Minggu, 02 Desember 2018

Esok untuk Latifa Widiannisa


bismillah..
selamat tanggal 2 Desember (-biasa doi nyebut DUDE), Beh.
semoga sisa umurnya berkah dan bermanfaat. makin tua makin dewasa dan makin shaliha, ceria terus ya!
jangan labil-labil yaa, hihi
banyakin dzikir sama ibadahnya ya. jangan lupa masih ada amanah untuk ummat dan masyarakat ya sayang.
sampai jumpa di kesempatan selanjutnya ya. kita terus belajar dan berproses bareng.
semoga keistiqomahan selalu menyertai Bebeh dimanapun dan kapanpun.

lovemissyou, Bebeh kesayangaaaaaaaan

Beh, banyak orang mendo'akan 'bahagia selalu ya', tapi itu gak mungkin. Allah itu akan cobaan terus ka buat hamba-Nya. dan hidup itu pasti ada susah dan sedihnya. tapi apapun itu, semoga Bebeh terus dilapngkan dadanya, ditipiskan bahkan bisa menghabiskan egonya. bukankah semakin tinggi ujian seseorang dan bisa melewatinya, Allah akan menaikkan derajatnya?

Beh...
ESOK, kekecewan dan kesedihan hari ini membuat kita tersenyum. tersenym karena kita mengerti dan memahami mengapa kesedihan dan kekecewaan itu harus kita alami dari hari ini. kita bersyukur bahwa apa yang terjadi hari ini mengantarkan kita kepada kebahagian yang hakiki.
ESOK, segala penolakan yang kita terima membuat kita tersenyum. tersenyum karena kita menyadari bahwa penolakan ini membuat kita menemukan apa yang sejatinya untuk kita. kita menemukan ketulusan yang kita cari susah payah hari ini.
ESOK, segala pengorbanan kita membuat kita lega karena tiada yang sia-sia dari sebuah perjuangan. kita menyadari bahwa apa yang sedang kita korbankan hari ini, entah itu waktu, tenaga, bahkan perasaan, seluruhnya tergantikan dengan sesuatu yang tak terduga. dan itu membuat kta merasa pengorbanan ini terasa sangan berharga.
ESOK, kita telah sampai pada jawaban dari pertanyaan-pertanyaan hidup kita hari ini: Menjadi apa nanti? siapa pendamping hidup kita? berapa anak kita? kerja dimana? tinggal dimana? dan segala pertanyaan yang membuat kita resak. kita memahami bahwa keresahan itu membuat doa-doa kita lebih memilii kekuatan, lebih tulus, dan lebih berserah.
ESOK, apa yang terjadi dalam hidup kita hari ini akan kita pahami esok hari. terus melangkah, mesti melelahkan, meski menyita perasaan. tujuan itu tidak akan kemana-mana. jangan berhenti, nanti tidak sampai.

-Esok, Kurniawan Gunadi. dalam bukunya yang berjudul Lautan Langit.

udahan ya, sampe sini dulu tulisannya.
selamat mengaamiinkan segala doa terbaik ya beh. peluk hangat cium kasih sejuta rindu.
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Beh.
^_^

Senin, 29 Oktober 2018

Teruntuk Angkatan XI


Bismillah.
Belajar dari kisah panjang 104  taruna/i, kami belajar bagaimana seharusnya kekeluargaan itu dibangun, bukan hanya dinantikan keberadaannya dalam suatu komunitas.

Sedari awal, kami berusaha mencari penerus keluarga ini, penerus yang (semoga saja) tidak hanya mengejar atribut tambahan, tapi memang sama-sama ingin berjuang untuk keluarga ini.
Mulai dari basic, dasar. Kami tanamkan bagaimana seharusnya sikap seorang anggota. Dididk dan tempa sedari pagi hingga petang, mereka tetap teguh dengan pendiriannya. Tetap teguh atas pilihannya. Tetap teguh atas konsekuensi yang seharusnya mereka dapatkan disini.



104 orang berpacu ditengah kehectic-an akademik, mereka harus menyisihkan waktu luang untuk latihan. Berpeluh suka duka, mereka hadapi.


Sedari diseleksi hingga menyeleksi. 
Sedari laksanakan hingga memikirkan. Sedari dibangun hingga membangun. Semoga saja mereka tetap semangat berproses.






Dek, setelah sekian purnama dan penuh drama, pagi ini kalian resmi dilantik.
Pagi ini kalian resmi menjadi Keluarga Besar MBB STMKG.
Pagi ini, amanah keluarga ini juga berada dipundak kalian. Bukankah Tuhan selalu memberikan amanah kepada orang yang tepat?
Dek, kami tau kalian lelah. Tapi jangan bosan. Setelah ini masih panjang, kalian masih harus mendidik junior kalian.
"Senior yang baik itu yang bisa mendidik juniornya untuk menjadi lebih baik darinya."
Dek, silakan berbahagia dengan euphoria pagi ini. Tapi, jangan terlena dan merasa puas, masih banyak yang harus kalian pelajari. Masih banyak yang harus kalian capai. Masih banyak penampilan yang harus kalian lakukan. Pelantikan bukan sebuah akhir, tapi gerbang utama untuk memasuki dan memahami bagaimana seharusnya keluarga ini dipupuk agar tetap teguh, solid, dan korsa.
Dek, setelah pelantikan dan pemasangan wings, kalian menampilkan lagu Menghapus Jejakmu.
Semoga seirama dengan kalian menghapus tingkah laku dan sikap yang salah. Dan tentunya seirama kalian menghapus C (Calon) di depan nama MBB STMKG Angkatan XI.



Akhirnya, selamat atas Pelantikan MBB STMKG Angkatan XI. Tetap korsa dan semangat berproses serta berprogress menjadi lebih baik ya, Dek!.
Bravo, MBB STMKG Angkatan XI.


Salam,
Kami.


One Band, One Sound


Minggu, 28 Oktober 2018

(Masih) Ada.

Ada hujan yang membangkitkan kenangan. 
Ada rindu yang (selalu) menggebu. 
Ada kamu di setiap do'aku. 
Ada Allah untuk diri ini berserah.