Kamis, 30 Mei 2013

Ngiseng...

sedang gak ada kerjaan..
so, buat ngisi waktu kosong gue, gue ngelakuin sesuatu yang menurut gue supergakjelas.
dan, gue jga ngiseng share kerjaan gak jelas gue beberapa menit yang lalu.
don't comment and don't judge..
it's nothing..
just for fun..
thank you..
^_^



 




*postingansupergakjelaspula*




My Bellow

assalamu'alaikum wr wb...
selamat malaaaaam....
sudah lama ya gak nulis. maklum sibuk semesteran nih.. hoho
tapi, sekarang lagi free.
alhamdulillah tadi udah belajar, jadi tinggal ngulang aja..

oke, kali ini nindya mau ngeshare salah satu orang yang cukup berarti buat nindya. kalo sebelumnya ada bdaa, adtk, kk, dan abg..
kali ini selain mereka...
masih inget ANA kan? Atma Nindya Alind?
yep, kali ini tentang kak Atma..

namanya Dina Atmayani. ini orang gilaaaaaaa, seriusan. haha. seperti yang lainnya, nindya gak pernah tau alasan nindya nyaman sama orang. yaaaa termasuk sama kak Atma. faktorsamagilanyamungkinhaha.

awal kenal sama kak Atma itu disalah satu organisasi di sekolah nindya. pas itu ngerasanya biasa aja sih. nothing special. ngerasa specialnya sama kak atma itu yaaa dari tahun ini. semenjak misi Atma Nindya Alind itu. nindya juga gak nyangka bisa senyaman ini sama kak Atma.

oh iya, tadi ketemu kak Atma di sekolah. trus berduaan. haha. berduaannya di sudut tigabelasmaret, alias sudut yang sama sewaktu h-3 dua bulan lalu. haha. kak atma langsung ngeliat moviemaker yang waktu itu nindya kasi. untungnya kak Atma gak nangis ya ngeliat itu. gak kaya alinindya. iya, diantara kita bertiga ya kak Atma yang paling. paling gaje. paling gila. paling bellow alias tinggi *setinggitianglistrik,hoho. daaan, paling tegar alias paling jarang nangis. kak atma gak secengeng alinindya. haha

selain nonton moviemaker bareng, tadi makan kentang sama teh delfi jugaaaa. yep, masih di sudut yang sama. kak Atma kaya anak kecil, disuapin. untung gak diminumin juga. hoho
trus abis itu saling bongkar hape. ujungujungnya kak Atma baca buku telarang punya nindyaaaaa....
aaaa kak atma iniiiii -_- kak atma itu orang yang pertama baca. jelas-jelas ada tulisannya, don't read, eh malah dibaca. gubrak!

well...
hai kak Atma..
emm makasi kak, makasi buat beberapa bulan ini. buat segala kenyamanan ini. makasi udah jadi kakak yang gila tapi pengertian dan perhatian. makasi buat siang tadi. semangat yaa buat Poltekesnya. semoga diterima. aamiin.
oh iya, kalo udah kuliah harus bisa mandiri dari Bapak Mama kak, kan udah gedeee.. 
jangan berubah yaaaa. maaf buat segala kekurangan dan ketidaksempurnaan nindya. he
thanks for every sweet memories kak. 
do'ain nindya nyusul kk tahun depan yaaaaaa..
makasih kak Atma bellooooow..
Nindya sayang Kak Atma..
Loveyou. muah!
^_^


 yang di tengah, gue jadiin avatar twitter sama pp pesbuk gue. haha

keliatan kan gilanyaaaa, hoho

oke, gue mau lanjut belajar. besok fisika mameeen.. 
bye!
wassalamu'alaikum wr wb :'D

Minggu, 26 Mei 2013

Dia Bidadariku #6

Reni menghabiskan masa liburannya hanya di kost. memang, hari-hari libur seperti ini Reni lebih banyak di kost. tak heran jika Nadia menjulukinya Putri Koster.
sebenarnya Reni bukan orang yang sangat suka menyendiri. tapi Reni belum punya kendaraan untuk kesana kemari mengelilingi kota Bandung. kuliah pun pulang pergi Reni mengandalkan kakinya. itu sebabnya Reni lbih sering di kost.

