Sabtu, 25 Mei 2013

Dia Bidadariku #3

"duh Naaad, aku kan udah bilang gak mauuuuuu. kamu kok maksa banget sih?"
"ah biarin. abisnya aku ngeliat kamu pantes sama dia. aku ngeliat dia bener-bener mencerminkan ikhwan Ren. aku seneng kalo ngeliat dia bisa jadi imam kamu Ren. hahaha"
"astaghfirullah Nad, aku masih 19 tahuuun. itu masih jauh. aku mau nyelesein kuliahku dulu. aku mau banggain Ayah Bundaku. masih jauh itu Nad, masi jauuuuh. huu dasar kamu iniiii.."

mereka asik dengan pembicaan mereka. mereka tak sadar ada sepasang mata sedang mengamati mereka dari sudut ruangan. sepasang mata bening ciptaan-Nya. sepasang mata yang memberi sinar cahaya Cinta-Nya.

"assalamu'alaikum wr wb akhi..." sapa Nadia yang menyadarkan ikhwan itu dari lamunannya.
"wa....wa'alaikumussalam wr wb.." jawabnya sambil melepas senyuman
"maaf mengganggu. saya hanya ingin mengucapkan terimakasih sudah mengembalikan laporan saya."
"oh iya sama-sama."

"assalamu'alaikum wr wb. kepada seluruh panitia dan peserta harap duduk di tempatnya masing-masing karena acara pembukaan akan segera kita mulai. sekian. wassalamu'alaikum wr wb." terdengar suara salah seorang panitia dari podium yang ada di ruangan itu.

"ya sudah ukh, saya permisi dulu. oh iya, saya Rian." ucap sang ikhwan memperkenalkan diri
"saya Nadia. dan ini sahabat saya, namanya Renii."
"oh begitu, baiklah saya permiisi. assalamu'alaikum wr wb..."
"wa'alaikumussalam wr wb."

mereka pun mengambil tempat duduk mereka masing-masing. Reni dan Nadia sengaja memilih tempat di sudut ruangan. dekat dengan jendela. hari itu hujan. Reni sangat menyukainya. jadi tak heran jika Reni memilih tempat duduk yang strategis untuk melihat hujan. dan tanpa sadar, ia tak menyimak acara pembukaan itu dengan baik.

"baiklah. acara selanjutnya adalah laporan ketua panitia. kepada ketua panitia, kami persilahkan."

seorang ikhwan berdiri dari tempat duduknya. sesekali ia melempar pandangan kepada peserta sambil membetulkan ujung kacamatanya. sambil melangkah ia sibuk mencari seseorang diantara peserta yang ada di depannya. 

"astaghfirullah. tak seharusnya aku seperti ini" gumamnya dalam hati.

betapa kaget Nadia dan Reni siapa yang mereka lihat berdiri di belakang podium itu.




part 3 sampai sini dulu yaaa..
ditunggu part 4 nya 
^_^

0 Comments: