bismillah..
selamat malam menjelang pagi (masih) dari kota Sorong.
383 kali fajar dan senja yang sudah dilewati. bohong besar jika hanya terlewatkan begitu saja tanpa kesan dan tanpa warna.
rasanya tak pantas menyandingkan kata terimakasih dan maaf untuk setiap hal yang sudah dilalui. untuk setiap hal yang meninggalkan jejak, yang mengajarkan arti kebersamaan. yang lagi-lagi membuktikan bahwa keluarga bukan hanya terjalin karena darah maupun daerah. dan tak pernah lelah untuk menciptakan cerita indah.
lagi-lagi bohong jika semua terasa biasa saja, ketika waktu semakin sempit, ketika kebersamaan yang nyata perlahan sirna. ketika pagi datang, disaat itu kami kan menghilang. hanya bersama kenangan. tetapi yang jelas, bahagia kami bersama keluarga baru bukan hanya sekedar angan-angan.
bukankah sesuatu yang sudah biasa kemudian menjadi tak biasa itu perlahan menghadirkan rasa kehilangan? karena, sesuatu yang paling menakutkan dalam pertemuan adalah mengikhlaskan perpisahan. dan yang paling menakutkan dari perpisahan itu adalah mengingat kenangan. bukankah kita juga tak bisa memilih, mana cerita yang dihilangkan dan mana yang dipertahankan?
maaf jika egois, tapi sepertinya kata terimaksih itu akan tetap disandingkan dengan maaf yang sudah jelas ketidakpantasannya.
terimakasih sudah mengajarkan bahwasejauh apapun kaki melangkah, keluarga tetaplah tempat pulang. terimakasih selalu mengajarkan bahwa tidak butuh hal besar untuk bahagia. sesederhana makan mie titi dan semanis Donat Homi.
maaf untuk setiap kata dan sikap yang tak berkenan, untuk janji yang tak terlaksana, untuk masakan yang tak jadi tersedia, dan untuk buletin yang emmmmmm............
bagaimanapun keadaan sekarang dan nanti, sejauh apapun jarak yang harus dilewati, toh perpisahan akan tetap menyakitkan, tapi do'a dan kenangan akan selalu mendekatkan.
salam sayang untuk Keluarga Besar Stasiun Meteorologi Sorong
Najma