"hallo..assalamu'alaikum Yah...." Reni menerima telpon dari Ayahnya.
"wa'alaikumussalam, apa kabar nak?"
"alhamdulillah baik. ayah kapan kesini?"
"afwan sayang, ayah gak bisa dateng. mendadak ayah ada kerjaan yang harus di selesaikan. jadi ayah dan ibu tidak jadi kesana."
"yah ayaaah. padahal aku pengen bgt ketemu ayah ibu. kalau aku yang pulang gimana yah?"
"jangan nak, nanggung. liburan kamu kan tinggal seminggu lagi. insyaAllah setelah kerjaan ayah selesai, ayak ibu akan kesana menemuimu."
"tapi yaaaah..."
"sudahlah gak papa, ada Allah yang bersamamu sayang. Allah pasti bisa menjaga dan menemanimu tiap detik."
"iya yah, ibu mana yah?"
"ibu ada tu sedang ngelonin adikmu."
"yasudah yah, salam kangen aja untuk ibu ya. doakan aku berhasil dan bisa membanggakan kalian."
"iya sayang, insyaAllah. jangan lupa makan. sholatnya jangan sampai bolong ya."
"oke yah. insyaAllah aku bakal tetep ngejalanin apa yang sudah Allah perintahkan."
"baiklah kalau begitu, hati hati ya nak. assalamu'alaikum wr wb."
"wa'alaikumussalam wr wb."
Reni menjatuhkan tubuhnya di kasur. menenggelamkan wajahnya di balik bantal. Reni terisak. ia sangat rindu orang tuanya. ada perasaan kecewa yang ia rasakan. tapi Reni tak bisa berbuat apa-apa. toh ayah bekerja juga untuk aku kan. batinnya mulai mencoba memahami posisi ayahnya.

"terus aku harus ngapain seminggu ini? yaAllah..."

Nadia sedang pulang kampung. begitu juga halnya dengan teman-teman Reni yang lain. jadi Reni hanya menghabiskan masa liburannya sendiri.


sore itu, matahari sedang bersinar cerah. tak ada tanda-tanda hujan. Reni melangkahkan kakinya menyusuri jalanan Ramai pusat kota Bandung. berharap ia menemukan sesorang yang bisa mengajaknya ngobrol. dan benar saja, ketika Reni sedang membeli ice cream, dia bertemu seseorang.

"assalamu'alaikum wr wb ukhti...." sapa seseorang tersebut.
"wa'alaikumussalam." Reni mendongakkan kepalanya dari box icecream itu. "loh, Mas Rian. kok bisa disini?" tanya Reni dengan berusaha menutupi wajah kegetnya.
"iya, aku sedang beli ice cream favoritku. nih.." jawab rian sambil menunjukkan dua buah ice cream di tangannya.
"oooo begitu.. emmmmm....." Rani mengalihkan pandangannya. ia kembali sibuk mencari ice cream favoritnya.
"kamu nyari ice cream yang mana Ren? belum ketemu?"
"yang ini, Mas..." sambil menunjuk gambar ice cream yang ada di depan mereka.
"waduh, itu kan yang sedang aku pegang ini. kamu suka ini juga ya? tadi memang sisa dua, makanya aku langsung beli duaduanya. hehe"
Reni tersenyum.
"nih, kalo gitu satu buat kamu aja." Rian menyodorkan ice cream itu di hadapan Reni
"nggak deh, Mas. aku ambil yang lain aja. itu buat Mas Rian aja."
"ah kamu bandel. nih pegang." Rian meminta dan memaksa Reni untuk memegang dua ice cream itu. "Ayo kita ke kasir." ujar Rian sambil mengisyaratkan Reni untuk mengikutinya.
"lohloh.. ta..tapi Mas...." 
belum sempat  Reni menyelesaikan omongannya, Rian sudah menarik tas Reni.

"yaudah bayar." 
"loh aku yang bayar mas?"
"iya, kamu yang bayar. aku kan udah ngijinin kamu buat minta satu ice cream ini. jadi kamu yang bayar"
"yeee enak aja. mas dong yang bayar. satu lagi, aku gak minta, mas sendiri yang mau ngasi ini."
"ah bawel, udah bayar aja. repot banget. aku tunggu di luar."
Rian meninggalkan Reni di kasir.

"jadi ini sifat ikhwan yang selalu jadi pembicaraan akhwat di kampus. astaga. nyusahin aja." Reni mulai protes dalam hatinya.

Dia Bidadariku #5

"Ren.....Reniiii... bangun Ren.. kamu Kenapa..... Ren.. astaghfirullah." Nadia menggoyang-goyangkan tubuh Reni.
Reni tak sadarkan diri...


"astaghfirullah.. Nad aku dimana?" Reni menatap sekeliling ruangan. dan dia dapati ada Nadia, Rian dan Dendi.
"alhamdulillah kamu sudah sadar Ren. kita ada di ruang kesehatan penginapan. kamu tadi pinsan habis mandi hujan. kamu bikin panik aja Ren."
"afwan....."
"sudahlah, jangan banyak bicara dulu. lebih baik ukhti istirahat, biar cepet pulih." ujar Dendi yang hanya dibalas senyuman oleh Reni.

Rian hanya menatap sekeliling ruangan. ada sesuatu yang berbeda yang ia rasakan. namun ia tak berani untuk mencari arti rasa apa itu. Rian tak mau hatinya dikuasai oleh nafsu. jadi Rian lebih baik mengalihkan apa yang sedang ia fikirkan dan rasakan.

*****

"yuk Ren, kita siap-siap pulang. acara penutupan akan segera dimulai." ujar Nadia sambil menatap Reni yang masih saja asik menatap keluar jendela.

ada sesuatu yang berbeda yang dirasakan Reni. Reni tak mau begitu saja pergi dari tempat ini. banyak yang ia rasa masih bisa untuk dinikmati. terutama, hujannya.

"Ren.. kamu denger aku nggak siiih?" ujar Nadia sambil menghampiri Reni.
"haa? a..apa Nad? kamu bilang apa tadi?"
"tuh kaaan. kamu nggak dengerin aku."
"iya Nad, afwan. hehe" Reni langsung meninggalkan Nadia yang ada disampingnya dan langsung mengambil tas miliknya.
"ayo Nad, acara penutupan udah mau mulai nih."
"yeee daritadi juga aku bilang apaaa.. huuuuu"

mereka berdua menuju tempat pembukaan acara ini lima hari yang lalu. acara penutupan berjalan dengan lancar. acara terakhir yaitu ramah tamah peserta dan panitia. semua sangat menikmati acara itu. tapi Reni lebih suka menikmati hujan dari sudut jendela ruangan itu. Reni menyepi menikmati hujan yang ia fikir ini adalah hujan terakhir yang ia bisa nikmati disini.

lagi dan lagi, sepasang mata mengamati reni di balik keramaian ramah tamah acara itu.
"Ya Rabb, jika ini memang rasa yang sebenar-benarnya Engkau anugrahkan kepadaku, jadikanlah rasa ini semata-mata karena-Mu. jangan jadikan rasa ini menjadi sebab aku menjauh dari-Mu dan lalai akan perintah-Mu. jika ia memang jodohku, perkenankanlah kami dalam suatu ikatan suci, ikatan yang Engkau Ridhoi. hamba rasa pasrahkan ini kepada-Mu ya Rabb. karena Engkaulah Sejati Ar Rahman dan Ar Rahim aamiin."

Dia Bidadariku #4

tak disangka, ternyata Rian adalah ketua panitia acara ini. sayupsayup mulai terdengar suara bisikan wanita-wanita yang mengagumi karisma Rian. tapi berbeda dengan Reni. Reni malah semakin asyik menikmati setiap tetes hujan yang membasahi jendela yang tepat berada di sampingnya.

