Kamis, 09 Juli 2020

Pulang

Pulang..
Sebuah kata yang sangat berarti untuk kami para anak rantau. Sebuah kata yang selalu dinanti setiap waktu. Sebuah kata yang tidak peduli seberapa memusingkannya keadaan saat itu, akan selalu bahagia seketika dengan mendengar pun hanya memikirkannya. Banyak hal yang harus dilalui dan diperjuangakan hanya untuk kata yang begitu bermakna ini.
Kadang, ketika rasa lelah melanda, kata ini akan menghapus semua letih yang terasa. Kata yang akan menghadirkan senyuman dan mengganti kerutan di kening. Kata yang akan menghadirkan senyuman bahkan di tengah air mata.

Pulang..
Sebuah kata yang mengajarkan kami anak rantau untuk menghargai waktu sesempit apapun itu. Kata yang berhasil mengajarkan arti bersyukur ditengah kesempatan, pun kesempitan. Kata yang lagi-lagi mengajarkan seberapa berartinya keluarga.

Pulang..
Aku ingin pulang, memangkas jarak, menuntaskan rindu.


Minggu, 24 Maret 2019

Terima Kasih, Diri :)

"Berterima kasihlah kepada dirimu sendiri, ia yang selama ini sudah berjuang, berlelah, bertahan, terhadap semua kekhawatiran, ketakutan, dan segala bentuk ketidakpastian. Ia yang sudah terbiasa belajar, meski tak kunjung bisa. Ia yang sudah terbiasa mendengar, meski masih keras kepala. Ia yang sudah mau melakukan segala sesuatu yang kamu pikirkan. Berterima kasihlah kepada dirimu sendiri, yang sudah bisa memaafkan dan menerima, bahwa dirimu, memang layak untuk kamu cintai. Tak pernah terpikir lagi untuk menjadi 'orang lain'." - Kurniawan Gunadi

Kadang, kita berlomba menjadi 'orang lain' agar sesuai dengan kemauan orang, agar disenangi, agar mendapatkan perhatian, bahkan mendapatkan pengakuan. Padahal dengan begitu sama saja membohongi diri, mendzolimi diri, tanpa benar-benar menjalani arah dan tujuan yang sesungguhnya.

Pun, Saya begitu.

Terima kasih diri, sudah terus belajar sabar dan ikhlas, walau susah payah dan masih belum maksimal. Terima kasih sudah belajar menerima keadaan, walau harus melewati hal-hal sulit. Terima kasih sudah selalu pulih, walau harus tersakiti berulang kali. 

Bukankah pengharapan sejati hanya pada Yang Memiliki Hati?
Jangan terus-terusan sakit, jangan enggan untuk bangkit.
Jangan ingin terus berbalik, karena diri ini berhak mendapatkan yang lebih baik.


Terima kasih diri sudah mampu melangkah sampai saat ini, semoga sampai nanti.




Minggu, 02 Desember 2018

Esok untuk Latifa Widiannisa


bismillah..
selamat tanggal 2 Desember (-biasa doi nyebut DUDE), Beh.
semoga sisa umurnya berkah dan bermanfaat. makin tua makin dewasa dan makin shaliha, ceria terus ya!
jangan labil-labil yaa, hihi
banyakin dzikir sama ibadahnya ya. jangan lupa masih ada amanah untuk ummat dan masyarakat ya sayang.
sampai jumpa di kesempatan selanjutnya ya. kita terus belajar dan berproses bareng.
semoga keistiqomahan selalu menyertai Bebeh dimanapun dan kapanpun.

lovemissyou, Bebeh kesayangaaaaaaaan

Beh, banyak orang mendo'akan 'bahagia selalu ya', tapi itu gak mungkin. Allah itu akan cobaan terus ka buat hamba-Nya. dan hidup itu pasti ada susah dan sedihnya. tapi apapun itu, semoga Bebeh terus dilapngkan dadanya, ditipiskan bahkan bisa menghabiskan egonya. bukankah semakin tinggi ujian seseorang dan bisa melewatinya, Allah akan menaikkan derajatnya?

Beh...
ESOK, kekecewan dan kesedihan hari ini membuat kita tersenyum. tersenym karena kita mengerti dan memahami mengapa kesedihan dan kekecewaan itu harus kita alami dari hari ini. kita bersyukur bahwa apa yang terjadi hari ini mengantarkan kita kepada kebahagian yang hakiki.
ESOK, segala penolakan yang kita terima membuat kita tersenyum. tersenyum karena kita menyadari bahwa penolakan ini membuat kita menemukan apa yang sejatinya untuk kita. kita menemukan ketulusan yang kita cari susah payah hari ini.
ESOK, segala pengorbanan kita membuat kita lega karena tiada yang sia-sia dari sebuah perjuangan. kita menyadari bahwa apa yang sedang kita korbankan hari ini, entah itu waktu, tenaga, bahkan perasaan, seluruhnya tergantikan dengan sesuatu yang tak terduga. dan itu membuat kta merasa pengorbanan ini terasa sangan berharga.
ESOK, kita telah sampai pada jawaban dari pertanyaan-pertanyaan hidup kita hari ini: Menjadi apa nanti? siapa pendamping hidup kita? berapa anak kita? kerja dimana? tinggal dimana? dan segala pertanyaan yang membuat kita resak. kita memahami bahwa keresahan itu membuat doa-doa kita lebih memilii kekuatan, lebih tulus, dan lebih berserah.
ESOK, apa yang terjadi dalam hidup kita hari ini akan kita pahami esok hari. terus melangkah, mesti melelahkan, meski menyita perasaan. tujuan itu tidak akan kemana-mana. jangan berhenti, nanti tidak sampai.

-Esok, Kurniawan Gunadi. dalam bukunya yang berjudul Lautan Langit.

udahan ya, sampe sini dulu tulisannya.
selamat mengaamiinkan segala doa terbaik ya beh. peluk hangat cium kasih sejuta rindu.
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Beh.
^_^