organisasi. dan puncak kedekatan kami itu pas kelas XI. yaps, seperti yang kalian tau.
asal usulnya sih pas pelantikan Ketua dan Wakil Ketua Osis 2012/2013 SMA Negeri 3 Mataram. saya manggil dia Bapak Ketos. lha dia malah manggil saya Ibu Waketos. yang makin lha nya, temen-temen dan adek kelas kami malah ikutan manggil kami Pak-Bu -________-
kalo sebut nama Fadel, satu kata buat dia PELIT. ups, tapi kalo menurut dia itu HEMAT.
makhluk yang satu ini labil banget. jadilah saya dan Dwi (member of FND) menjadi penasehatnya.
fadel ini udah dianggep anak sama orangtua saya. khususnya mama. fadel itu selalu ditanyain kalo gak main ke rumah.
"Mbak, fadel mana? suru makan kesini."
"mbak, ini jajannya lebih. bawain buat fadel ya."
"mbak. ajakin fadel makan dirumah ya"
"fadel kemana mbak? ini mama buat jajan kesukaaannya."
"fadel suka jajannya? iya ntar mama bikin lagi."
dan itu baru kalimat mama. belom yg dari bapak. sebenernya kalimat itu ada nama Dwi nya, tapi berhubung ini postingan tentang fadel, jadi..................................... *skip hehe
dan kita deket ya bukan seperti yg lainnya. maksudnya bukan seperti yg kalian pikirkan.
saya posting ini soalnya hari ini dia milad. tadinya mau nelpon si tapi gak ada pulsa. hehe. jadinya ya nulis ini aja.

bismillah..
selamat tanggal 24 Juni yang ke 19 kalinya, Bapak Ketua Osis kesayangan.
semoga sisa umurnya berkah dan bermanfaat. makin tua makin dewasa dan makin hemat ya, tapi jangan pelit.
jangan labil lagi pak, gak ada saya sama uwik. hihi
banyakin dzikir sama ibadahnya ya. jangan lupa sama tugasnya jadi abdi negara yang baik dan mengabdi pada masyarakat. sukses trus. dan saya siap menyaksikan kamu berdiri sebagai Konsulat Jendral Indonesia untuk UK.
sampai jumpa di kesempatan selanjutnya ya. kita bongkar alam Indonesia bareng uwik.
FND membongkar keindahan Indonesia. haha rada alay yak *maap*
lovemissyou, si hemat kesayangaaaaaaaan

dan terakhir, sebelum tulisan ini ditutup, beberapa minggu yang lalu dia sempet main ke Jakarta. dan nyulik saya buat nemenin dia jalan-jalan seharian. kasian, katanya udah 5 kali main ke Jakarta, tapi baru pas sama saya dia bisa jalan-jalan. duh pukpuuuuk.semoga menyenangkaaaan. tungguin saya yang minta ditemenin jalan-jalan di bandung ya.

udahan ya, sampe sini dulu tulisannya.
sekali lagi Fadel itu udah jadi sahabat, abang, partner, penasehat, dokter, adek, dan masih banyak lagi.
afwan wa jazakumullahu khoyron katsir..
^_^

 
 almamater kebanggaan di sekolah kesayangan yang memberikan banyak kenangan

 edisi Kota Tua

kitanya abis nyari komodo di Ragunan




Minggu, 24 Mei 2015

Salam rindu..

Karena, rindu itu tidak terukur dari
jarak.
Tapi, karena rasa sayang serta selalu
ingin bersama. Langsung ataupun
tidak.
Dan, salah satu bagian dari kata rindu juga bahagia dalam setiap detik hari-hari ku itu...kalian. iya, kalian tiga orang yg disetiap postinganku aku selalu mengatakan tiga orang jelek yang ngangenin!
Thanks for being here, kakak-kakak jelek ♥
Dari kami. Oleh kami. Untuk kalian.
Salam rindu, hndrndy..
Yogyakarta, 22 Mei 2015
^_^

Senin, 04 Mei 2015

Anak Pantai (?)

assalamu'alaikum wr wb.
hai kalian, selamat datang di bulan Mei. semoga di bulan ini kita bisa lebih baik lagi dari sebelumnya ya. aamiin
setelah nyelesein semua kerjaan anak kost, dan tadinya mau ke kampus buat BINSIK, alias pembinaan fisik, tapi ujan dan akhirnya dibatalin ke kampusnya. nah, alhasil hari ahad ini akunya nganggur total. hehe
ini foto-foto pas liburan aku kemaren. Pulang ke Lombok dong. hehe
di edisi postingan ini, ada sahabat aku. sahabat yang udah kayak saudari sendiri. kenal deket dari jaman SMP. dan setelah maksa dia buat ngosongin jadwal, aku berhasil nyulik dia. namanya Baiq Megha Hikmah Septa Mila. aku manggilnya Ega. si akhwat yang selalu ngaku jadi soulmatenya Shinichi Kudo (apabangetdeh -_-"). gak cuma sama Ega aja, perginya juga sama dua orang yang ngintilin aku, hihi. sebut saja namanya Milimeter dan Kaitto. dua orang yang ahli banget nyulik aku dari rumah dan akhirnya ilmunya aku terapin buat nyulik Ega. hihi
ini ada pantai Pandanan, dan bukit Malimbu. jangan jatuh cinta ya. ntar malah pengen ke Lombok.
Jangan ke Lombok, ntar kalian gak mau pulang lho.. hehe
soalnya, Lombok itu sebuah Pulau yang pantas disebut sebagai serpihan surga yang jatuh ke Bumi Pertiwi
^_^



Egaaaa ({})

Pantai Pandanan..

anak ilang (?)

*cumabisasenyum

see? keren kan!

susur pantai guys :)

unguuuuuuuuuu~

culik aja lamalama, aku rapopo :D

percaya gak percaya, botol ini sampai ke kosan ku di Tangerang. namanya, Pantai dalam botol.
makasi yang udah ngasi ini ^_^

nah ini bukit malimbu..

sebut saja namanya Kaitto..

aku sama Ega. ini beneran Candid. hehe

jangan mau terjun yaaa..

ayooo pulaaang, mendung Nak. huhu

Meluncuuuuuurrrrrrrrrr. pulang ke rumah. udah ditungguin buat makan duren. hehe


NB: semua foto ini karyanya si duo penculik. Milimeter and Kaitto. thanks for amazing pictures, Kak. thanks for beautiful pictures, Bang..
^_^

Selasa, 23 Desember 2014

Duapuluhdua desember yang berbeda..

Halo bun,
Apa kabar?
Ah, rasanya ganjil sekali melontarkan itu. Kita satu rumah, namun jarang kutanyakan kabarmu.
Anak macam apa aku ini. Makanan yang kau sediakan di atas meja tak lantas membuatku peduli kabarmu saban hari. Maaf ya,

Bun.
Mungkin kita jarang berbicara. Saat membuka mulut pun, hanya adu argumen yang ada. Rasanya susah sekali menahan diri. Apapun yang ada di kepala, aku lontarkan semua. Begitu
terucapkan, aku hanya bisa menyesal.
Bunda mungkin sudah biasa. Menghadapi ego dan kesoktahuan anaknya. Dari dulu, pikirmu. Tidak apa-apa. Engkau tersenyum, dan tersenyum saja.

Bundaku yang cantik,
Apa aku boleh bertanya? Bagaimana bentukku saat aku keluar dari rahimmu? Aku penasaran, Ma. Hanya bisa kubayangkan sakitnya. Dari situ pikiranku melanglang: ketika 9 bulan membawaku, hal-hal ganjil apa saja yang kulakukan terhadapmu? Bagaimana perasaanmu ketika tahu rasa sakitmu sebagai ibu tak hanya kau derita saat melahirkan saja?Dari situ aku bisa mengerti, betapa sabar dirimu selama ini.

Tapi harus kuakui. Kadang memang aku heran pada sikapmu. Bunda pernah marah-marah ketika aku main ke rumah teman sampai jam 10 malam. Bunda sibuk meneleponku untuk pulang, padahal aku sudah bilang berkali-kali bahwa aku aman. Aku tahu bunda takut terjadi apa-apa denganku di jalan. 

Bun, sebenarnya ada banyak hal yang ingin kusampaikan. Tapi aku terlalu malu untuk mengatakannya langsung. Aku takut melihatmu menangis. Aku tidak tahan melihat air matamu keluar. Apalagi ketika aku harus pergi ke tempat yang jauh dari rumah. Saat aku hendak berkelana sementara, bunda membuktikan perhatian dengan mempersiapkan barang bawaan untukku. Sayangnya, terkadang aku sendiri bingung barang-barang itu harus aku apakan.
“Ini bunda siapin selimut. Bawa ya!”
“Aduh, ntar beli aja di sana. Berat tauk ma!”
Aku masih ingat itu. Aku menolak barang-barang yang sudah kau siapkan untukku. Hanya ketika mau berangkat, aku mengangkutnya ke bagasi. Dengan berat hati, dan separuh mencak-mencak tak mengerti.
Namun saat jauh, aku rindu padamu.Ah… Untunglah ada barang-barang ini. Kupeluk saja selimut yang bunda siapkan. Aku tidak jadi kedinginan.

Bun,
Bolehkah aku bertanya tentang impianmu saat muda dulu? Ketika umur 5, 10, atau seumurku, cita-cita apa yang sebenarnya bunda gantungkan? Dokterkah, layaknya anak-anak pada umumnya? Atau malah bunda punya cita-cita yang lebih unik, seperti fotografer dan penulis buku?
Maaf ya bun, karena keberadaanku, bunda harus rela mengambil apapun kesempatan berkarya yang ada, dan bekerja 2 kali lebih keras dari seharusnya.

Ya,
Aku melihatmu sebagai seorang pekerja keras. Bahkan tugas-tugas rumahan sebenarnya menyedot banyak tenaga dan waktu luang. Pagi-pagi sekali, bunda harus bangun untuk memasak sarapan. Selanjutnya, bunda harus menyiapkan peralatan sekolahku dan adik2. Bunda harus berbelanja agar di rumah ada yang bisa dimakan. Kadang, kalau aku sedang rajin aku akan berusaha membantumu semampuku. Iya, bunda banyak bertanya. Pertanyaan bunda pun sebenarnya selalu sama: “Sudah makan belum?”, “Sudah sholat?” Kalau aku menjawab “belum”, nada bicaramu langsung berubah dan sifat cerewetmu mulai keluar.

Bun, wajahmu mulai menua. Mulai ada keriput disana, membuatku sadar ragamu tidak sekuat dulu. Penyakit mulai mengerogoti tubuhmu. Aku pun pernah harus melihatmu terbaring di atas tempat tidur. Tapi kau malah tetap tersenyum dan menanyakan apa aku sudah makan.

Izinkan aku mengatakan sesuatu yang belum sempat kusampaikan langsung. Aku tidak tahu kapan kita akan berpisah. Ada saatnya, aku akan mengantarkanmu ke tempat peristirahatan terakhirmu. Atau mungkin saja bunda yang mengantarkanku. Apapun akhirnya, akan ada saat dimana kita berdua harus rela. Kapanpun itu, hanya Yang Disana yang tahu. Aku hanya ingin mengingat bahwa kita pasti kembali bertemu.

Mama, Ibu, Ibundaku…
Terima kasih sudah memutuskan memilikiku. Terima kasih sudah memperkenalkanku pada dunia. Terima kasih sudah mengajarkanku apa arti perjuangan.
Maafkan anakmu ini: yang selalu membuatmu was-was, yang selalu bertindak semrawut, yang tak cukup sering menyapu rumah…ah!
Aku hanya bisa berharap untuk terus bisa memberikan yang lebih baik lagi untukmu. Secerewet apa pun dirimu, bunda tetap wanita nomor satu bagiku.
Aku tidak bisa memilih siapa yang menjadi ibuku. Bunda pun tak tahu anak seperti apa yang akhirnya lahir dari rahimmu.  Tuhan yang mempertemukan kita.
Aku bersyukur bisa berkenalan dengan bunda. Tersenyumlah, bun.
Penggemar beratmu nomor satu,
Anakmu.








