Sabtu, 24 November 2012

~ Kerinduanku ~

tulisan ini ada dibawah bulan dan bintang di langit BM, disaat mereka tengah santap malam...

hati dan fikiran benar-benar sedang tak sinkron. sedang tak bersahabat. sedang tak karuan. sedang tak sama. sedang tak sehati. sedang tak sejiwa. sedang tak sefikiran. dan sedang tak sedang.. hoho

hari ini hari pembukaan DBC (Drei Basketball Competition) smanti. hari dimana semua diperjuangkan. hari dimana pucak dari 3 minggu lebih dua hari full dispensasi dari pelajaran sekolah. seharusnya, hari ini nindya konsen dengan semuanya yang berkaitan dengan acara ini. seharusnya nindya bersemangat mengerjakan semua ini. seharusnya nindya ada disetiap ritme perjuangan pembukaan ini. seharusnya nindya ada disaat hujan turun dan membasahi tanah BM. yang ada hanyalah seharusnya dan seharusnya .....

selama acara, nindya selalu mencoba menyembunyikan kegelisahan ini. gelisah yang akhir-akhir ini terus menyapa hati. oh no, mengapa hal ini harus ada disaat seperti ini? tapi, ya sudahlah, kegelisahan ini sudah terlanjur ada, mau gimana lagi, ikhlas aja ya nind ..

sesuatu yang membuat gelisah adalah sesuatu yang sangat berharga. sesuatu yang sangat kusayangi. sesuatu yang sangat kucintai. sesuatu yang indah. dan sesuatu yang membuatku jatuh hatii saat pertama melihatnya...
namun, kini sesuatu berubah menjadi sesuatu yang kurindukan.

aku rindu kenyamanan nya...
aku rindu keanehan atmosfernya...
aku rindu kedamaiannya...
aku rindu saat melihat langit dari pilar pertama sebelah utara...
aku rindu saat melihat hujan dari pilar ketiga sebelah utara...
aku rindu saat makan chokichoki di kursi hijau...
aku rindu saat makan ice cream di sudut kirinya...
aku rindu saat minum moccafloat dipilar ketiga sebelah selatan...
aku rindu saat meluapkan semuanya disana...
aku rindu saat menyendiri disana...
aku rindu shalat berjamaah disana...
aku rindu masjidku ...
Masjid Nurul Huda SMA Negeri 3 Mataram...
ya, aku rindu ...

aku rindu setiap hembusan nafas dimasjid itu. sekarang,aku sudah tak punya banyak waktu untuk berdiam diri dan melakukan hal-hal tersebut. bahkan hanya untuk sekedar mennyapanya aku pun tak sempat.
aku hanya bisa melihat dan memandanginya dari kejauhan, disela-sela waktu kerja OSIS. aku melihat masjidku dari sudut jendela ruko mba Tiwi ..

hey, betapa jauh kita sekarang..
aku sudah tak punya waktu banyak untukmu ..
hey, bagaimana kabarmu sekarang?
masih sepi kah?
atau sudah ramai?
sudah merasa nyaman kah?
sudah kembali kah roh yang sempat menghilang kemarin?
bagaimana orang-orang itu memperlakukanmu?
semoga tak lagi mengecewakanmu ya...

akhirnya, aku hanya bisa berdo'a, semoga mereka memperlakukanmu dengan baik dan benar.
aku berharap, semoga setelah semua ini berakhir, hubungan kita dapat membaik...
amiiin yaAllah ^_^

0 Comments: