Kamis, 06 Desember 2012

------ GARIS LURUS ------

assalamu'alaikum bloggie :) apa kabar? semoga pada sehat wal afiat yaa, amiiin
seperti biasa, pembuka dari setiap tulisan ndya pasti gaje bin membingungkan, sama kayaq orangnya *upss,he
tulisan kali ini ga bertema yaa, bakal simpang siur yang lebih dari simpang lima, hoho

ga terasa, sekarang uda semesteran aja. uda kelas XI yaa. rasanya kaya baru lahir kemaren, he
nothing special sebenernya di akhir-akhir ini, tapi something bad. 
nindya diopname laaagiiii, huhu
sebulan ini bener-bener hardwork. istirahat cuma beberapa jam. makan? senein kamis deh kayaqnya saking jarangnya. ummm, saking hardwork makan jadi disepelein, ckck
puncaknya sih tanggal 2 desember kemaren.
well, kemaren itu final DBC smanti. ujannya subhanallah gedenyaaaa, tapi raaameeee banget alhamdulillah. tapi ada yang kelupaan, MEDALI! yups, kita butuh medali buat para pemenang.
demi nyari tu seonggok medali, rela-in deh mandi ujan sepanjang jalan dari turide ke cakra. GOR-ISTORA. tanpa jakeeet. berrrrrr dinginnyaaaa.
perjuangan ga sia-sia, medali dapet. alhamdulillah.
ujannya gamau kalah sama kita. makin ngebut ujannya makin gede. cetaaaaar.
pas nyampe di gor, kena omelan dari panitia.

"udahtau sakit, masih maen ujan!"
"katanya pusing, kok malah ujan-ujannan kak?"
"mba nin kan belom makan dari pagi, lagi ditambah ujan-ujanan, masuk angin ntar."
"tau dah ayoo yang hobby maen ujan, tapi ga keterlaluan gini, badan udah demam tuh."
"gausa sok jadi superstar yang tahan sama penyakit. dijagain tuh badan, udah tau sakit, masih aja ngeyel. sekarang gini kan. liat aja ntar makin sakit."

huh! itu baru 5 dari 50000000000000 omelan yang nindya dapet. whatever deh sama kondisi nindya, yang penting acara berjalan lancar dan sukses. egois memang. tapi udahlah, yang penting medali uda dapet.

well, dari sore sampe tengah malem, nindya masih pake pakaian yang basah kuyup tadi. ga bawa baju sih. seharian full ga makan, ya ampuuuuun baru sadar ternyata  nindya senekat itu. haha

hari itu serasa kepala mau pecah. pusiiiiiing reeeeek. mana perut ngajak berantem lagii. ni badan ga ngerti sikon banget deh, hoho
acara nindya lewati dengan terbaring lemah di ruang ticketing. huhu

nyampe rumah tanpa ganti baju saking lemesnya, ndya langsung tertidur pulas. alhasil, pas mama mau bangunin nindya buat shalat shubuh, nindya ga bangun-bangun. pinsan dengan demam yang sangat tinggi *ceritapapa
nindya langsung dibawa ke UGD rumah sakit Risa. yang deket sama rumah nindya.
pas ditensi, wooooow, tekanan darah nindya 80. pantes sampe pinsan. tadinya sih perawat yang ada disana bilang nindya opname disana aja, tapi kata ayah nggak usah. katanya sih ayah mau konsul sama temennya.
akhirnya setelah disuntik, nindya pulang. kirain cuma tinggal istirahat aja, eh ternyata malah sorenya diajak ke tempat temen ayah. pas ditensi 90/60. 
 usut punya usut, ternyata ini faktor dari ndya yang jarang check up. penyakit *tiiiiiiiiit ndya kambuh. astagfirullah.
yah, terpaksa deh opname di tempat temen ayah itu. lumayan deket dari rumah. untung opnamenya cuma 2 hari 1 malem aja. alhamdulillah. tapi, masyaAllah, obatnya bejibuuuun reek. mejikuhibiniu.

