Sabtu, 05 Desember 2020

Kamu (dan/atau kita) di Penghujung 2020

Teruntuk kamu (dan/atau kita) yang sedang berjuang dalam ruang ketidaknyamanan..


Kadang, ketidaknyamanan menuntut kita untuk berjuang lebih keras dan totalitas. Tak jarang over thinking datang menyapa di tengah aktivitas. Semakin lama berevolusi menjadi depresi yang juga menguras hati.

Susah, resah, gelisah, tak tentu arah. Semua menyatu, membatu dalam qalbu.

Aku tahu, ini salah satu fase yang harus kita lewati. Sesal tak akan menyelesaikan masalah. 

Adalah sebuah hal yang wajar jika lelah. Karena kamu (dan/atau kita) manusia. Menangis bukan tanda kita lemah. Menangislah, sekuat, sebisa, dan selama yang kamu inginkan. Kemudian, langitkan do'a-do'a terbaik selagi membumi. Allah Maha Mendengar. Jangan terus-terusan merasa sakit, dunia ini sedang menunggu kamu (dan/atau kita) bangkit.

Aku yakin, Allah sedang ingin berdekatan dengan kita. Bukankah kita seringnya lebih mengingat Allah dikala susah? Allah..

Aku yakin, Allah pun yakin jika kita pasti kuat menjalani dan melewati ini semua. Allah pasti sudah menyiapkan sesuatu yang indah dan terbaik di ujung jalan ini.


Jalani. Nikmati. Syukuri.

Usahakan. Do'akan. Pasrahkan.

Allah dulu. Allah terus. Allah selalu.