Minggu, 27 Januari 2013

Tak terbatas?

semua berawal dan berakhir tepat ketika hujan turun...

lagi dan lagi, hujan turun menyapa dan membasahi semua yang ada dibawahnya.
atmosfer yang begitu nyaman tak lagi dapat kurasa. tak ada sedikitpun rasa. semua begitu hambar. semua begitu datar.

hey! apa kah arti semua ini?  perlahan namun pasti, semua datang mencabik kebahagianku. bahkan aku tak dapat lagi merasakan arti kebahagiaan.yang aku tau hanyalah rasa sakit.
terkadang aku dapat melupakan semua yang sedng ku hadapi saat ini. 
namun itu tak bertahan lama. itu hanya bisa ku rasa ketika aku sedang tak bersama mereka. tak berada di rumah itu. yang ada hanyalah aku, mereka yang bukan keluargaku, dan kebahagiaanku yang sementara.

aku sering mencoba untuk terus bertahan dan terus bertahan tanpa airmata. namun kurasa semua sia-sia.
semua ini terlalu berat untuk kuhadapi sendiri. aku butuh orang-orang yang selalu ada di belakangku. bahkan senantiasa menuntunku.
aku tak menyalahkan mereka yang jarang ada untukku, tapi aku lah yang salah. aku terlalu lemah untuk hal-hal seperti ini. aku terlalu manja untuk terus berharap ada yang selalu bisa menampung keluh kesahku. aku terlalu dan terlalu membutuhkan orang lain.

aku selalu ingin mencoba untuk mencoba bangkit dari keterpurukan dan kejenuhan ku. setiap kali aku mencoba, yang kurasa selalu rasa sakit yang bertambah. semua semakin terasa sakit disaat orang-orang yang kupercaya terasa jauh. terasa berbeda. rasa sungkan yang selalu aku tahan untuk muncul, perlahan mulai ada. sudahlah, lupakan. aku akan terus berusaha menghilangkan rasa sungkan ini.

adakah cara lain untuk menyelesaikan ini semua? adakah yang bisa membuatku merasa kuat selain airmata?
air mata memang tak dapat menyelesaikan masalah, namun setidaknya aku bisa mengurangi rasa sakitku.
adakah yang dapat mewarnai kehidupanku selain airmata, obat-obatan, dan kebahagiaan yang palsu?
sudahlah, percuma aku bertanya dan mencari jawabannya sendiri. toh, kejenuhanku sudah melebihi ambang batasnya.. atau bahkaaan tak ada batasnya? :') entahlah.

"sadness in one can break another heart. but when my heart is sad, no one knows. just me and only me..."


Najma Az Zahra, gadis kecil dengan sejuta airmata yang terus berusaha untuk tersenyum ...
^_^

0 Comments: