"Berterima kasihlah kepada dirimu
sendiri, ia yang selama ini sudah berjuang, berlelah, bertahan, terhadap semua
kekhawatiran, ketakutan, dan segala bentuk ketidakpastian. Ia yang sudah
terbiasa belajar, meski tak kunjung bisa. Ia yang sudah terbiasa mendengar,
meski masih keras kepala. Ia yang sudah mau melakukan segala sesuatu yang kamu
pikirkan. Berterima kasihlah kepada dirimu sendiri, yang sudah bisa memaafkan
dan menerima, bahwa dirimu, memang layak untuk kamu cintai. Tak pernah terpikir
lagi untuk menjadi 'orang lain'." - Kurniawan Gunadi
Kadang, kita berlomba menjadi 'orang lain' agar sesuai dengan kemauan orang, agar disenangi, agar
mendapatkan perhatian, bahkan mendapatkan pengakuan. Padahal dengan begitu sama
saja membohongi diri, mendzolimi diri, tanpa benar-benar menjalani arah dan
tujuan yang sesungguhnya.
Pun, Saya begitu.
Terima kasih diri, sudah terus
belajar sabar dan ikhlas, walau susah payah dan masih belum maksimal. Terima kasih
sudah belajar menerima keadaan, walau harus melewati hal-hal sulit. Terima kasih
sudah selalu pulih, walau harus tersakiti berulang kali.
Bukankah pengharapan sejati
hanya pada Yang Memiliki Hati?
Jangan terus-terusan sakit,
jangan enggan untuk bangkit.
Jangan ingin terus berbalik, karena diri ini berhak mendapatkan yang lebih baik.
Terima kasih diri sudah mampu melangkah sampai saat ini, semoga sampai nanti.