Sabtu, 23 Maret 2013

Meningitis~


Meningitis adalah penyakit yang disebabkan selaput yang melindungi otak mengalami inflamasi (peradangan).  Meningitis bisa disebabkan oleh bakteri, visus. Namun, penyakit radang selaput otak ini juga bisa disebabkan luka fisik, kanker, dan obat tertentu.
Gejala meningitis adalah: demam, sakit kepala, leher kaku, mual, tidak mampu mentoleransi cahaya terang (photophobia) atau suara keras (phonophobia). Pada anak-anak, gejala lain adalah: ruam, mudah marah, mudah ngantuk.
Meningitis dibedakan berdasarkan faktor (agent) yang menimbulkan radang:
1.Meningitis bakteri
Meningitis karena bakteri ini tergolong parah. Bila kebanyakanpenderita meningitis pulih, maka meningitis bakteri bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti kerusakan otak, hilang pendengaran, atau tidak mampu belajar.
Ada beberapa patogen (jenis kuman) yang dapat menyebabkan bakteri, yaitu Haemophilus, Streptococcus pneumoniae, Streptococcus grup B, Listeria monocytogenes, dan Neisseria meningitidis.
Faktor risiko: usia (anak berisiko tinggi), menular dari orang sekitar, orang yang sedang mengalami terapi yang bisa menurunkan daya tahan tubuh, misalnya, seseorang yang sedang menjalani operasi, ahli mikrobiologi yang rutin terpapar patogen meningitis, dan orang-orang yang melakukan perjanalan ke sub Sahara Afrika.
2.Meningitis Virus
Meningitis yang disebabkan virus tak terlalu parah, dan bisa disembuhkan tanpa terapi khusus.
Di Amerika Serikat, meningitis tipe ini muncul selama musim panas, dan disebabkan oleh enterovirus. Hanya beberapa orang yang terinfeksi enterovirus dan kemudian berkembang menjadi meningitis.
Infeksi virus lain yang bisa menyebabkan meningitis adalah virus herpes, virus yang disebarkan nyamuk dan serangga (arbovirus), dan LCMV yang ditularkan hewan pengerat.
Faktor risiko: meningitis tipe ini bisa menginfeksi siapa saja, namun bayi kurang dari sebulan dan orang yang daya tahan tubuh lemah, paling berisiko.
3.Meningitis Non-infeksi
Radang tipe ini disebabkan kanker, lupus, beberapa obat tertentu, luka di kepala, operasi otak.
Meningitis tipe ini tidak menular dari orang ke orang. Adapun gejalanya adalah demam, sakit kepala, muntah, sensitif pada cahaya terang, leher kaku.
4.Meningitis Parasit
Meningitis ini bisa berakibat fatal, namun jarang terjadi, yakni amebic meningoencephalitis (PAM). Infeksi otak yang fatal ini masuk ke dalam tubuh melalui hidung lewat amuba (organisma bersel satu), Naegleria fowleri.
Naegleria fowleri  menginfeksi manusia dengan emmasuki tubuh lewat hidung. Ini biasanya terjadi ketika berenang atau menyelam, seperti di danau dan sungai. Melalui hidung amuba ini masuk ke otak, dan menghancurkan jaringan otak.
Meski amuba ini masuk ke tubuh lewat media air, namun tak berarti minum air Anda berarti terinfeksi  Naegleria. (Kabar24/nj)

0 Comments: