Minggu, 30 Desember 2012
Tentang Ketos 11/12 - ku ♥♥♥
assalamu'alaikum bloggie :) umm ntah kenapa malem ini pengen banget nulis tentang seseorang. seorang yang menurut nindya palling sederhana. simple. seorang yang ngangenin. yang bikin kesel. yang sering banget tak liat badmood kalo disekolah. yang paling sering sih di tweetsnya. umm, gatau deh itu asli atau nyari sensasi aja.. *upsss, peaceeeeee.. kasaar, hoho
namanya Alinda Desy Trisna Kusuma. biasanya sih dipanggil Alind. si do'i ketos smanti 11/12. ketos nindya pas kelas x. waaauuuuu banget deh sama ketos yang satu ini. whyyyyy?
becauseeee, ngutip katanya kak
Hana nih -temendudukkakalind- kak alin itu walaupun kecil, tapi
perkasaaaaaaaaa. maemnya aja lahaaaap banget makanya perkasa. mau buktiii?
nih ..
wauuuu kaaaaan, hoho
well, awal kenal sama kknya itu pas di osis 11/12. kknya kan ketos, nindya anggotanya. waktu itu ditetepin jadi anggota sie kewirausahaan ntah karena pertimbangan apa, hoho
kak alind itu ngeseliiiiin, ngangenin juga tapitapi. yang paling bikin kesel itu kalo kak alin udah badmood trus cueknya keluar. bisa sampe ga ngomong sama sekali malah. jangankan ngomong, senyum aja nggak meeennn. hehe
seiring berjalannya waktu, hubungan kami makin intensif. kalo ga salah inget sih semenjak pelukan pas sertijab osis 11/12 - 12/13. pas itu osis lama n osis baru salam-salaman. orang terakhir yang tak salamin itu kak alind.pas mau salaman, eh kak alinnya malah langsung meluk sambil nangis. well, nindya ikutan nangis deh. huhu cengeng yaaaa.
pas itu kak alind ngebisikin "selamat ya dek. tetep semangat. perjalanan adek masih panjang. kk percaya adek."*kalogasalahingetsih,he
nah, semenjak saat itu deh deketnya. usut punya usut, ternyata kak alin beneran cengeng. nangiiiiiiiiisssss aja kerjaannya *lebaykalimatyangini,LUPAKAN.
apalagi pas kak alin cerita tentang kknya setahun lalu, beuuuuuhhhh itu kalo ditampung bisa sampe pake mandi orang sekampung *lebaaayparah,ABAIKAN.
udah ah uda ngaco bin ga penting bgt tulisan ini daritadi, he. langsung ke intinya aja yaaaaaaaaaaa....
hey, ketos manjaaa binti cengeeeeng...
apa kabar?semoga lagi ga berurai air mata yaaa, kankan baru aja bertambah tua *ehh
sebelumnyaa, hepi betdey tu yu. hepi betde tu yu. selamat milaaaaad kaaaak ^_^
makasi yaa kak untuk 17 bulan ini. emang sih kita ga bareng bareng trus kak, tapi gatau kenapa nindya ngerasa deket aja sama kk. gausa manjaaa terus kak. gausa nangis trus. walau ujan, yaaaaaa.....bialint aja hujan yg sesungguhnya itu ada dan jangan buat saingan hujan yang tak biasa lagi.
mungkin kk bisa lega dengan kk menangis, tapitapi kasian orang yang bener-bener gabisa ngeliat setetes airmata pun jatuh membasahi pipi dan wajah mungil kk. nyesek bgt itu rasanya kaaak :')
semoga makin dewasa yaa kak. dewasa pikiraaan dan yang terpenting gede badaaan *upss,piiiisssshoho
tetep semangat kak. semoga bisa dapet kuliah yg terbaik yang kk mau.
kalau ditulis semua harapan nindya kepanjangan kalo buat kak alin. harapan terakhir yang ada itu nindya pengeeeeeeeeennn...........
nindya pengen, apapun keadaanya bagaimanapun kondisinya dan kapanpun waktunya, kk tetep jadi alin alin kecil untuk seseorang disana kak... dia bener-bener sayang kakak ^_^
udah yaaaaaa...daaaaaaaah!
peluk cium untuk kak alin ocetku tercintaaaaaaa {} :* <3
wassalamu'alaikum wr.wb ;))
NB: ditunggu mie ayam Mas Bagong-nya kak, hoho
Diposting oleh Najma Az Zahra di 22.25 0 komentar
Label: PurpleChoki
Senin, 24 Desember 2012
The Answer :')
namaku Najma. aku sulung dari 2 bersaudara. saat ini aku duduk di kelas XI di salah satu SMA Negeri di Jogjakarta. hobbyku membaca. apapun itu. aku sangat menggilai choki-choki, ice cream, moccafloat, dan cadburry. aku dilahirkan di keluarga sederhana namun penuh kebahagiaan. aku tak pernah menyesal dengan apa yang sudah aku lakukan dan dapatkan di kerluargaku. aku sangat bahagia. tapi semenjak aku duduk di kelas VII, perlahan namun pasti, kebahagiaan itu mulai terkikis oleh air mata. kini, semua perlahan mulai terbayang jelas dibenakku bagaimana kebahagianku perlahan mulai terenggut.
kupaksakan langkah kaki ku menaikki anak tangga. kepalaku terasa pusing. pandanganku mulai kabur. "ayoo najma, tinggal beberapa anak tangga lagi. semangat. kau pasti kuat." benakku.
tapi, dianak tangga terakhir, aku jatuh pinsan tak sadarkan diri.
"aku dimana?" tanya ku sembari melihat sekelilingku dan mencoba melepaskan alat bantu pernafasan di wajahku. kepalaku masih sangat terasa pusing.
"kamu di ambulance dek. tadi pihak sekolah menelpon kami. tadi adek jatuh pinsan disekolahnya." jawab seorang perawat dalam mobil yang melaju cukup kencang kurasakan.
"pinsan? yaAllah. mbak, tolong jangan kasih tau ayah bunda ya. aku gak papa. aku gak ingin mereka khawatir mbak."
"aduh dek maaf. tadi pihak sekolah sudah menghubungi orang tua adek. mereka sudah menunggu di UGD."
mendengar jawaban perawat tersebut, aku tak kuasa menahan air mataku. ayah bunda pasti sangat mencemaskan keadaanku. ini sudah kesekian kalinya aku pinsan.
entah karena capek menangis atau apa, aku kembali pinsan.
aku bisa merasakan badanku diturunkan dari ambulance. aku bisa merasakan bagaimana lembut halus belaian tangan ayah bunda. aku juga bisa mendengar tangis bunda yang mencemaskanku. aku ingin membuka mata dan mengatakan "ayah, bunda, najma gapapa kok." tapi aku tak kuasa melakukan itu. "yaAllah." batinku.
prlahan aku membuka mataku dengan kepala yang masih terasa nyeri.
"ayah, bunda, najma dimana?"
"najma di ICU nak." jawab ayah. bunda masih tak bisa berkata-kata.
"pak, bu, bisa ikut saya sebentar?" dokter itu memanggil ayah bundaku. yang belakangan ku ketahui namanya dokter Fadli.
"tentu dok." jawab ayah. perlahan kurasakan tangan mereka mulai menjauh dari badanku.
sayup-sayup aku bisa mendengar pembicaraan mereka.
"jadi, anak saya sakit apa dok? kenapa dia sering pinsan dan mengeluh sakit kepala?" tanya ayahku. bunda masih saja menangis. isakannya masih bisa ku dengar.
"anak saya tidak apa-apa kan dok?" bunda sudah mulai bisa berbicara. kali ini isakannya sudah tak ku dengar. "Alhamdulillah" batinku.
"pak, bu. saya harap anda tabah mendengar ini semua. saya harap bapak dan ibu bisa menerima kenyataan ini. ini semua sudah ditakdirkan oleh Allah."
"anak saya sakit apa dok?" tanya ayah
"anak ada positif mengidap meningitis, radang selaput otak."
"apa dok?" bunda bertanya dengan penuh rasa kaget. isakkannya terdengar kembali. kali ini lebih jelas kudengar.
"iya bu. Meningitis adalah radang selaput pelindung sistem saraf pusat.
Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker,
atau obat-obatan tertentu. Meningitis adalah penyakit serius karena
letaknya dekat otak dan tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian." jawabnya sambil menunjukkan beberapa gambar kepada ayah dan bundaku.
semua kudengarkan dengan jelas. kali ini posisiku tak lagi berbaring di tempat tidur. melainkan aku sudah berada di belakang ayah dan bundaku. aku memberi isyarat agar dokter tidak memberitahu posisiku kepada ayah bundaku.
"najma masih bisa disembuhkan kan dok? masa depannya masih panjang? yaAllah sembuhkan anakku." ayah bertanya dengan nada yang begitu serius. bunda masih terisak dalam pelukan ayah.
