"Ren.....Reniiii... bangun Ren.. kamu Kenapa..... Ren.. astaghfirullah." Nadia menggoyang-goyangkan tubuh Reni.
Reni tak sadarkan diri...
"astaghfirullah.. Nad aku dimana?" Reni menatap sekeliling ruangan. dan dia dapati ada Nadia, Rian dan Dendi.
"alhamdulillah kamu sudah sadar Ren. kita ada di ruang kesehatan penginapan. kamu tadi pinsan habis mandi hujan. kamu bikin panik aja Ren."
"afwan....."
"sudahlah, jangan banyak bicara dulu. lebih baik ukhti istirahat, biar cepet pulih." ujar Dendi yang hanya dibalas senyuman oleh Reni.
Rian hanya menatap sekeliling ruangan. ada sesuatu yang berbeda yang ia rasakan. namun ia tak berani untuk mencari arti rasa apa itu. Rian tak mau hatinya dikuasai oleh nafsu. jadi Rian lebih baik mengalihkan apa yang sedang ia fikirkan dan rasakan.
*****
"yuk Ren, kita siap-siap pulang. acara penutupan akan segera dimulai." ujar Nadia sambil menatap Reni yang masih saja asik menatap keluar jendela.
ada sesuatu yang berbeda yang dirasakan Reni. Reni tak mau begitu saja pergi dari tempat ini. banyak yang ia rasa masih bisa untuk dinikmati. terutama, hujannya.
"Ren.. kamu denger aku nggak siiih?" ujar Nadia sambil menghampiri Reni.
"haa? a..apa Nad? kamu bilang apa tadi?"
"tuh kaaan. kamu nggak dengerin aku."
"iya Nad, afwan. hehe" Reni langsung meninggalkan Nadia yang ada disampingnya dan langsung mengambil tas miliknya.
"ayo Nad, acara penutupan udah mau mulai nih."
"yeee daritadi juga aku bilang apaaa.. huuuuu"
mereka berdua menuju tempat pembukaan acara ini lima hari yang lalu. acara penutupan berjalan dengan lancar. acara terakhir yaitu ramah tamah peserta dan panitia. semua sangat menikmati acara itu. tapi Reni lebih suka menikmati hujan dari sudut jendela ruangan itu. Reni menyepi menikmati hujan yang ia fikir ini adalah hujan terakhir yang ia bisa nikmati disini.
lagi dan lagi, sepasang mata mengamati reni di balik keramaian ramah tamah acara itu.
"Ya Rabb, jika ini memang rasa yang sebenar-benarnya Engkau anugrahkan kepadaku, jadikanlah rasa ini semata-mata karena-Mu. jangan jadikan rasa ini menjadi sebab aku menjauh dari-Mu dan lalai akan perintah-Mu. jika ia memang jodohku, perkenankanlah kami dalam suatu ikatan suci, ikatan yang Engkau Ridhoi. hamba rasa pasrahkan ini kepada-Mu ya Rabb. karena Engkaulah Sejati Ar Rahman dan Ar Rahim aamiin."
0 Comments:
Post a Comment