"adek jangan banyak mikir dulu yaaa. tenaganya jangan terlalu difotsir. banyak istirahat sama makannya juga harus teratur. obatnya jangan lupa diminum. yang paling penting sih adek jangan banyak mikir apalagi sampe steress kaya gini. bisa fatal akibatnya buat adek. ntar penyakitnya bisa kambuh. inget yaaa dijaga amanah dari Allah."

well, itu penutup dari om dokter yang sekaligus bakal jadi penutup cerita hari ini. hehe
assalamu'alaikum wr.wb bloggie :)

Rabu, 28 November 2012

Cerita Purnama

bismillah ..
assalamu'alaikum bloggie, selamat malam selamat istirahat dan selamat menuju tempat tidur yaa ..
mau cerita dikit nih, cerita yang uda ditanyain dan dimintain dari kemaren sama orang-orang yang kenal dan deket sama nindya.
contohnya kak alind..
so, kesimpulannya tulisan ini special buat kak alind, hoho
*tapisepertinyabakalmelenceng,hihi

tak terasa, malam telaah menyapaku.
menyapapa hati yang mulai sepi, sesepi malam ini.
namun, tak seperti biasanya, malam ini bulan purnama. 
setiap jiwa bernyanyi dan menanti bulan ini,
bulan yang bertajukkan malam dan senyumannya menghiasi kegelapan
keindahan tengah malam bulan purnama memberi inspirasi bagi setiap pujangga untuk menggoreskan tinta-tinta di kanvas kehidupannya.
lalu bagaiman dengan aku?
bagaimana dengan diriku?
apakan aku juga bernyanyi dan menanti bulan ini?
apakah bulan juga menjadi sumber inspirasiku?
jawabannya iya.
aku sangat suka bulan, bintang dan segala panorama yang berhubungan dengan langit.
aku selalu menanti saat-saat seperti ini agar aku bisa tersenyum dan bercerita dengan sepuasnya kepada bulan tentang kebahagiaan dalam hidupku.
namun, aku rasa purnama malam ini tak akan terhiasi dengan senyuman dan segala keceriaanku.
aku malah mewarnai purnama kali ini dengan airmata, airmata, dan airmata.
segalanya terjadi begitu saja dan diluar kendaliku.
airmata yang kucoba untuk dihentikan, seakan siasia.
airmata ini benar-benar mengalir tanpa ada ang menghalanginya untuk membasahi pipi dan menetes dijilbab biruku.
purnama kali ini aku tak sendiri. aku ditemani kak alind. aku menumpahkan semuanya dipundaknya dibawah langit BM dan tentunya bulan purnama yang terus berseri menatap bintang yang menari-nari.

tak bisa ku pungkiri, aku telah kembali menjadi nindya yang cengeng, semua kuhadapi dengan airmata. ntah kenapa, seakan airmata terus berdemo meminta untuk terus membasahi jilbab yang kukenakan. huh, aku tak pernah memimpikan saat-saat seperti ini lagi. bahkan aku mulai tak bisa menikmat setiap ritme yang ada dalam kehidupanku.

aku rasa, tanpa aku cerita ke bulan, bulan sudah tau apa yang sedang aku rasakan. apa sedang aku bingungkan, apa yang sedang aku risaukan, apa yang aku gelisahkan, dan apa yang aku cemaskan.
untuk bulanku yang jauh disana, tolong beri aku petunjuk untuk menjalani ini semua dan menghentikan setiap airmata yang menetes. beri aku sebuah jawaban. oh bulan, aku harap kau tak kecewa dengancerita malam ini. aku harap kau dapat mengerti kondisiku saat ini. bulanku purnamaku.

tak dapat ku pungkiri, malam ini sangat indah.
sinar bulan tampak berseri dengan bintang yang setia menemani.
apakah akan ada suasana seperti malam ini lagi?
bahkan sebelum aku pergi dari dunia ini, aku ingin menyapamu ditempat yang berbeda, suasana yang sama namun dalam kondisi berbeda.
selamat malam dan selamat istirahat...


#melenceng kaaaan, buat kak alind cerita jelasnya langsung aja, extrime kalo buka disini, hoho. ini mah bukan cerita, tapi dongeng pengantar tidur, haha ... byeeeeee~
^_^

Sabtu, 24 November 2012

~ Kerinduanku ~

tulisan ini ada dibawah bulan dan bintang di langit BM, disaat mereka tengah santap malam...

hati dan fikiran benar-benar sedang tak sinkron. sedang tak bersahabat. sedang tak karuan. sedang tak sama. sedang tak sehati. sedang tak sejiwa. sedang tak sefikiran. dan sedang tak sedang.. hoho

hari ini hari pembukaan DBC (Drei Basketball Competition) smanti. hari dimana semua diperjuangkan. hari dimana pucak dari 3 minggu lebih dua hari full dispensasi dari pelajaran sekolah. seharusnya, hari ini nindya konsen dengan semuanya yang berkaitan dengan acara ini. seharusnya nindya bersemangat mengerjakan semua ini. seharusnya nindya ada disetiap ritme perjuangan pembukaan ini. seharusnya nindya ada disaat hujan turun dan membasahi tanah BM. yang ada hanyalah seharusnya dan seharusnya .....

selama acara, nindya selalu mencoba menyembunyikan kegelisahan ini. gelisah yang akhir-akhir ini terus menyapa hati. oh no, mengapa hal ini harus ada disaat seperti ini? tapi, ya sudahlah, kegelisahan ini sudah terlanjur ada, mau gimana lagi, ikhlas aja ya nind ..

sesuatu yang membuat gelisah adalah sesuatu yang sangat berharga. sesuatu yang sangat kusayangi. sesuatu yang sangat kucintai. sesuatu yang indah. dan sesuatu yang membuatku jatuh hatii saat pertama melihatnya...
namun, kini sesuatu berubah menjadi sesuatu yang kurindukan.

aku rindu kenyamanan nya...
aku rindu keanehan atmosfernya...
aku rindu kedamaiannya...
aku rindu saat melihat langit dari pilar pertama sebelah utara...
aku rindu saat melihat hujan dari pilar ketiga sebelah utara...
aku rindu saat makan chokichoki di kursi hijau...
aku rindu saat makan ice cream di sudut kirinya...
aku rindu saat minum moccafloat dipilar ketiga sebelah selatan...
aku rindu saat meluapkan semuanya disana...
aku rindu saat menyendiri disana...
aku rindu shalat berjamaah disana...
aku rindu masjidku ...
Masjid Nurul Huda SMA Negeri 3 Mataram...
ya, aku rindu ...

aku rindu setiap hembusan nafas dimasjid itu. sekarang,aku sudah tak punya banyak waktu untuk berdiam diri dan melakukan hal-hal tersebut. bahkan hanya untuk sekedar mennyapanya aku pun tak sempat.
aku hanya bisa melihat dan memandanginya dari kejauhan, disela-sela waktu kerja OSIS. aku melihat masjidku dari sudut jendela ruko mba Tiwi ..

hey, betapa jauh kita sekarang..
aku sudah tak punya waktu banyak untukmu ..
hey, bagaimana kabarmu sekarang?
masih sepi kah?
atau sudah ramai?
sudah merasa nyaman kah?
sudah kembali kah roh yang sempat menghilang kemarin?
bagaimana orang-orang itu memperlakukanmu?
semoga tak lagi mengecewakanmu ya...

akhirnya, aku hanya bisa berdo'a, semoga mereka memperlakukanmu dengan baik dan benar.
aku berharap, semoga setelah semua ini berakhir, hubungan kita dapat membaik...
amiiin yaAllah ^_^