"najma gapapa yah. najma gapapa bund. najma sehat. najma ga sakit apa-apa. ayah bunda jangan takut. najma gak akan pergi secepat ini meninggalkan ayah bunda." ucapku dengan derai airmata tak tak urung berhenti membasahi pipi dan jilbabku.
ayah dan bunda menoleh kebelakang. mereka langsung menghampiriku, dan langsung memelukku. yaAllah, aku lebih rela mengidap penyakit ini dan mengetahui seorang diri, daripada seperti ini. aku tak kuasa melihat air mata bundaku yang terus membasahi wajah cantiknya. belakangan ayah juga meneteskan air mata. padahal ayahku ayah paling kuat di dunia. yaAllah hentikan tangisan mereka. aku mohon. aku tak kuasa melihatnya.
"ayah akan berusaha sekuat tenaga bekerja dan mencari uang untuk penyembuhanmu, nak."
"ayaaaah, bundaaa. udah dong nangisnya. najma gapapa. najma baik baik aja kok." yaAllah hatiku begitu sakit menyaksikan airmata yang tak kunjung berakhir dari mata orang-orang yang paling berarti dalam kehidupanku.
"bunda janji, semua akan bunda kasi untukmu nak, maafkan bunda dan ayah yang belum bisa jadi orang tua yang baik untuk najma. maafkan kami nak." bunda mengutarakannya dengan airmata itu.
"lalu dok, apa yang harus saya lakukan agar najma bisa sembuh dok?" tanya ayah.
"kali ini, saya akan memberikan najma obat. najma harus rutin check up 3 minggu sekali. obat ini harus habis. kita lihat perkembangannya. jika najma memburuk, mau tak mau najma harus dioperasi."
"apakan itu jaan satu-satunya dok?"
"iya pak. bapak dan ibu harus berdo'a agar Allah memberi kasih sayang-Nya pada najma. keajaiban itu ada pak, bu. percayalah. untuk kamu najma, jangan sedih ya. om akan berusaha sekuat tenaga untuk menyembuhkan kamu. kamu tidak boleh kecapekan, banyak fikiran, apalagi stres. semua akan mempengaruhi kondisi kamu. jika penyakit itu kambuh, om harap kamu tahan karena rasa sakit pada kepalamu akan terasa begitu dahsyat. yang tegar ya gadis kecil om." jelasnya panjang lebar yang diakhiri dengan senyuman. seraya menyodorkan obat kepadaku.
ayah dan bunda memelukku dan mencium keningku. ayah bunda makasi untuk semuanya...
sejak saat itu lah kebahagiaanku mulai pudar kurasakan. aku muak harus meminum obat yang sama. check up ke dokter. harus merasakan sakit yang luar biasa jika sakitku kambuh. yang paling aku tak kuasa, aku harus melihat ayah bundaku meneteskan air mata. apalagi, adikku pernah bertanya,
"mbak, mbak sakit apa? adek kasian liat mbak yang kesakitan trus kejang-kejang ato ndak triak-triak sambil megang kepalanya. trus setelah itu mba pinsan. mbak sakit apa sih mba?"
"mbak ga sakit sayang. mbak gapapa. adek do'ain aja mbak ya." aku tak kuasa mendengar kata-kata dari bibir polos adik kecilku. aku memeluknya dan tanpa terasa airmataku jatuh menetes membasahi rambutnya.
sekarang, sampai detik ini. sudah hampir 5 tahun aku mengidap penyakit ini. aku tidak akan menyerah begitu saja. aku baru saja menjalani operasi pertama pembersihan radang. operasi kedua akan dilaksanakn pada bukan maret. bulan kelahiranku. ini akan menjadi kado ulangtahun paling special untukku. sebuah operasi kedua. tapi aku tidak takut. aku akan berjuang melawan penyakit ini. aku akan berjuang demi ayah, bunda dan juga adikku.
ini lah aku. Najma Az Zahra dengan segala warna-warni kehidupan yang terlanjur terlalu menghabiskan banyak air mata.
^_^
Diposting oleh Najma Az Zahra di 17.38 0 komentar
Label: PurpleChoki
Minggu, 16 Desember 2012
Midnight Confrence Call
yups, malam ini bener-bener sunyi bin gelap. sendiri. parahnya maag nindya pake acara kumat segala. well, lengkap banget penderitaan malam ini. untungnya ada yg bersedia nemenin. mba Ambar sama kak Satria. nindya gabisa ngomong. suara uda abis. jadinya mereka hebboh berdua cerita-ceritanya. nindya yg ngedenger cuma bisa ketawa aja. sambil ngasi kode ala nindya ke mereka.