NB:
hasil begadang bareng si Mba. berhubung kami nggak kreatif jadinya hasilnya kayak buatan anak TK ya. malah lebih bagus buatan anak TK sepertinya. hehe
terimakasih untuk duapuluhduadesember tahun ini, walaupun Hari Ibu pertama di tanah rantau, tapi nggak sendiri merasakannya dan ada yang bisa dilakuin.
welcome to Ibukota, Mba
^_^

Kamis, 18 Desember 2014

Surat Untuk Sekolahku...


Tangerang Selatan, Kamis, 18 Desember 2014

Bismillah..
Assalamu’alaikum wr wb
Tak terasa, 41 tahun sudah kini umurmu. 41 tahun sudah kau mencetak kader penerus bangsa. 41 tahun sudah kau menjadi saksi kisah kami yang indah, kisah yang saat ini menjadi kenangan tak terlupakan. 41 tahun sudah kau berdiri kokoh menjadi tumpuan perjuangan menuntut ilmu.

Terlalu banyak kisah disana. Sebuah bangunan sederhana yang bernama SMA Negeri 3 Mataram. Tak seserhana bangunannya, tak sesederhana namanya. Tempat ini terlalu istimewa, begitu tertanam di lubuk hati. Terasa bangunan ini memiliki jiwa yang entah sampai saat ini masih terasa memanggil untuk diperhatikan atau hanya sekedar untuk dikunjungi. Sayang, jarak kita kini terlalu jauh.

Banyak hal yang tak bisa diungkapkan dengan kata. Banyak hal yang bisa dilakukan namun dibatasi oleh jarak. Banyak hal yang hanya bisa terpikirkan dan tersimpan rapi begitu saja. Ada rasa ingin memberontak, namun apa daya, kini semua serba terbatas. Terbatasi oleh sebuah kata yang bernama JARAK.

Beginikah rasanya? Ingin hadir diperayaan Ulang Tahun mu namun terbatasi oleh jarak?
Beginikah rasanya? Ingin ikut memeriahkan namun hanya bisa memandangi foto-foto yang diupload orang lain?
Brginikah rasanya? Ingin ada diantara mereka, namun hanya bisa mendengar cerita-cerita saja?
Beginikah rasanya? Ingin ini ingin itu namun serba terbatasi?
Apapun keadaannya, tak ada alasan yang bisa membatasiku untuk tetap mendoakanmu kan?
Mendoakanmu agar tetap jaya. Mendoakanmu agar semakin di hati. Mendoakan semua yang terbaik tentangmu kan?


walau raga ini tak sedang disisimu saat ini. walau tak hadir langsung memeriahkan peringatanmu. walau tak ikut menorehkan cerita secara langsung di tahun ini, namun di jarak kita yang berjauhan saat ini, aku akan selalu mempedulikanmu, dan berharap mereka yang saat ini sedang disisimu, mereka bisa jauh lebih memedulikanmu dari kami yang sedang berada jauh disini. peduli kami, terlalu peduli.

Terimakasih untuk setiap sudut yang menjadi kisah indah. Terimakasih untuk setiap jengkal yang menjadi saksi kenangan manis. Terlalu banyak hal yang tak bisa diungkapkan disini, cukup tersimpan rapi di hati. Sekali lagi, terimakasih smanti…

Salam rindu,

Najma
X 4
XI IPA 1
XII IPA 1







Senin, 07 April 2014

My Lovely Brother

Bismillah..
Selamat Shubuhaaaan untuk wilayah Kekeri dan sekitarnya. Hehe
kali ini gue mau ngeshare sesuatu yang singkat tentang semalen. Iya, obrolan gue sama adeq kandung gue, Restu.

Ini kisahnya di kamar gue. Disela-sela gue belajar. Obrolan singkat tapi ngena bangeeet. Tumben kamu gini, deq.

