Bismillah..
Entah harus mendeskripsikan nya seperti apa, karena saya selalu dan tidak pernah menyukai kata pisah.
Sangat mudah untuk saya bergaul dengan lingkungan baru, tapi sangat susah bagi saya untuk lepas dan meninggalkan lingkungan yang nyaman dan berkesan.
Saya selalu suka pertemuan, tapi tak pernah menyukai perpisahan.
Saya selalu suka senyuman, tapi tak pernah suka tangisan.
Saya selalu suka undangan pertemuan, tapi tak pernah suka jamuan perpisahan.
Biarlah saya menikmati setiap detik yang tersisa bersama kalian, tanpa harus mengungkit dan mempertanyakan tanggal kepergian.
Bukankah yang meninggalkan dan ditinggalkan akan sama-sama merasa sakit?
jadi, kenapa harus menghitung mundur waktu yang tersisa jika masih banyak cara lain untuk menikmati kebersamaan kita?
Jalani...Nikmati...Syukuri
Sesederhana Ini
^_^
Minggu, 25 September 2016
Kira-kira begini...
Diposting oleh Najma Az Zahra di 20.14 0 komentar
Label: PurpleChoki
Senin, 05 September 2016
Cerianya anak-anak Sawingrai
Bismillah..
Ada yang menarik di awal September ini, sebuah rasa yang sejak dulu selalu memenuhi hati setiap kali berinteraksi. Anak-anak. Entah sejak kapan rasa bahagia selalu muncul setiap kali bermain dengan mereka. Rasa yang selalu berhasil bikin senyum-senyum sendiri tiap kali ngingetnya. Dan setelah beberapa bulan ditanah rantau ini, akhirnya rasa itu kembali hadir.
Bermain. Satu kata yang sejak dulu selalu menyenangkan. Aku selalu senang bermain dengan anak-anak. Dan akan selalu ada canda tawa di dalamnya. Sabtu, 3 September 2016 menjadi waktu yang sangat berharga karena bisa bermain dengan mereka. Iya, mereka anak-anak yang senyum nya tak pernah lepas dari wajah bahagianya, walaupun mereka hanya tinggal di pulau kecil.
Mereka lucu, manis, senyuman mereka selalu bisa menjadi penyemangat. Dan mereka mengajarkan arti bahagia sederhana yang harus selalu disyukuri.
Mereka anak-anak yang akses transportasinya terbatas, mereka yang tak patah semangat untuk mengenyam pendidikan sampai atas, lagi dan lagi walau mereka berada di wilayah tapal batas. Tapi, tahukah kalian, mereka sama sekali tak pernah mengeluh. Mereka selalu menikmati setiap detik kehidupan mereka. Bahkan menjadi pemacu diri untuk tetap bisa berusaha yang terbaik bagi negeri.
“Gotong Royong itu semboyanku. Hidup damai cita-citaku. Menurut orang tua tidak boleh membantah. Aku ini anak Indonesia. Aku cinta Indonesia. Tanah air yang kaya hidup makmur sentosa, bersatulah bangsaku.”
Itu lagu yang pertama kali mereka nyanyikan ketika kami datang menyapa mereka. Tak ayal seketika rasa ingin langsung berinteraksi dengan mereka muncul begitu saja. Dan kalian tau? Mereka sangat ramah, mereka excited dengan kedatanganku, kami asik bercerita bernyanyi bahkan bermain bersama. Ular naga, kotakpos, bahkan sampai tarik tambang. Itu permainan tradisional yang kami mainkan. Senyum dan canda tawa tak lepas dari wajah kami, bahkan dari wajah orangtua mereka.
Sebelum pulang, ada seorang ibu yang menghampiriku. Memeluk dan mengecup keningku, beliau berterimakasih karena menurutnya aku sudah berhasil mengembangkan senyuman diwajah lugu anak-anak di desa ini. Padahal, seharusnya aku yang harus berterimakasih kepada beliau karena sudah berhasil mendidik dan menciptakan anak-anak generasi penerus bangsa yang begitu kerennya.
Tak hanya itu, seorang gadis kecil berumur 6 tahun, enggan melepaskan pelukannya dariku ketika aku pamit untuk pulang. Beberapa Balita hingga anak-anak yang sedari tadi asik bercengkrama dengan ku ketika bernyanyi bersama, nangis karena memperebukan tanganku untuk mereka genggam ketika bermain tarik tambang. Ah, mereka terlalu menyenangkan untuk disinggahi hanya dengan waktu kurang dari 3 jam.
Entah harus seperti apa menggambarkan rasanya bisa bercerita, bernyanyi bahkan bermain dengan anak-anak ini. Ah iya, mereka adalah anak-anak Desa Sawingrai, Kep. Raja Ampat. Desa wisata yang hanya memiliki 1 SD, jadi jika mereka ingin melanjutkan pendidikan di bangku SMP dan seterusnya, mereka harus ke Kota dan menyebrang lautan dengan perahu. Tapi walau begitu, mereka tak patah semangat untuk tetap bersekolah. karena mereka adalah anak-anak yang keren dan tulus membahagiakan. Dan yang aku tau, setiap kali wajah bahagia tanpa beban yang mereka perlihatkan kepadaku, seperti menularkan energi dan semangat yang terus berpacu memenuhi diriku. Mungkin itu alasan terbesar mengapa sampai detik ini aku selalu suka bermain dengan anak-anak.
Dan mereka akan menjadi alasan bersatunya bangsa ini, seperti lagu yang mereka nyanyikan. Aku percaya.
Terimasih untuk waktu dan pelajaran berharganya adik-adik. Sampai jumpa lagi yaaa, Kalian!
Salam manis sejuta rindu,
Kakak Najma
Diposting oleh Najma Az Zahra di 05.27 0 komentar
Rabu, 10 Agustus 2016
Rindu yang enggan berlalu..
Bismillah..
Entah ini tulisan keberapa yang saya posting dengan tema yang sama. Tema yang sejak saya punya blog ini termasuk tema yang selalu dengan gamblang dan gampangnya saya tulis. Smanti.
Diposting oleh Najma Az Zahra di 10.57 0 komentar
Label: PurpleChoki
Jumat, 29 Juli 2016
Hai, Masa Lalu!
Diposting oleh Najma Az Zahra di 11.25 0 komentar
Jumat, 22 Juli 2016
Always Be My King 💕
Diposting oleh Najma Az Zahra di 10.51 0 komentar
Label: PurpleChoki
Rabu, 13 Juli 2016
Di-php-in? Gak lah yaaa!
Diposting oleh Najma Az Zahra di 15.26 0 komentar
Label: PurpleChoki
Jumat, 13 Mei 2016
Lebih beruntung..
Smanti..
Diposting oleh Najma Az Zahra di 13.50 0 komentar
Label: Episode~ku
Jumat, 22 Januari 2016
Obrolan Singkat Kita
B : Mas punya ini buat adek.. *senyummanis
A : "waaaah makasi banget ya, Mas. Tapi, aku boleh nanya ga, Mas?" *excited
B : "boleh dong. Monggo dek" *senyumwibawakomandan
A : "kenapa kuning Mas? Aku kan sukanya warna ungu" *manyun
B : "iya mas tau, tapi Ibu lebih suka yg warna kuning" *senyum
A : "Lha trus? Harusnya yg ini dikasi ke Ibu dong bukan kasi ke aku" *ikutansenyum
B : " ngga dong. Tetep kasi ke adek aja, biar adek bisa sayang dan lebih deket lagi sama Ibu. Dan bisa jadi Ibu buat anak-anaknya Mas nanti" *senyumtermanisyangpernahada
A : *tutupmukaspeechless
Entah ini percakapan yg level alaynya setingkat dewa atau lebih. Ketawa banget sih, malu banget dijawabin sampai segitunya.
Tapi, masih jauh. Iya. Masih sangat jauh. Dan ini cuma candaan seorang Kakak dengan Adik Kecilnya.
Hmm.. sepengetahuan saya nih yaaa,
Daripada deket nya sama yang belum halal, dan nantinya bisa jadi melebihi batas, yuk mending deketin yang Punya Hati aja.
Minta sama Sang Maha Cinta, biar yang ngejemput bisa cepetan nemuin dermaga dan segera melabuhkan pencariannya, dengan penuh keberkahan dan ke-Ridho-an-Nya.
Karena, jodoh itu apa yang kita pikirkan, apa yang kita ikhtiarkan, dan apa yang kita do'akan.
^_^
Diposting oleh Najma Az Zahra di 19.54 2 komentar
Label: PurpleChoki



