Sebuah cerita, sebuah episode, sebuah goresan kecil dari
kanvas kehidupanku…
Rumaaaah.. sebuah tempat tinggal yang sangat istimewa
untukku. Dimana aku bisa menemukan sebuah makna dari kalimat yang sering aku
dengar. Bahagia itu sederhana. Sebuah tempat dimana aku bisa meluapkan
segalanya. Tempat yang aku anggap sebagai surga duniaku. Apalagi disaat aku
menyaksikan senyuman Ayah, Bunda, dan juga adikku. Aku benar-benar bahagia. Tapi
semua itu DULU.
Kini, semua sudah tak seperti itu ku rasakan. Rumahku kini
bagaikan tempat yang baru kutempati. Asing. Itu yang kurasa. Saat-saat bahagia
yang kurasakan ditempat itu telah tiada.
Senyuman mereka tak dapat kulihat. Tawa mereka tak pernah lagi ku
dengar. Tempat ini tak pernah lagi memberikan rasa nyaman untukku. aku tak tahu sudah sebanyak apa ku habiskan air mataku untuk hal ini. ini lah alasannya mengapa aku sering bosan dan cenderung lebih memilih ada di luar rumah.
Rumahku sudah seperti tempat tak berpenghuni. Sepi. Sunyi. Mati.
Kemana kebahagiaan yang dulu kurasa? Apakah telah menghilang dan tak dapat
kembali lagi? Kini, orang-orang yang selalu menemaniku telah tiada. Mereka sibuk
dengan urusannya masing-masing. Dan bahkan tak lagi memedulikan keadaanku
disini. Walau dalam keadaan sakit sekali pun.
Assalamu’alaikum yah.. ayah usil apa kabar? Yah, Dimana ayah
yang dulu selalu mempedulikanku? Dimana ayah yang dulu selalu menggoreskan canda
dan tawa diantara kami? Dimana ayah yang selalu punya waktu luang untuk kami? Dimana
ayah yang selalu memberi segalanya dalam kehidupanku? Dimana senyuman ayah? Ayah,
aku merindukan sosokmu…
Assalamu’alaikum Bunda.. Sedang apa dan dimana dirimu? Adakah
kau merindukanku bunda? Masih bisa kah kulihat senyum manis diwajah cantikmu? Masih
bisa kah ku dengar renyah suara tawamu? Masih bisakah kucicipi masakanmu yang
menurutku masakan paling lezat yang pernah ada? Bunda, ingin ku peluk tubuhmu. Ingin
kucium tangan dan pipimu. Bunda, kembalilah…
Assalamu'alaikum sayang.. pangeran kecilku apa kabar? Masih suka main PS? Masih suka
main leptop sampai lupa makan dan mandi terus dimarah ayah bunda? Adek sudah
makan? Beli ice cream kesukaan kita yuk dek. Cornetto item. Mau? Mba traktir
deh. Semua begitu lucu dalam bayanganku. Seorang adik yang selalu jadi teman
bertengkar setiap kali kami bertemu. Tetapi, aku selalu merindukannya. Aku sangat
menyayanginya. Dek, temenin mba disini, mba kesepian…
Kini, semua hanyalah kenangan yang sampai kapanpun akan selalu
menjadi cerita indah yang tersimpan dalam hati…

0 Comments:
Post a Comment