- ehem --> iyaaaaa
- ehem ehem --> nggaaaak
^_^
Diposting oleh Najma Az Zahra di 23.23 0 komentar
Label: Episode~ku
Kamis, 06 Desember 2012
------ GARIS LURUS ------
assalamu'alaikum bloggie :) apa kabar? semoga pada sehat wal afiat yaa, amiiin
seperti biasa, pembuka dari setiap tulisan ndya pasti gaje bin membingungkan, sama kayaq orangnya *upss,he
tulisan kali ini ga bertema yaa, bakal simpang siur yang lebih dari simpang lima, hoho
ga terasa, sekarang uda semesteran aja. uda kelas XI yaa. rasanya kaya baru lahir kemaren, he
nothing special sebenernya di akhir-akhir ini, tapi something bad.
nindya diopname laaagiiii, huhu
sebulan ini bener-bener hardwork. istirahat cuma beberapa jam. makan? senein kamis deh kayaqnya saking jarangnya. ummm, saking hardwork makan jadi disepelein, ckck
puncaknya sih tanggal 2 desember kemaren.
well, kemaren itu final DBC smanti. ujannya subhanallah gedenyaaaa, tapi raaameeee banget alhamdulillah. tapi ada yang kelupaan, MEDALI! yups, kita butuh medali buat para pemenang.
demi nyari tu seonggok medali, rela-in deh mandi ujan sepanjang jalan dari turide ke cakra. GOR-ISTORA. tanpa jakeeet. berrrrrr dinginnyaaaa.
perjuangan ga sia-sia, medali dapet. alhamdulillah.
ujannya gamau kalah sama kita. makin ngebut ujannya makin gede. cetaaaaar.
pas nyampe di gor, kena omelan dari panitia.
"udahtau sakit, masih maen ujan!"
"katanya pusing, kok malah ujan-ujannan kak?"
"mba nin kan belom makan dari pagi, lagi ditambah ujan-ujanan, masuk angin ntar."
"tau dah ayoo yang hobby maen ujan, tapi ga keterlaluan gini, badan udah demam tuh."
"gausa sok jadi superstar yang tahan sama penyakit. dijagain tuh badan, udah tau sakit, masih aja ngeyel. sekarang gini kan. liat aja ntar makin sakit."
huh! itu baru 5 dari 50000000000000 omelan yang nindya dapet. whatever deh sama kondisi nindya, yang penting acara berjalan lancar dan sukses. egois memang. tapi udahlah, yang penting medali uda dapet.
well, dari sore sampe tengah malem, nindya masih pake pakaian yang basah kuyup tadi. ga bawa baju sih. seharian full ga makan, ya ampuuuuun baru sadar ternyata nindya senekat itu. haha
hari itu serasa kepala mau pecah. pusiiiiiing reeeeek. mana perut ngajak berantem lagii. ni badan ga ngerti sikon banget deh, hoho
acara nindya lewati dengan terbaring lemah di ruang ticketing. huhu
nyampe rumah tanpa ganti baju saking lemesnya, ndya langsung tertidur pulas. alhasil, pas mama mau bangunin nindya buat shalat shubuh, nindya ga bangun-bangun. pinsan dengan demam yang sangat tinggi *ceritapapa
nindya langsung dibawa ke UGD rumah sakit Risa. yang deket sama rumah nindya.
pas ditensi, wooooow, tekanan darah nindya 80. pantes sampe pinsan. tadinya sih perawat yang ada disana bilang nindya opname disana aja, tapi kata ayah nggak usah. katanya sih ayah mau konsul sama temennya.
akhirnya setelah disuntik, nindya pulang. kirain cuma tinggal istirahat aja, eh ternyata malah sorenya diajak ke tempat temen ayah. pas ditensi 90/60.
usut punya usut, ternyata ini faktor dari ndya yang jarang check up. penyakit *tiiiiiiiiit ndya kambuh. astagfirullah.
yah, terpaksa deh opname di tempat temen ayah itu. lumayan deket dari rumah. untung opnamenya cuma 2 hari 1 malem aja. alhamdulillah. tapi, masyaAllah, obatnya bejibuuuun reek. mejikuhibiniu.
"adek jangan banyak mikir dulu yaaa. tenaganya jangan terlalu difotsir. banyak istirahat sama makannya juga harus teratur. obatnya jangan lupa diminum. yang paling penting sih adek jangan banyak mikir apalagi sampe steress kaya gini. bisa fatal akibatnya buat adek. ntar penyakitnya bisa kambuh. inget yaaa dijaga amanah dari Allah."
well, itu penutup dari om dokter yang sekaligus bakal jadi penutup cerita hari ini. hehe
assalamu'alaikum wr.wb bloggie :)
Diposting oleh Najma Az Zahra di 20.28 0 komentar
Label: Episode~ku
Subscribe to:
Komentar (Atom)






