Minggu, 26 Mei 2013

BimBim in Actions

heiii assalamu'alaikum wr wb..
selamat siang semuanyaaaaaah. haha
kali ini nindya mau ngeshare beberapa foto anak kecil yang menurut nindya ngegemesin, ngakakin, lucu deh pokoknyaaaaa..
sebenernya nindya gak kenal sama ini anak.. nindya cuma tau nama sama tempat tinggalnya aja.
ketemu aja belum pernah -_- hehe
nindya tau anak ini dari salah seorang kakak nindya.
suaranya lucuuuu banget. nindya sempet ngomong sih sama anak ini, tapi bentaaar banget. dia asik ngajakin si kakak buat main perang-perangan.
ih lucu banget deh..
kata si kakak, ini anak sekarang sudah bisa wudhu. pinter ya. hoho
oh iya, ini anak namanya BimBim.
nama yang lucu banget buat anak kecil..
nama panjangnya nindya gaktau. tinggalnya di Yogyakarta. hoho
well, ini dia foto-fotonya yang beberapa hari yang lalu nindya dapet dari si kakak 
^_^

 *hyaaaaaaaaaaaaaaa*

*action sebelum perang*

*ambil senjataaaaah*

*jurus andalaaan*

*silaumeeeeen* haha

*pendekar atau pahlawan yaaa?* haha

*ciaaaaaaaaaaaaaat*

*aku ngantuuuuuuk* haha

*kelilipaaaaaaan* haha

*pedang nya kepanjangan* haha

 *yuk istirahaaaaaat*

*yooo what's up broooo*

*saudara-saudaraaaaaaaah, perang itu gak boleh* haha


well, itu diaaaa..
ngegemesin deh, serius..
sampai ketemu di postingan selanjutnya yaaaaaaaa
^_^

Sabtu, 25 Mei 2013

Dia Bidadariku #3

"duh Naaad, aku kan udah bilang gak mauuuuuu. kamu kok maksa banget sih?"
"ah biarin. abisnya aku ngeliat kamu pantes sama dia. aku ngeliat dia bener-bener mencerminkan ikhwan Ren. aku seneng kalo ngeliat dia bisa jadi imam kamu Ren. hahaha"
"astaghfirullah Nad, aku masih 19 tahuuun. itu masih jauh. aku mau nyelesein kuliahku dulu. aku mau banggain Ayah Bundaku. masih jauh itu Nad, masi jauuuuh. huu dasar kamu iniiii.."

mereka asik dengan pembicaan mereka. mereka tak sadar ada sepasang mata sedang mengamati mereka dari sudut ruangan. sepasang mata bening ciptaan-Nya. sepasang mata yang memberi sinar cahaya Cinta-Nya.

"assalamu'alaikum wr wb akhi..." sapa Nadia yang menyadarkan ikhwan itu dari lamunannya.
"wa....wa'alaikumussalam wr wb.." jawabnya sambil melepas senyuman
"maaf mengganggu. saya hanya ingin mengucapkan terimakasih sudah mengembalikan laporan saya."
"oh iya sama-sama."

"assalamu'alaikum wr wb. kepada seluruh panitia dan peserta harap duduk di tempatnya masing-masing karena acara pembukaan akan segera kita mulai. sekian. wassalamu'alaikum wr wb." terdengar suara salah seorang panitia dari podium yang ada di ruangan itu.

"ya sudah ukh, saya permisi dulu. oh iya, saya Rian." ucap sang ikhwan memperkenalkan diri
"saya Nadia. dan ini sahabat saya, namanya Renii."
"oh begitu, baiklah saya permiisi. assalamu'alaikum wr wb..."
"wa'alaikumussalam wr wb."

mereka pun mengambil tempat duduk mereka masing-masing. Reni dan Nadia sengaja memilih tempat di sudut ruangan. dekat dengan jendela. hari itu hujan. Reni sangat menyukainya. jadi tak heran jika Reni memilih tempat duduk yang strategis untuk melihat hujan. dan tanpa sadar, ia tak menyimak acara pembukaan itu dengan baik.

"baiklah. acara selanjutnya adalah laporan ketua panitia. kepada ketua panitia, kami persilahkan."

seorang ikhwan berdiri dari tempat duduknya. sesekali ia melempar pandangan kepada peserta sambil membetulkan ujung kacamatanya. sambil melangkah ia sibuk mencari seseorang diantara peserta yang ada di depannya. 

"astaghfirullah. tak seharusnya aku seperti ini" gumamnya dalam hati.

betapa kaget Nadia dan Reni siapa yang mereka lihat berdiri di belakang podium itu.




part 3 sampai sini dulu yaaa..
ditunggu part 4 nya 
^_^

Dia Bidadariku #2

beberapa hari ini, Reni disibukkan dengan ujian akhir semesternya. ia belajar dengan sangat giat. Reni sudah janji nilai semester ini harus harus lebih baik dari sebelumnya. Reni tak mau mengecewakan Ayah dan Ibunya untuk kedua kalinya. dan hari ini adalah hari terakhir UAS.

"alhamdulillah. akhirnya selesai juga peperangan kita Ren." ucap Nadia sambil berjalan keluar kelas.
"alhamdulillah. semoga kita dapat nilai yang memuaskan ya. aamiin"
"aamiin yaAllah. oh iya, libur semester ini kamu pulang gak?"
"nggak Nad. Ayah Ibuku menyuruhku disini saja. insyaAllah Ayah dan Ibu yang menghampiriku disini."
"alhamdulillah, Ayah Ibu mu kapan rencana kesini Ren?"
"katanya sih minggu depan Nad, insyaAllah. ada apa?"
"ini tadi aku liat ada training gitu Ren. yang ngadain Lembaga Dakwah Kampus kita. aku pengen ikut nih. ikut yuk ikuuuuut temenin akuuuuu. yah yah?" pinta Nadia dengan penuh harap.
"mmm gimana yaaaa Nad?"
"ayolah Ren. temenin aku ya. daripada bosen di kost."
"iya deh iyaaaaaa..."
"horeee alhamdulillah. syukron Reni sayaaang." Nadia jingkrak-jingkrak sambil memeluk Reni.

Reni sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara ini. ini memang bukan acara training pertama dalam hidupnya. tapi tetap saja Reni merasa harus mempersiapkannya. Reni memang rindu masa-masa keorganisasiannya, jadi untuk melepas rindulah Reni mengiyakan ajakan Nadia.

"assalamu'alaikum.. Reniiiiii......" ucap Nadia sambil mengetuk pintu kost Reni.
"wa'alaikumussalam.. iya tunggu sebentar..." Reni membuka pintu kostnya. dan mengajak Nadia masuk ke kamarnya.
"duuuuh putri koster kerjaannya tidur aja... hahaha"
"nggak kok, aku masih packing. abisnya aku udah lama gak ikut training gini. hehe"
"huu dasaaar, sini aku bantu.."

Reni dan Nadia pun sibuk merapikan kamar.

"alhamdulillah selesai, yuk berangkat Nad. bismillah."
"ayuuuuuk. semoga Allah meridhoi langkah kita ya Ren. aamiin"
"aamiin Nad."

mereka pun menyusuri jalan menuju lokasi training. lokasinya jauh dari keramaian kota. hal ini yang membuat Nadia sangat-sangat ingin mengikuti acara ini. Nadia memang suka mencoba tempat dan suasana baru. enampuluh menit kemudian, mereka sampai di tempat tujuan. mereka disambut dengan spanduk acara dan juga panitia yang berdiri di samping pintu masuk.

"loh Nad, itu bukannya ikhwan yang waktu itu ya?"
"yang mana Ren?"
"itu lho yang waktu itu aku ceritain.. yang balikin laporanmu..."
"ooo itu, yang mana Ren orangnya? aku mau bilang makasih.."
"itu yang sedang berdiri dibalik jendela. yang pakai kemeja biru langit itu.."
"wah itu yaaa.. yuk Ren kita samperin, aku mau bilang makasih nih."
"aaah nggak ah nggaaaaak. kamu aja yaaaa.."
"pokoknya kamu harus nemenin aku. abis registrasi kita langsung kesana. kamu nemenin aku ya Ren."

tanpa pikir panjang, Nadia langsung menarik tangan Reni. tak ayal itu membuat Reni kaget dan hampir jatuh.
Reni Renii.. Nadia Nadiaaa. ada ada saja...



Cukup sampai sini part 2 nya..
tunggu yang ketiga yah..
^_^