Kamis, 30 Mei 2013

Ngiseng...

sedang gak ada kerjaan..
so, buat ngisi waktu kosong gue, gue ngelakuin sesuatu yang menurut gue supergakjelas.
dan, gue jga ngiseng share kerjaan gak jelas gue beberapa menit yang lalu.
don't comment and don't judge..
it's nothing..
just for fun..
thank you..
^_^



 




*postingansupergakjelaspula*




My Bellow

assalamu'alaikum wr wb...
selamat malaaaaam....
sudah lama ya gak nulis. maklum sibuk semesteran nih.. hoho
tapi, sekarang lagi free.
alhamdulillah tadi udah belajar, jadi tinggal ngulang aja..

oke, kali ini nindya mau ngeshare salah satu orang yang cukup berarti buat nindya. kalo sebelumnya ada bdaa, adtk, kk, dan abg..
kali ini selain mereka...
masih inget ANA kan? Atma Nindya Alind?
yep, kali ini tentang kak Atma..

namanya Dina Atmayani. ini orang gilaaaaaaa, seriusan. haha. seperti yang lainnya, nindya gak pernah tau alasan nindya nyaman sama orang. yaaaa termasuk sama kak Atma. faktorsamagilanyamungkinhaha.

awal kenal sama kak Atma itu disalah satu organisasi di sekolah nindya. pas itu ngerasanya biasa aja sih. nothing special. ngerasa specialnya sama kak atma itu yaaa dari tahun ini. semenjak misi Atma Nindya Alind itu. nindya juga gak nyangka bisa senyaman ini sama kak Atma.

oh iya, tadi ketemu kak Atma di sekolah. trus berduaan. haha. berduaannya di sudut tigabelasmaret, alias sudut yang sama sewaktu h-3 dua bulan lalu. haha. kak atma langsung ngeliat moviemaker yang waktu itu nindya kasi. untungnya kak Atma gak nangis ya ngeliat itu. gak kaya alinindya. iya, diantara kita bertiga ya kak Atma yang paling. paling gaje. paling gila. paling bellow alias tinggi *setinggitianglistrik,hoho. daaan, paling tegar alias paling jarang nangis. kak atma gak secengeng alinindya. haha

selain nonton moviemaker bareng, tadi makan kentang sama teh delfi jugaaaa. yep, masih di sudut yang sama. kak Atma kaya anak kecil, disuapin. untung gak diminumin juga. hoho
trus abis itu saling bongkar hape. ujungujungnya kak Atma baca buku telarang punya nindyaaaaa....
aaaa kak atma iniiiii -_- kak atma itu orang yang pertama baca. jelas-jelas ada tulisannya, don't read, eh malah dibaca. gubrak!

well...
hai kak Atma..
emm makasi kak, makasi buat beberapa bulan ini. buat segala kenyamanan ini. makasi udah jadi kakak yang gila tapi pengertian dan perhatian. makasi buat siang tadi. semangat yaa buat Poltekesnya. semoga diterima. aamiin.
oh iya, kalo udah kuliah harus bisa mandiri dari Bapak Mama kak, kan udah gedeee.. 
jangan berubah yaaaa. maaf buat segala kekurangan dan ketidaksempurnaan nindya. he
thanks for every sweet memories kak. 
do'ain nindya nyusul kk tahun depan yaaaaaa..
makasih kak Atma bellooooow..
Nindya sayang Kak Atma..
Loveyou. muah!
^_^


 yang di tengah, gue jadiin avatar twitter sama pp pesbuk gue. haha

keliatan kan gilanyaaaa, hoho

oke, gue mau lanjut belajar. besok fisika mameeen.. 
bye!
wassalamu'alaikum wr wb :'D

Minggu, 26 Mei 2013

Dia Bidadariku #6

Reni menghabiskan masa liburannya hanya di kost. memang, hari-hari libur seperti ini Reni lebih banyak di kost. tak heran jika Nadia menjulukinya Putri Koster.
sebenarnya Reni bukan orang yang sangat suka menyendiri. tapi Reni belum punya kendaraan untuk kesana kemari mengelilingi kota Bandung. kuliah pun pulang pergi Reni mengandalkan kakinya. itu sebabnya Reni lbih sering di kost.

"hallo..assalamu'alaikum Yah...." Reni menerima telpon dari Ayahnya.
"wa'alaikumussalam, apa kabar nak?"
"alhamdulillah baik. ayah kapan kesini?"
"afwan sayang, ayah gak bisa dateng. mendadak ayah ada kerjaan yang harus di selesaikan. jadi ayah dan ibu tidak jadi kesana."
"yah ayaaah. padahal aku pengen bgt ketemu ayah ibu. kalau aku yang pulang gimana yah?"
"jangan nak, nanggung. liburan kamu kan tinggal seminggu lagi. insyaAllah setelah kerjaan ayah selesai, ayak ibu akan kesana menemuimu."
"tapi yaaaah..."
"sudahlah gak papa, ada Allah yang bersamamu sayang. Allah pasti bisa menjaga dan menemanimu tiap detik."
"iya yah, ibu mana yah?"
"ibu ada tu sedang ngelonin adikmu."
"yasudah yah, salam kangen aja untuk ibu ya. doakan aku berhasil dan bisa membanggakan kalian."
"iya sayang, insyaAllah. jangan lupa makan. sholatnya jangan sampai bolong ya."
"oke yah. insyaAllah aku bakal tetep ngejalanin apa yang sudah Allah perintahkan."
"baiklah kalau begitu, hati hati ya nak. assalamu'alaikum wr wb."
"wa'alaikumussalam wr wb."
Reni menjatuhkan tubuhnya di kasur. menenggelamkan wajahnya di balik bantal. Reni terisak. ia sangat rindu orang tuanya. ada perasaan kecewa yang ia rasakan. tapi Reni tak bisa berbuat apa-apa. toh ayah bekerja juga untuk aku kan. batinnya mulai mencoba memahami posisi ayahnya.

"terus aku harus ngapain seminggu ini? yaAllah..."

Nadia sedang pulang kampung. begitu juga halnya dengan teman-teman Reni yang lain. jadi Reni hanya menghabiskan masa liburannya sendiri.


sore itu, matahari sedang bersinar cerah. tak ada tanda-tanda hujan. Reni melangkahkan kakinya menyusuri jalanan Ramai pusat kota Bandung. berharap ia menemukan sesorang yang bisa mengajaknya ngobrol. dan benar saja, ketika Reni sedang membeli ice cream, dia bertemu seseorang.

"assalamu'alaikum wr wb ukhti...." sapa seseorang tersebut.
"wa'alaikumussalam." Reni mendongakkan kepalanya dari box icecream itu. "loh, Mas Rian. kok bisa disini?" tanya Reni dengan berusaha menutupi wajah kegetnya.
"iya, aku sedang beli ice cream favoritku. nih.." jawab rian sambil menunjukkan dua buah ice cream di tangannya.
"oooo begitu.. emmmmm....." Rani mengalihkan pandangannya. ia kembali sibuk mencari ice cream favoritnya.
"kamu nyari ice cream yang mana Ren? belum ketemu?"
"yang ini, Mas..." sambil menunjuk gambar ice cream yang ada di depan mereka.
"waduh, itu kan yang sedang aku pegang ini. kamu suka ini juga ya? tadi memang sisa dua, makanya aku langsung beli duaduanya. hehe"
Reni tersenyum.
"nih, kalo gitu satu buat kamu aja." Rian menyodorkan ice cream itu di hadapan Reni
"nggak deh, Mas. aku ambil yang lain aja. itu buat Mas Rian aja."
"ah kamu bandel. nih pegang." Rian meminta dan memaksa Reni untuk memegang dua ice cream itu. "Ayo kita ke kasir." ujar Rian sambil mengisyaratkan Reni untuk mengikutinya.
"lohloh.. ta..tapi Mas...." 
belum sempat  Reni menyelesaikan omongannya, Rian sudah menarik tas Reni.

"yaudah bayar." 
"loh aku yang bayar mas?"
"iya, kamu yang bayar. aku kan udah ngijinin kamu buat minta satu ice cream ini. jadi kamu yang bayar"
"yeee enak aja. mas dong yang bayar. satu lagi, aku gak minta, mas sendiri yang mau ngasi ini."
"ah bawel, udah bayar aja. repot banget. aku tunggu di luar."
Rian meninggalkan Reni di kasir.

"jadi ini sifat ikhwan yang selalu jadi pembicaraan akhwat di kampus. astaga. nyusahin aja." Reni mulai protes dalam hatinya.