tak disangka, ternyata Rian adalah ketua panitia acara ini. sayupsayup mulai terdengar suara bisikan wanita-wanita yang mengagumi karisma Rian. tapi berbeda dengan Reni. Reni malah semakin asyik menikmati setiap tetes hujan yang membasahi jendela yang tepat berada di sampingnya.
"ah, aku memang selalu menyukai hujan. terimakasih yaAllah atas segala nikmat dan karunia-Mu." batinnya.
hari demi hari training itu dilalui Reni dengan penuh semangat. sama halnya Nadia. mereka dengan gampangnya berbaur dengan lingkungan baru mereka. mereka menghabiskan training 5 hari ini dengan penuh harap keridhaan-Nya.
5 hari sama sekali tak ada interaksi antara mereka. Reni, Nadia dan Rian. mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. maklumnya Rani dan Nadia adalah peserta. sedang Rian adalah ketia panitia.
"Ren, aku denger sekarang kita bakal tadabur loh. kita bakal ke kebun teh. dan dideket situ ada sungainya juga. pasti bagus banget deh."
"wah, yang bener kamu Nad?"
"iya, katanya sih gitu. kamu pasti suka banget deh. kamu kan suka banget main air. hehe"
"ssssttt, jangan keras-keras. ntar pada ngira aku masa kecil kurang bahagia lagi."
"hahahahaaha" mereka asik tertawa dengan candaan dan gurauan khas mereka.
lagi dan lagi, mereka tak menyadari. sesosok tengah serius mengamati mereka. mengamati tiap langkah mereka. tiap langkah dengan tujuan mengharap Kasih-Nya.
"yaaak kepada seluruh peserta, sekarang kita akan pergi tadabur alam."
"tuhkaaaan, apa kataku. kita bakal tadabur Ren.. asiiik"
"iya deh iyaaa, kamu bener Nad. ayo kita ngikut mereka. ntar kita jadi ketinggal. emang mau ketinggalan trus tersesat?"
"nggak. hehe. bismillah."
rombongan pun pergi tadabur alam. mereka pergi menggunakan bis yang telah disiapkan oleh panitia. tapi, cuaca hari itu sedang tak bersahabat. hujan turun dengan lebatnya. hampir semua peserta dan panitia kecewa akan hal ini. tapi tidak untuk Reni. Reni terhanyut dalam buaian dinginnya hujan. ini membuatnya rindu akan kampung halamannya.
"loh Ren, kamu mau kemana?" Nadia kaget ketika melihat Reni berlari turun dari bis.
Reni berbalik menghadap Nadia. "aku mau main ujan. kamu ikut nggak? adem loh Nad."
"loh Ren.. tu..tunggu akuuuuuu."
peserta dan panitia asik menikmati suasana Puncak, Bogor yang diguyur hujan. tak ayal ini membuat hampir semua dari mereka tertidur.
Nadia dan Reni sibuk menikmati hujan yang mengguyur mereka. ini semakin membuat mereka merasakan Cinta dan Kasih-Nya secara utuh. mereka semakin mengagumi karya sang Maha Pencipta.
"lebih baik kita pulang." terdengar suara seseorang yang menurut mereka berdua sudah tidak asing lagi. mereka berdua langsung berbalik d=badan. dan betapa kagetnya mereka menyaksikan 2 orang ikhwan berdiri di belakang mereka sambil membawakan payung untuk mereka.
"i...iiyaaa.. afwan, kami tak bermaksud kabur ataaaauuuuu...." jawab nadia dengan penuh kepanikan.
"yasudah, tidak apa-apa. ini payung untuk kalian. dan ini jaket kami. kalian bisa pakai untuk menghangatkan tubuh kalian." kata seorang ikhwan lainnya.
nadia menerima jaket dan payung itu. nadia memberikan satu jaket kepada Reni. dan tak sengaja reni melihat nama yang ada di jaket yang sekarang sudah ada di tangannya itu. Rian Ikhwanul Muslimin.
mereka berempat pun kembali ke tempat bis mereka. semua memandangi mereka berempat. ada rasa malu yang terbesit di hati Reni dan Nadia. mereka hanya bisa tertunduk.
"duuh, ukhti kok pergi gak bilang-bilang? kita semua panik lho.." tanya seorang panitia yang menyambut kedatangan mereka di atas bis.
"iya afwan ukh, tadi kami hanya ingin menikmati hujan. tapi kami malah lupa waktu. afwan." jawab Reni.
"iya gak papa. untung aja tadi ada Mas Rian dan Mas Dendi yang berinisiatif mencari kalian."
"aduh ukh, sekali lagi afwan. kami gak bakal kaya gini lagi deh." ujar nadia sambil melukiskan senyum di bibir mungilnya.
"iya iya sudahlah. lebih baik kalian duduk. istirahat biar gak masuk angin. karena kita akan kembali ke penginapan."
Nadia dan Reni langsung duduk di tempat duduk mereka. mereka merasa tak enak dengan peserta dan panitia yang lain.
dan tiba-tiba...
"Ren.....Reniiii... bangun Ren.. kamu Kenapa..... Ren.. astaghfirullah." Nadia menggoyang-goyangkan tubuh Reni.
Reni tak sadarkan diri....
Next, part 5 yaaaa..
^_^
0 Comments:
Post a Comment