"ah, aku memang selalu menyukai hujan. terimakasih yaAllah atas segala nikmat dan karunia-Mu." batinnya.

hari demi hari training itu dilalui Reni dengan penuh semangat. sama halnya Nadia. mereka dengan gampangnya berbaur dengan lingkungan baru mereka. mereka menghabiskan training 5 hari ini dengan penuh harap keridhaan-Nya.

5 hari sama sekali tak ada interaksi antara mereka. Reni, Nadia dan Rian. mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. maklumnya Rani dan Nadia adalah peserta. sedang Rian adalah ketia panitia.

"Ren, aku denger sekarang kita bakal tadabur loh. kita bakal ke kebun teh. dan dideket situ ada sungainya juga. pasti bagus banget deh."
"wah, yang bener kamu Nad?"
"iya, katanya sih gitu. kamu pasti suka banget deh. kamu kan suka banget main air. hehe"
"ssssttt, jangan keras-keras. ntar pada ngira aku masa kecil kurang bahagia lagi."
"hahahahaaha" mereka asik tertawa dengan candaan dan gurauan khas mereka.

lagi dan lagi, mereka tak menyadari. sesosok tengah serius mengamati mereka. mengamati tiap langkah mereka. tiap langkah dengan tujuan mengharap Kasih-Nya.

"yaaak kepada seluruh peserta, sekarang kita akan pergi tadabur alam."

"tuhkaaaan, apa kataku. kita bakal tadabur Ren.. asiiik"
"iya deh iyaaa, kamu bener Nad. ayo kita ngikut mereka. ntar kita jadi ketinggal. emang mau ketinggalan trus tersesat?"
"nggak. hehe. bismillah."

rombongan pun pergi tadabur alam. mereka pergi menggunakan bis yang telah disiapkan oleh panitia. tapi, cuaca hari itu sedang tak bersahabat. hujan turun dengan lebatnya. hampir semua peserta dan panitia kecewa akan hal ini. tapi tidak untuk Reni. Reni terhanyut dalam buaian dinginnya hujan. ini membuatnya rindu akan kampung halamannya.

"loh Ren, kamu mau kemana?" Nadia kaget ketika melihat Reni berlari turun dari bis.
Reni berbalik menghadap Nadia. "aku mau main ujan. kamu ikut nggak? adem loh Nad."
"loh Ren.. tu..tunggu akuuuuuu."
peserta dan panitia asik menikmati suasana Puncak, Bogor yang diguyur hujan. tak ayal ini membuat hampir semua dari mereka tertidur.

Nadia dan Reni sibuk menikmati hujan yang mengguyur mereka. ini semakin membuat mereka merasakan Cinta dan Kasih-Nya secara utuh. mereka semakin mengagumi karya sang Maha Pencipta.

"lebih baik kita pulang." terdengar suara seseorang yang menurut mereka berdua sudah tidak asing lagi. mereka berdua langsung berbalik d=badan. dan betapa kagetnya mereka menyaksikan 2 orang ikhwan berdiri di belakang mereka sambil membawakan payung untuk mereka.

"i...iiyaaa.. afwan, kami tak bermaksud kabur ataaaauuuuu...." jawab nadia dengan penuh kepanikan.
"yasudah, tidak apa-apa. ini payung untuk kalian. dan ini jaket kami. kalian bisa pakai untuk menghangatkan tubuh kalian." kata seorang ikhwan lainnya.
nadia menerima jaket dan payung itu. nadia memberikan satu jaket kepada Reni. dan tak sengaja reni melihat nama yang ada di jaket yang sekarang sudah ada di tangannya itu. Rian Ikhwanul Muslimin.


mereka berempat pun kembali ke tempat bis mereka. semua memandangi mereka berempat. ada rasa malu yang terbesit di hati Reni dan Nadia. mereka hanya bisa tertunduk.

"duuh, ukhti kok pergi gak bilang-bilang? kita semua panik lho.." tanya seorang panitia yang menyambut kedatangan mereka di atas bis.
"iya afwan ukh, tadi kami hanya ingin menikmati hujan. tapi kami malah lupa waktu. afwan." jawab Reni.
"iya gak papa. untung aja tadi ada Mas Rian dan Mas Dendi yang berinisiatif mencari kalian."
"aduh ukh, sekali lagi afwan. kami gak bakal kaya gini lagi deh." ujar nadia sambil melukiskan senyum di bibir mungilnya.
"iya iya sudahlah. lebih baik kalian duduk. istirahat biar gak masuk angin. karena kita akan kembali ke penginapan."

Nadia dan Reni langsung duduk di tempat duduk mereka. mereka merasa tak enak dengan peserta dan  panitia yang lain.

dan tiba-tiba...

"Ren.....Reniiii... bangun Ren.. kamu Kenapa..... Ren.. astaghfirullah." Nadia menggoyang-goyangkan tubuh Reni.
Reni tak sadarkan diri....





 Next, part 5 yaaaa..
^_^

BimBim in Actions

heiii assalamu'alaikum wr wb..
selamat siang semuanyaaaaaah. haha
kali ini nindya mau ngeshare beberapa foto anak kecil yang menurut nindya ngegemesin, ngakakin, lucu deh pokoknyaaaaa..
sebenernya nindya gak kenal sama ini anak.. nindya cuma tau nama sama tempat tinggalnya aja.
ketemu aja belum pernah -_- hehe
nindya tau anak ini dari salah seorang kakak nindya.
suaranya lucuuuu banget. nindya sempet ngomong sih sama anak ini, tapi bentaaar banget. dia asik ngajakin si kakak buat main perang-perangan.
ih lucu banget deh..
kata si kakak, ini anak sekarang sudah bisa wudhu. pinter ya. hoho
oh iya, ini anak namanya BimBim.
nama yang lucu banget buat anak kecil..
nama panjangnya nindya gaktau. tinggalnya di Yogyakarta. hoho
well, ini dia foto-fotonya yang beberapa hari yang lalu nindya dapet dari si kakak 
^_^

 *hyaaaaaaaaaaaaaaa*

*action sebelum perang*

*ambil senjataaaaah*

*jurus andalaaan*

*silaumeeeeen* haha

*pendekar atau pahlawan yaaa?* haha

*ciaaaaaaaaaaaaaat*

*aku ngantuuuuuuk* haha

*kelilipaaaaaaan* haha

*pedang nya kepanjangan* haha

 *yuk istirahaaaaaat*

*yooo what's up broooo*

*saudara-saudaraaaaaaaah, perang itu gak boleh* haha


well, itu diaaaa..
ngegemesin deh, serius..
sampai ketemu di postingan selanjutnya yaaaaaaaa
^_^

Sabtu, 25 Mei 2013

Dia Bidadariku #3

"duh Naaad, aku kan udah bilang gak mauuuuuu. kamu kok maksa banget sih?"
"ah biarin. abisnya aku ngeliat kamu pantes sama dia. aku ngeliat dia bener-bener mencerminkan ikhwan Ren. aku seneng kalo ngeliat dia bisa jadi imam kamu Ren. hahaha"
"astaghfirullah Nad, aku masih 19 tahuuun. itu masih jauh. aku mau nyelesein kuliahku dulu. aku mau banggain Ayah Bundaku. masih jauh itu Nad, masi jauuuuh. huu dasar kamu iniiii.."

mereka asik dengan pembicaan mereka. mereka tak sadar ada sepasang mata sedang mengamati mereka dari sudut ruangan. sepasang mata bening ciptaan-Nya. sepasang mata yang memberi sinar cahaya Cinta-Nya.

"assalamu'alaikum wr wb akhi..." sapa Nadia yang menyadarkan ikhwan itu dari lamunannya.
"wa....wa'alaikumussalam wr wb.." jawabnya sambil melepas senyuman
"maaf mengganggu. saya hanya ingin mengucapkan terimakasih sudah mengembalikan laporan saya."
"oh iya sama-sama."

"assalamu'alaikum wr wb. kepada seluruh panitia dan peserta harap duduk di tempatnya masing-masing karena acara pembukaan akan segera kita mulai. sekian. wassalamu'alaikum wr wb." terdengar suara salah seorang panitia dari podium yang ada di ruangan itu.

"ya sudah ukh, saya permisi dulu. oh iya, saya Rian." ucap sang ikhwan memperkenalkan diri
"saya Nadia. dan ini sahabat saya, namanya Renii."
"oh begitu, baiklah saya permiisi. assalamu'alaikum wr wb..."
"wa'alaikumussalam wr wb."

mereka pun mengambil tempat duduk mereka masing-masing. Reni dan Nadia sengaja memilih tempat di sudut ruangan. dekat dengan jendela. hari itu hujan. Reni sangat menyukainya. jadi tak heran jika Reni memilih tempat duduk yang strategis untuk melihat hujan. dan tanpa sadar, ia tak menyimak acara pembukaan itu dengan baik.

"baiklah. acara selanjutnya adalah laporan ketua panitia. kepada ketua panitia, kami persilahkan."

seorang ikhwan berdiri dari tempat duduknya. sesekali ia melempar pandangan kepada peserta sambil membetulkan ujung kacamatanya. sambil melangkah ia sibuk mencari seseorang diantara peserta yang ada di depannya. 

"astaghfirullah. tak seharusnya aku seperti ini" gumamnya dalam hati.

betapa kaget Nadia dan Reni siapa yang mereka lihat berdiri di belakang podium itu.




part 3 sampai sini dulu yaaa..
ditunggu part 4 nya 
^_^

Dia Bidadariku #2

beberapa hari ini, Reni disibukkan dengan ujian akhir semesternya. ia belajar dengan sangat giat. Reni sudah janji nilai semester ini harus harus lebih baik dari sebelumnya. Reni tak mau mengecewakan Ayah dan Ibunya untuk kedua kalinya. dan hari ini adalah hari terakhir UAS.

"alhamdulillah. akhirnya selesai juga peperangan kita Ren." ucap Nadia sambil berjalan keluar kelas.
"alhamdulillah. semoga kita dapat nilai yang memuaskan ya. aamiin"
"aamiin yaAllah. oh iya, libur semester ini kamu pulang gak?"
"nggak Nad. Ayah Ibuku menyuruhku disini saja. insyaAllah Ayah dan Ibu yang menghampiriku disini."
"alhamdulillah, Ayah Ibu mu kapan rencana kesini Ren?"
"katanya sih minggu depan Nad, insyaAllah. ada apa?"
"ini tadi aku liat ada training gitu Ren. yang ngadain Lembaga Dakwah Kampus kita. aku pengen ikut nih. ikut yuk ikuuuuut temenin akuuuuu. yah yah?" pinta Nadia dengan penuh harap.
"mmm gimana yaaaa Nad?"
"ayolah Ren. temenin aku ya. daripada bosen di kost."
"iya deh iyaaaaaa..."
"horeee alhamdulillah. syukron Reni sayaaang." Nadia jingkrak-jingkrak sambil memeluk Reni.

Reni sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara ini. ini memang bukan acara training pertama dalam hidupnya. tapi tetap saja Reni merasa harus mempersiapkannya. Reni memang rindu masa-masa keorganisasiannya, jadi untuk melepas rindulah Reni mengiyakan ajakan Nadia.

"assalamu'alaikum.. Reniiiiii......" ucap Nadia sambil mengetuk pintu kost Reni.
"wa'alaikumussalam.. iya tunggu sebentar..." Reni membuka pintu kostnya. dan mengajak Nadia masuk ke kamarnya.
"duuuuh putri koster kerjaannya tidur aja... hahaha"
"nggak kok, aku masih packing. abisnya aku udah lama gak ikut training gini. hehe"
"huu dasaaar, sini aku bantu.."

Reni dan Nadia pun sibuk merapikan kamar.

"alhamdulillah selesai, yuk berangkat Nad. bismillah."
"ayuuuuuk. semoga Allah meridhoi langkah kita ya Ren. aamiin"
"aamiin Nad."

mereka pun menyusuri jalan menuju lokasi training. lokasinya jauh dari keramaian kota. hal ini yang membuat Nadia sangat-sangat ingin mengikuti acara ini. Nadia memang suka mencoba tempat dan suasana baru. enampuluh menit kemudian, mereka sampai di tempat tujuan. mereka disambut dengan spanduk acara dan juga panitia yang berdiri di samping pintu masuk.

"loh Nad, itu bukannya ikhwan yang waktu itu ya?"
"yang mana Ren?"
"itu lho yang waktu itu aku ceritain.. yang balikin laporanmu..."
"ooo itu, yang mana Ren orangnya? aku mau bilang makasih.."
"itu yang sedang berdiri dibalik jendela. yang pakai kemeja biru langit itu.."
"wah itu yaaa.. yuk Ren kita samperin, aku mau bilang makasih nih."
"aaah nggak ah nggaaaaak. kamu aja yaaaa.."
"pokoknya kamu harus nemenin aku. abis registrasi kita langsung kesana. kamu nemenin aku ya Ren."

tanpa pikir panjang, Nadia langsung menarik tangan Reni. tak ayal itu membuat Reni kaget dan hampir jatuh.
Reni Renii.. Nadia Nadiaaa. ada ada saja...



Cukup sampai sini part 2 nya..
tunggu yang ketiga yah..
^_^

Dia Bidadariku #1

Matahari mulai menampakkan sinarnya. burung-burung pun berkicau bersahutan menyambut datangnya pagi. ah pagi yang indah.

tak hanya burung yang bersuka cita menyambut datangnya pagi, namun ada seorang gadis cantik yang menggunakan jilbab birunya yang tak kalah cerianya menyambut indahnya pagi. tak henti-henti ia mengucap syukur pada-Nya.

Reni. gadis 19 tahun berparas cantik dengan jilbab syar'i kebanggaannya. ia sekarang tengah menjajaki pendidikan D3 nya di salah satu universitas negeri di Bandung. tak sedikit yang kagum akan kecantikan Reni. tapi lebih dari sekedar kecantikan paras, lebih dari itu, Reni memiliki kecantikan akhlak yang luar biasa. satu lagi, reni adalah perantau. Reni ngekost. tapi itu yang membuat Reni menjadi lebih sederhana di mata orang.  tak heran Reni memiliki banyak teman. hampir semua warga kampusnya mengenal Reni. Reni juga menjadi dambaan setiap ikhwan. subhanallah.

"Ren, kamu liat laporanku yang di kursiku tadi gak?" tanya Nadia, sahabat kecil Reni.
"waduh, afwan Nad, aku sama sekali gak liat. aku asyik banget baca bukunya Bang Salim. afwan Nad. emang tadi kamu tinggal dimana laporannya?" jawab Reni sambil menghentikan membaca buku favoritnya.
"tadi aku taruh di atas tasku Ren. aku tinggal ke toilet bentar, eh malah gak ada sekarang. duuuh gimana doong?"
"tenang Nad. insyaAllah ntar ketemu kok. sini aku bantuin nyari."
"syukron Ren."

mereka berdua sibuk mencari laporan Nadia. tugas itu adalah tugas terakhir sebelum mereka libur tenang. akhir bulan ini mereka ujian akhir semester 2. satu persatu kursi mereka amati. setiap sudut tak lepas dari pandangan mereka.

"gini deh Nad, kita mencar aja. kamu nyari di dalem. aku coba nyari di luar. siapa tau ketemu. gimana?"
"iya deh Ren, sekali lagi makasih ya..."

Reni sibuk mencari laporan di depan kelasnya. vas bunga dan tong sampah pun tak luput dari pencariannya. dengan terus berusaha dan berdo'a, reni berharap laporan sahabatnya itu bisa segera ditemukan.

"assalamu'alaikum, ukhti...." sapa seorang ikhwan yang disambut dengan penuh kekagetan oleh reni.
"wa'alaikumussalam wr wb.."
"maaf mengganggu, saya hanya ingin bertanya..."
"oh iya, gak papa. silahkan."
"apakah ukhti mengenal yang punya laporan ini? tadi saya menemukan ini di depan toilet. saya pikir ini penting, jadiii........" tanya ikhwan tersebut sambil menyodorkan sesuatu.

reni pun tak kalah serius memperhatikan laporan tersebut. Nadia Anggraini Putri. iya, tidah salah, itu laporan Nadia, itu yang dicarinya sejak tadi. dengan antusias, reni pun menjawab..

"wah alhamdulillah. iya ini milik teman saya. kami mencari ini sejak tadi. syukron, akh.."
"alhamdulillah, iya sama-sama. kalau begitu saya pamit. assalamu'alaikum wr wb.." 
"oh iya, silahkan. sekali lagi terimakasih. wa'alaikumussalam wr wb.."
sang ikhwan pun pergi dengan melepas senyuman kepada Reni. ada sesuatu yang reni rasakan. namun reni tak ingin syetan menggodanya. cepat-cepat reni beristighfar sambil mendatangi Nadia yang masih terlihat bingung dan panik mencari laporannya. 

"nih Nad, laporanmu. lain kali jangan teledor ya.." ucap reni dengan penuh senyuman yang disambut wajah kaget namun bahagia dari Nadia.
"wah, alhamdulillah.. makasi Ren. kamu nemu dimana laporanku?"
"tadi apa ikhwan yang memberikan ini kepadaku. katanya sih ketemu di depan toilet."
"apa? siapa? kamu kenal nggak?"
"nggak Nad. aku gak sempet nanya namanya tadi. lupa. hehe"
"nahlhoooo.. apa jangan-jangan kamuuuu..................hahaha"
jleb! seketika itu Reni merasakan sesuatu yang aneh, ntah apa. yang Reni sendiri pun tak mengerti..
*apa ini yang namanyaaaaaa.................astaghfirullah...* ucap reni dalam hati.




Bersambuuung..
tunggu kelanjutannya yaaah
^_^

Jumat, 24 Mei 2013

With My Ocet

assalamu'alaikum wr wb..
selamat paaagii... wah ini hari jum'at yaaaa...
hari yang paling ditunggu-tunggu sama kelas XII...
HARI PENGUMUMAN KELULUSAAAAAAN!!!!!!
tapitapi, alhamdulillah 425 siswa smanti LULUS SEMUAAAA!!!!
selamat buat kakak-kakaknya...
^_^

tapi..
salah target ini namanya..
daritadi pantengin TL, beranda, G+ isinya tentang kelulusan.. keren siih. tapimalahgueyangmewek -_- gubrak!
gue tiba-tiba ngeflashback waktu-waktu gue bareng dia. bareng kakak ocet gue. kakak yang baweeeeelnya masyaAllah... haha
banyak banget yang udah gue lakuin bareng dia. yang seneng ada, yang sedih ada. tinggal pilih. haha
yang paling berkesan sih setiap hujan. selalu.hihi

well.... 
gue gak ngerti yaaaa kenapa gue bisa sesayang ini sama elu.
elu lebih gede dari gue,tapi malah gue yang khawatirin elu. bukannya seharusnya elu yang ngejagain gue yaaa??? *faktorocetkali, hahangakakin
haiiii, ocetku sayaaaaang *peluk
wah, sudah lulus ya? 
selamaaaaaaaaaaat ^_^ 
tapi, gue gak bakal ketemu elu lagi yaa tiap hari di sekolah..
mm trus yang gue peluk tiap hari ketemu siapa? yang ngemanjain gue di sekolah siapa? yang nemenin gue maen saling ngomel tanda perhatian siapa? yang bakal denger keluhan tentang organisasi gue siapa? yang bakal nyeritain tentang dua orang yang sama-sama disayang siapa? yang setiap cerita pasti ngeliatin dan ngebacain WA sama sms siapa? yang nemenin gue ngeflashback setiap hujan siapa? yang gue ejekin siapa? yang gue kepo-in setiap ketemu siapa? yang nemenin gue nangis di masjid siapa? yang nemenin gue nikmatin ujan di sekolah siapa? yang bakal nampung airmata gue di sekolah siapa?
siapa kak siapaaaaaaaaaa?
duh kakak, i miss you, alindadesytrisnakusuma :')

last photo with my ocet *pelukcium*


NB:
Kita masih punya 2 planning yanng belum dilakuin kak... haha