A: Mba, kapan mba UN?
N: Minggu depan deq. Kenapa?
A: trus mba berangkat kapan?
N: *diamtanpakata...
A: jawab mba. Kapan mba berangkat?
N: beberapa hari habis UN, deq
A: lama?
N: mungkin..
A: apeeee. ndaq mba ajak adeq? Sama siapa mba berangkat?
N: kan adeq sekolah. Masa mau ijin. Mba berangkat sendiri deq.
A: apeeee
N: loh kenapa lagi?
A: cepetnya mba berangkat. Knpa mba brgkt kesana? Kenapa ndaq disini aja? dong ndaq ada yg nemenin adeq rebutan apapun. Ndaq ada yg ditanyain, kok mba belum pulang?
N: *jleb. Diem*

Trus adeq gue langsung keluar kamar gue. Ah deeeq, bahasamu keren. Mentang lagi masa puber ye? Haha.

Deq, Kamu bisa jadi orang paling ngeselin. Ngemalesin. Nyenengin. Sering ngaduin ke bapak mama. Tapi kamu bisa jadi yang paling memahami mba. Makasi ya buat obrolannya. Mungkin kamu ngerasa obrolan kita biasa aja. Tapi mba ndaq deq. Makasi banyak ya, sayang. Loveyou!
^_^

Sabtu, 15 Maret 2014

14 yang ke-18

bismillah.
assalamu'alaikum wr wb. selamat tanggal empatbelasmaret untuk yang ke delapanbelaskalinya, penggila chokichoki.
^_^

alhamdulillah, tak terasa delapan belas tahun sudah saya hadir di dunia ini. waktu yang sudah seharusnya saya belajar lebih banyak dan lebih baik lagi. terimakasih ya Allah atas nikmat umur yang masih Engkau berikan. semoga diumur yang sekarang makin bisa jadi lebih baik dari sebelumnya. makin deket sama Allah. bisa bahagiain orang tua. lulus SMA dengan nilai yang tinggi. dapet pendidikan yang lebih baik setelah ini. bisa ngebuat mereka tersenyum. banyak harapan diumur yang kata orang sudah dewasa, dan semoga saya bisa menjadi dewasa sesuai umur saya. aamiin allahumma aamiin.

banyak cerita yang ada ditanggal empatbelasmaret. dari yang kebiasaan sakit ditanggal ini, dikerjain anak sekompleks, dibully sepupu-sepupu jelek, dibuat nangis sama si couple itu, sampai didatengin anak smanti. dan yang paling wow ditahun ini, gak cuma mereka aja yang ngasi sesuatunya buat saya, tapi sekolah juga ngasi hadiah. Naik Haji Gratis. well, walaupun itu termasuk ujian praktek, manasik haji namanya, tapi itu berarti banget. gak bisa dilupain. 

pagi tadi seperti biasa, ketemu Pak Wiq sama kepsek depan lobby, dan entah beliau-beliau tau darimana tentang harilahir saya, beliau ngucapin.
"Mba Nindya, selamat hari lahir ya, semoga lulus UN dan diterima di PTN yang diinginkan. pak guru tunggu traktiran bakso sama cendolnya. hahaha" Pak Wiq
"selamat ulang tahun ya, Nak. semoga panjang umur. sekolah memberikan hadiah ini untuk Najma, Naik Haji Gratis, diterima ya..." Kepala Sekolah
yaelaaah, ini kaget banget dah. diucapin sama beliau-beliau itu waw banget rasanya. ini kepsek juga ngelawak pagi-pagi. hehe
dan pak wiq, yah emang selalu dua hal itu favorit beliau. dulu, pas saya masih menjabat, ini selalu jadi hidangan wajib di ruangan wakasek. entah itu disaat saya konsultasi tentang organisasi saya ataupun ketika saya cuma duduk ngadem doang dan ngobrol bahkan main-main sama wakasek-wakasek yang ada. hoho
terimakasih pak Wiq, makasi pak Hudri. makasih smanti.

makasi banyak buat yang sudah ngucapin. makasi yang sudah dateng ke rumah. makasi banget buat kalian semua yang sudah inget tanggal lahir saya dan selalu ada untuk saya. sekali lagi, terimakasih.
loveyou
^_^


 

 

 










jejak 14maret dari mereka :')