Jumat, 11 Januari 2013

GoodBye~

basmalah...

16 tahun sudah aku bernafas di dunia ini. 16 tahun sudah ku lewati lembar demi lembar kehidupanku. 16 tahun sudah aku dibesarkan oleh ayah bundaku. ini amat sangatlah membahagiakan untukku. well, tanpa ku sadari, perlahan kebahagiaan itu mulai menipis. kebahagiaan dalam keluarga kecilku, hilanglah sudah. ini sungguh sangat mengurai air mata.

semalam, bagiku adalah suatu rasa sakit yang amat sangat mendalam. tahapan demi tahapan rasa sakit itu kujalani dengan terus mencoba untuk tersenyum. dan berharap semuanya berakhir. namun, yang terjadi adalah invers dari keinginanku itu. ayah dan bundaku, orang yang paling ku sayangi di dunia ini perlahan namun pasti mulai menggoreskan luka di hati.

aku selalu terbangun dikala aku terlelap. aku terbangun karena suara tangis. suara teriakkan. bahkan tak jarang dengan suara benda pecah belah yang terjatuh atau bahkan dijatuhkan ke lantai. awalnya aku hanya menutup telinga dan wajahku dengan bantal agar aku tidak mendengar suara itu dan agar bisa kembali tertidur. walau aku tahu, yang kulakukan sia-sia.

hari demi hari kulalui dengan peristiwa yang sama. yang mulai menggoreskan luka di hati. namun, aku masih terlalu labil untuk urusan seperti ini. aku muak dengan rutinitas baruku. menutup wajah dan telingaku dengan bantal. aku tak tahan. ini benar-benar membuatku stres. dan tak jarang menyebabkan penyakitku kambuh, dan kepalaku amat sangat sakit dibuatnya.

aku lelah, aku jenuh, aku bosan, aku muak, tapi aku tak mau pasrah.. aku harus bisa menghentikan ini semua bagaimanapun caranya. 

sore kemarin, kejadian itu kembali lagi. aku kembali mendengar suara-suara itu. argh! kenapa ini harus terjadi lagi. aku tak tahan. ku buka pintu kamarku dan menuju kamar orang tuaku, ya dengan penuh emosi dan air mata.

"ayah...bunda.. kenapa seperti ini terus? aku capek yah, bund. aku bener-bener ga rela kalau adik mendengar ini semua. please, cukup.. mengerti keadaan kami, yah..bund.. aku minta tolong.."

PLAAAKK!!!!!!

telapak tangan lembut itu mengenai pipi kiriku. sakit. itu yang kurasa. namun bukan sakit diwajahku. namun sakit tepat pada luka di hati. bunda? apakah benar itu tadi tangan yang selama 16 tahun ini merawatku? aku sungguh tak mempercayainya.

KAMU KELUAR DARI KAMAR BUNDA! INI BUKAN URUSANMU! KELUAR BUNDA BILANG!!!

aku langsung meninggalkan mereka. sekuat tenaga ku tahan air mataku untuk tak mengaliri pipiku. tapi itu semua siasia, dua langkah keluar dari kamar itu, airmataku sudah tak terbendung lagi. aku langsung memasuki kamarku. mengunci pintu. ini benar-benar perih kurasakan. aku tak tahan.

lagi dan lagi ku rasakan, perih luka yang begitu dalam. aku bosan dengan ini semua. aku mencoba mengakhiri semuanya. aku mengirimkan pesan singkat untuk salah seorang kakak ku..


luka bekas operasi besar ku yang belum juga mengering sasaran kekalapanku. aku memukulnya dengan tanganku sendiri. sakit. tapi ini tak seberapa dengan apa yang kurasakan dihatiku. ntah berapa kali aku melakukan hal itu. cairan merah mulai membasahi pakaian dan juga sprai kamarku. aku tak peduli. aku sekuat tenaga menahan suara teriakkan rasa sakitku agar tak terdengar. namun, sekali lagi itu percuma. sara teriakkan ku akhirnya terdengar ayah bundaku. mereka datang menghampiriku. itu yang ku ingat peristiwa semalam..

ntah apa yang terjadi setelah itu. kurasa aku tak sadarkan diri. yang aku tahu hanyalah ketika aku bangun aku sudah berada di sebuah ruangan yang tak asing bagiku. ruangan yang sangat ku kenal. UGD rumah sakit tempatku biasa dirawat. ada ayah bunda dan juga adikku. namun tak satu kata pun keluar dari mulut kami

setelah sadarkan diri, aku memegang pipi kiri ku. perih. itu yang kurasa. aku tak mau berlama-lama disana. aku langsung berusaha bangun dan ingin pulang. keluargaku tak dapat mengelak. aku pulang dan beistirahat karena keesokkan harinya aku harus sekolah. aku tak mau di rumah. aku masih trauma dengan kejadian ini. aku tak betah di rumahku sendiri...

well, semenjak peristiwa semalam, aku menyatakan... selamat tinggal kebahagiaan dalam hidupku...
selamat datang lembaran pilu kehidupanku..............

Minggu, 06 Januari 2013

Yang Ku Rindu...



Sebuah cerita, sebuah episode, sebuah goresan kecil dari kanvas kehidupanku…



Rumaaaah.. sebuah tempat tinggal yang sangat istimewa untukku. Dimana aku bisa menemukan sebuah makna dari kalimat yang sering aku dengar. Bahagia itu sederhana. Sebuah tempat dimana aku bisa meluapkan segalanya. Tempat yang aku anggap sebagai surga duniaku. Apalagi disaat aku menyaksikan senyuman Ayah, Bunda, dan juga adikku. Aku benar-benar bahagia. Tapi semua itu DULU.


Kini, semua sudah tak seperti itu ku rasakan. Rumahku kini bagaikan tempat yang baru kutempati. Asing. Itu yang kurasa. Saat-saat bahagia yang kurasakan ditempat itu telah tiada.  Senyuman mereka tak dapat kulihat. Tawa mereka tak pernah lagi ku dengar. Tempat ini tak pernah lagi memberikan rasa nyaman untukku. aku tak tahu sudah sebanyak apa ku habiskan air mataku untuk hal ini. ini lah alasannya mengapa aku sering bosan dan cenderung lebih memilih ada di luar rumah.


Rumahku sudah seperti tempat tak berpenghuni. Sepi. Sunyi. Mati. Kemana kebahagiaan yang dulu kurasa? Apakah telah menghilang dan tak dapat kembali lagi? Kini, orang-orang yang selalu menemaniku telah tiada. Mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Dan bahkan tak lagi memedulikan keadaanku disini. Walau dalam keadaan sakit sekali pun.


Assalamu’alaikum yah.. ayah usil apa kabar? Yah, Dimana ayah yang dulu selalu mempedulikanku? Dimana ayah yang dulu selalu menggoreskan canda dan tawa diantara kami? Dimana ayah yang selalu punya waktu luang untuk kami? Dimana ayah yang selalu memberi segalanya dalam kehidupanku? Dimana senyuman ayah? Ayah, aku merindukan sosokmu…


Assalamu’alaikum Bunda.. Sedang apa dan dimana dirimu? Adakah kau merindukanku bunda? Masih bisa kah kulihat senyum manis diwajah cantikmu? Masih bisa kah ku dengar renyah suara tawamu? Masih bisakah kucicipi masakanmu yang menurutku masakan paling lezat yang pernah ada? Bunda, ingin ku peluk tubuhmu. Ingin kucium tangan dan pipimu. Bunda, kembalilah…


Assalamu'alaikum sayang.. pangeran kecilku apa kabar? Masih suka main PS? Masih suka main leptop sampai lupa makan dan mandi terus dimarah ayah bunda? Adek sudah makan? Beli ice cream kesukaan kita yuk dek. Cornetto item. Mau? Mba traktir deh. Semua begitu lucu dalam bayanganku. Seorang adik yang selalu jadi teman bertengkar setiap kali kami bertemu. Tetapi, aku selalu merindukannya. Aku sangat menyayanginya. Dek, temenin mba disini, mba kesepian…



Kini, semua hanyalah kenangan yang sampai kapanpun akan selalu menjadi cerita indah yang tersimpan dalam hati…


Minggu, 30 Desember 2012

Tentang Ketos 11/12 - ku ♥♥♥

assalamu'alaikum bloggie :) umm ntah kenapa malem ini pengen banget nulis tentang seseorang. seorang yang menurut nindya palling sederhana. simple. seorang yang ngangenin. yang bikin kesel. yang sering banget tak liat badmood kalo disekolah. yang paling sering sih di tweetsnya. umm, gatau deh itu asli atau nyari sensasi aja.. *upsss, peaceeeeee.. kasaar, hoho

namanya Alinda Desy Trisna Kusuma. biasanya sih dipanggil Alind. si do'i ketos smanti 11/12. ketos nindya pas kelas x. waaauuuuu banget deh sama ketos yang satu ini. whyyyyy?
becauseeee, ngutip katanya kak Hana nih -temendudukkakalind- kak alin itu walaupun kecil, tapi perkasaaaaaaaaa. maemnya aja lahaaaap banget makanya perkasa. mau buktiii?
nih .. 

 wauuuu kaaaaan, hoho

well, awal kenal sama kknya itu pas di osis 11/12. kknya kan ketos, nindya anggotanya. waktu itu ditetepin jadi anggota sie kewirausahaan ntah karena pertimbangan apa, hoho

kak alind itu ngeseliiiiin, ngangenin juga tapitapi. yang paling bikin kesel itu kalo kak alin udah badmood trus cueknya keluar. bisa sampe ga ngomong sama sekali malah. jangankan ngomong, senyum aja nggak meeennn. hehe

seiring berjalannya waktu, hubungan kami makin intensif. kalo ga salah inget sih semenjak pelukan pas sertijab osis 11/12 - 12/13. pas itu osis lama n osis baru salam-salaman. orang terakhir yang tak salamin itu kak alind.pas mau salaman, eh kak alinnya malah langsung meluk sambil nangis. well, nindya ikutan nangis deh. huhu cengeng yaaaa.
pas itu kak alind ngebisikin "selamat ya dek. tetep semangat. perjalanan adek masih panjang. kk percaya adek."*kalogasalahingetsih,he

nah, semenjak saat itu deh deketnya. usut punya usut, ternyata kak alin beneran cengeng. nangiiiiiiiiisssss aja kerjaannya *lebaykalimatyangini,LUPAKAN.
apalagi pas kak alin cerita tentang kknya setahun lalu, beuuuuuhhhh itu kalo ditampung bisa sampe pake mandi orang sekampung *lebaaayparah,ABAIKAN.

udah ah uda ngaco bin ga penting bgt tulisan ini daritadi, he. langsung ke intinya aja yaaaaaaaaaaa....

hey, ketos manjaaa binti cengeeeeng...
apa kabar?semoga lagi ga berurai air mata yaaa, kankan baru aja bertambah tua *ehh
sebelumnyaa, hepi betdey tu yu. hepi betde tu yu. selamat milaaaaad kaaaak ^_^
makasi yaa kak untuk 17 bulan ini. emang sih kita ga bareng bareng trus kak, tapi gatau kenapa nindya ngerasa deket aja sama kk. gausa manjaaa terus kak. gausa nangis trus. walau ujan, yaaaaaa.....bialint aja hujan yg sesungguhnya itu ada dan jangan buat saingan hujan yang tak biasa lagi.
mungkin kk bisa lega dengan kk menangis, tapitapi kasian orang yang bener-bener gabisa ngeliat setetes airmata pun jatuh membasahi pipi dan wajah mungil kk. nyesek bgt itu rasanya kaaak :')
semoga makin dewasa yaa kak. dewasa pikiraaan dan yang terpenting gede badaaan *upss,piiiisssshoho
tetep semangat kak. semoga bisa dapet kuliah yg terbaik yang kk mau.
kalau ditulis semua harapan nindya kepanjangan kalo buat kak alin. harapan terakhir yang ada itu nindya pengeeeeeeeeennn...........






nindya pengen, apapun keadaanya bagaimanapun kondisinya dan kapanpun waktunya, kk tetep jadi alin alin kecil untuk seseorang disana kak... dia bener-bener sayang kakak ^_^

udah yaaaaaa...daaaaaaaah!
peluk cium untuk kak alin ocetku tercintaaaaaaa {} :* <3
wassalamu'alaikum wr.wb ;))



NB: ditunggu mie ayam Mas Bagong-nya kak, hoho