"nih mas ice creamnya...." ujar Reni sambil menyodorkan ice cream itu pada Rian. tanpa Reni sadari, omongannya mengagetkan Rian yang sedang senyam senyum sendiri.
"naaah gitu doong. syukron ya... haha"
"iya mas... yaudah aku pamit dulu yaaa. assalamu'alaikum..."
"wa'alaikumussalam. eeeehhhh...." Rian menarik tas Reni. tak ayal langkah Reni terhenti.
"apa lagi sih mas? aku mau pulang"
"aku kan belum nyuruh kamu pulang. kamu harus nemenin aku abisin ice cream ini. ayo pergi."
lagi dan lagi Rian menarik tas Reni. Reni mau tak mau mengikuti mau Rian.
"kamu jalan di depan." ujar Rian sambil mundur beberapa langkah.
"loh kok aku mas? aku mana tau jalan."
"udaaah ntar aku yang kasi tau kamu. ntar kalo kamu yang dibelakang, kamu malah kabur lagi. aku capek narikin tas kamu mulu. ntar putus lagi. hahaaha."
"aku juga capek mas." Reni berjalan sesuai arahan Rian. sepanjang jalan Reni tak henti-hentinya ngomel dalam hati karena tingkah Rian. dan Rian dibelakang masih tersenyum geli dan bangga memperhatikan tingkah akhwat yang ada di depannya itu.
"oke stop. kita sudah sampai."
"sudah? ini kan hanya pusat perbelanjaan mas. emang kita mau makan ice cream nya berdiri disini teeeerrr......."
"bawel." lagilagi Rian memotong pembicaraan Reni. "sini ice creammu aku yang pegang."
"loh mas?"
"udah siniin." rian mengambil kantung plastik yang ada ditangan Reni. "sekarang kamu tutup mata."
"hah? apaan sih mas?"
"udah gak usah bawel. kamu tinggal tutup mata aja. gak usah dibuka. walaupun aku gak tau kamu buka mata atau nggak, tapi ada Allah yang ngawasin kamu kan."
"iya deh iyaaaaa. aku manut."
Reni menutup matanya. Rian menarik tas Reni. Reni hanya mengikuti tarikan Rian.
"oke, sekarang kamu boleh buka matamu."
perlahan Reni membuka matanya. yang ia dapati sebuah ruangan kecil. tak begitu banyak orang di ruangan itu. sebuah ruangan yang memiliki sebuah jendela besar. dari balik jendela itu terlihat pemandangan kota Bandung dari atas. tak kelewatan panorama sunset yang bisa dinikmati setiap orang yang ada di ruangan itu.
"subhanallah..." kalimat itu spontan keluar dari mulut Reni. Rian masih saja menatap Reni yang masih terpaku dengan keindahan ciptaan-Nya yang sedang ada di depan mereka
"nih ice cream mu, Ren."
"eh.. mm iya mas makasih..." Reni tersadar dari lamunannya.
"gimana? kamu suka tempat ini?"
"iya mas, aku suka banget."
"alhamdulillah kalau gitu."
Reni tak bersuara. iya masih terkagum-kagum dengan yang ada di depannya saat ini. Reni menghabiskan ice creamnya sambil mengagumi karya indah Sang Maha Pencipta.
Rian masih saja tersenyum memperhatikan Reni dari belakang.
"udah mau maghrib nih. ayo pulang Ren." ujar Rian yang berdiri di samping Reni sambil menatap jingga nya langit kota Bandung.
"emm.. iya mas..."
mereka berdua meninggalkan tempat itu. Reni janji akan ke tempat itu lagi untuk menikmati hujan. dijalan pulang, mereka mampir di salah satu Masjid untuk menunaikan sholat maghrib.
Reni menatap punggung Rian yang sedang menunggunya di tangga masjid itu. Rani berjalan menghampiri Rian.
"emmm... sudah mas.."
"eh... aku antar pulang ya..."
"nggak mas, aku pulang sendiri aja. gapapa kok."
"tuh kan bawel lagi. udah aku anterin kamu aja. ini udah malem. ayo jalan" lagi lagi Rian menarik tas Reni.
mereka berjalan menyusuri jalanan kota itu. untung saja jalanan masih sangat ramaii. jadi tak ada yang berfikir aneh-aneh terhadap mereka.
"oke sampai.. syukron mas."
"afwan Ren.. kamu langsung istirahat ya.. jangan lupa isya' dan tahajudnya tapi." Rian tersenyum
Reni membalas senyum Rian. "iya mas, insyaAllah."
"yaudah aku pamit dulu yaaa... assalamu'alaikum wr wb."
"wa'alaikumussalam wr wb..."
Rian sudah pergi beberapa langkah dari hadapan Reni
"eh mas...."
Rian berbalik hadap.
"emm... makasi banyak ya buat tempat tadi. indah. aku suka banget."
"oh itu.. iya sama-sama Ren. syukur deh kalo kamu suka."
"hehe iya mas."
"yaudah aku pamit ya. assalamu'alaikum wr wb.
"wa'alaikumussalam wr wb.."
malam itu mereka sibuk dengan pikiran dan hati mereka masing-masing.....
0 Comments:
Post a Comment