Kamis, 18 Desember 2014

Surat Untuk Sekolahku...


Tangerang Selatan, Kamis, 18 Desember 2014

Bismillah..
Assalamu’alaikum wr wb
Tak terasa, 41 tahun sudah kini umurmu. 41 tahun sudah kau mencetak kader penerus bangsa. 41 tahun sudah kau menjadi saksi kisah kami yang indah, kisah yang saat ini menjadi kenangan tak terlupakan. 41 tahun sudah kau berdiri kokoh menjadi tumpuan perjuangan menuntut ilmu.

Terlalu banyak kisah disana. Sebuah bangunan sederhana yang bernama SMA Negeri 3 Mataram. Tak seserhana bangunannya, tak sesederhana namanya. Tempat ini terlalu istimewa, begitu tertanam di lubuk hati. Terasa bangunan ini memiliki jiwa yang entah sampai saat ini masih terasa memanggil untuk diperhatikan atau hanya sekedar untuk dikunjungi. Sayang, jarak kita kini terlalu jauh.

Banyak hal yang tak bisa diungkapkan dengan kata. Banyak hal yang bisa dilakukan namun dibatasi oleh jarak. Banyak hal yang hanya bisa terpikirkan dan tersimpan rapi begitu saja. Ada rasa ingin memberontak, namun apa daya, kini semua serba terbatas. Terbatasi oleh sebuah kata yang bernama JARAK.

Beginikah rasanya? Ingin hadir diperayaan Ulang Tahun mu namun terbatasi oleh jarak?
Beginikah rasanya? Ingin ikut memeriahkan namun hanya bisa memandangi foto-foto yang diupload orang lain?
Brginikah rasanya? Ingin ada diantara mereka, namun hanya bisa mendengar cerita-cerita saja?
Beginikah rasanya? Ingin ini ingin itu namun serba terbatasi?
Apapun keadaannya, tak ada alasan yang bisa membatasiku untuk tetap mendoakanmu kan?
Mendoakanmu agar tetap jaya. Mendoakanmu agar semakin di hati. Mendoakan semua yang terbaik tentangmu kan?


walau raga ini tak sedang disisimu saat ini. walau tak hadir langsung memeriahkan peringatanmu. walau tak ikut menorehkan cerita secara langsung di tahun ini, namun di jarak kita yang berjauhan saat ini, aku akan selalu mempedulikanmu, dan berharap mereka yang saat ini sedang disisimu, mereka bisa jauh lebih memedulikanmu dari kami yang sedang berada jauh disini. peduli kami, terlalu peduli.

Terimakasih untuk setiap sudut yang menjadi kisah indah. Terimakasih untuk setiap jengkal yang menjadi saksi kenangan manis. Terlalu banyak hal yang tak bisa diungkapkan disini, cukup tersimpan rapi di hati. Sekali lagi, terimakasih smanti…

Salam rindu,

Najma
X 4
XI IPA 1
XII IPA 1







0 Comments: