"Ren Ren aku punya kabar nih.." ujar Nadia yang mendatangi Reni di kelas.
"duh apaan sih Nad, kalo dateng itu salam to... ini malah heboh gak jelas gini... huuuu"
"hehe iya deh iya afwan. aku dapet berita tadi dari anak-anak kelas."
"apaan sih Nad? heboh banget."
"kamu masih inget Mas Rian gak? yang ngebalikin laporan aku itu.."
"oh itu.. mm iya aku inget. kenapa memangnya sama dia?"
"tadi aku dapet kabar kalau mas Rian dapet beasiswa ke Inggris selama dua tahun. tapi ada juga ang bilang kalau dia lagi ada musibah di kampungnnya. aku bingung yang mana." Nadia nyengir polos menceritakan itu semua.
"emmm... kita berdo'a saja yang terbaik untuk mas Rian ya Nad.." reni menanggapi dengan datar.
"yah Ren, kok kamu gak semangat gitu sih dengernya? jangan jangan kamu mulai suka yaaaa sama mas Rian? hayooooo" goda Nadia.
"ih kamu mah suudzan wae. nggak atuh Nad. aku mah biasa aja sama mas Rian." Reni mengelak.
"udaaah kamu ngaku aja. aku gak suudzan Ren, aku khusnuzan malah. kan bagus kalau kamu sama dia. hehehe"
"hush. kamu ngaco ih. mikirnya terlalu jauh. aku mau kuliah dulu Nadiaaaaaaa..."
"kalau kuliah sambil ta'arufan gak papa kali Ren. hahahaha"
"ah kamu ngayal mulu nih."
"biarin weeek. cieee reni cieeeee..."
Reni menerawang ke luar jendela. tanpa memperdulikan Nadia yang masih trus menggodanya.
"kamu beneran dapet beasiswa ya mas? wah selamat untuk kamu. semoga berhasil. tapi jika kamu memang sedang dalam masalah, aku do'ain semoga cepet kelar ya. kamu yang sabar ya mas. dimanapun kamu, Allah pasti ngasi yang terbaik buat kamu. " batin Reni.
tanpa terasa, jam pulang kuliah pun berakhir tanpa dosen yang mengajar...
"Ren... Reniiiiiii.... ayo pulaaaaang" Nadia mengagetkan Reni dalam lamunannya.
"haaa.... emmm... emmm iii.. iya Nad.." Reni kaget bukan main.
"kamu mikirin apa sih Ren?"
"emm nggak kok. gak ada apa-apa.. hehe. udah ah, yuk pulang. bismillah."
"ckckckck Reni...Reni...."
mereka pun melangkahkan kami keluar dari kelasnya... dan, beberapa orang ikhwan dan akhwat dengan menggunakan almamater kampus menghampirinya. Reni familiar dengan wajah-wajah mereka.
"assalamu'alaikum wr wb...." sapa segerombolan itu dengan ramah dan serempak.
"wa....wa'alaikumussalam wr wb.." jawab Nadia terbata-bata saking kagetnya.
"kalian Reni dan Nadia ya?" tanya salah seorang ikhwan.
Reni menatap almamater ikhwan tersebut. BAYU. nama yang terpampang di almamaternya.
"iya, aku Reni.. dan ini sahabat aku, Nadia...." Reni tersenyum.
"sorry ya kalo kami ganggu nih. kami cuma mau nyampaiin ini aja." kata sorang akhwat bernama Sita sambil menyodorkan amplop biru kepada Reni lalu tersenyum.
"ini apa ya mbak?" tanya Reni heran.
"ntar juga kamu tau Ren. udah ya kami pamit dulu. syukron Reni Nadia..." kata Sita mengakhiri. sita masih dengan senyum manisnya.
"assalamu'alaikum wr wb.." segerombolan itu pergi meninggalkan dua orang akhwat yang masih bingung dengan kejadian barusan.
"wa...wa...wa'alaikumussalam wr wb.." jawab mereka serempak dalam keadaan bingung....
0 Comments:
Post a Comment